Politik di Indonesia Memprihatinkan, PERAK : KPK, Polri dan Kejaksaan Harus Awasi Rekrutmen Penyelenggara Pemilu

- Penulis

Senin, 25 November 2024 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUMMAKASSARINFO.COM-Makassar — Kontestasi Politik pemilihan Kepala Daerah Calon Gubernur/Wakil Gubernur, Calon Walikota/Walikota dan Calon Bupati/Wakil Bupati se-Indonesia sudah di depan mata. Namun, negara kita semakin memprihatinkan dengan makin populernya fenomena serangan fajar baik dilakukan secara massif bahkan sampai terang-terangan.

Terbukti, sudah ada beberapa temuan berupa foto, rekaman dan video berseliweran serta pengaduan masyarakat maupun pengaduan dari Paslon yang dirugikan akibat gencarnya serangan fajar atau money politik di tengah masyarakat.

LSM PERAK Indonesia salah satu lembaga yang aktif menyoroti pelanggaran pemilu di beberapa tahun terakhir ini sangat menyayangkan fenomena memprihatinkan kondisi keterpurukan politik kita di tengah masyarakat.

“Miris kami melihatnya, kami coba pantau ternyata malah kondisi sekarang lebih parah. Sudah sampai terang-terangan tim Paslon diduga Money politik,” ungkap Adiarsa MJ, SE, SH, MH Ketua LSM PERAK Indonesia saat diwawancarai oleh wartawan, Senin (25/11/24).

Adiarsa juga melihat ada peran masing-masing pihak berwenang yang tidak sampai ke masyarakat.

“Baik dari Pemerintah, TNI, Polri, penyelenggara Pemilu kami lihat perannya hanya sebagai tim penggembira saja dalam hajatan pemilu kemarin dan pilkada tahun ini,” ujar pria yang berprofesi sebagai Advokat ini.

Adiarsa juga menyampaikan, jika ketentuan sanksi politik uang pada pemilihan Pasal 187A UU Nomor 10 Tahun 2016 tidak berpengaruh dan tidak bisa dijadikan cambuk penegakan efek jera kepada pelaku di masyarakat yang seakan cuma diabaikan.

“(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia, baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi Pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu sebagaimana dimaksud pada Pasal 73 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah). (2) Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1),” terangnya.

Baca Juga:  DPO 11 Bulan, Tim Tabur Kejati Sulsel Sukses Eksekusi AR Kasus Penipuan Rp1.5 Milyar., Soetarmi ; Ini Kronologisnya.

Lanjut Adiarsa, jangan tutup masa depan anak kita dengan serangan fajar.

“Kalau kita biarkan seperti ini terus maka kasihan regenerasi kita karena haruspi punya uang banyak baru bisa jadi Kepala Daerah, DPR dan tentunya akan berimbas juga di kehidupan dan mata pencaharian yang lain akibat dari kebijakan orang yang terpilih hasil dari politik uang,” bebernya.

Lebih jauh Ia mengatakan, jika perlu dibenahi dari atas (pusat), salah satunya proses rekrutmen penyelenggara Pemilu.

“Selama masih ada dugaan titipan dari partai atau ormas besar di pusat saya rasa sampai di tingkat paling bawah juga akan membawa kepentingannya. Jadi inilah lucunya negeri kita,” kata penggiat LSM anti korupsi ini.

Jadi menurutnya, KPK, Polri dan Kejaksaan kedepannya harus terlibat dalam mengawasi proses rekrutmen penyelenggara Pemilu karena ini sangat mempengaruhi regenerasi bangsa kita.

“Jelas dugaan kolusi atau KKN dalam proses rekrutmen tersebut. Bayangkan kalau dari atas partai dan Ormas titip orangnya sampai di bawah. Inilah pondasi utama yang harus kita restorasi,” tegasnya.

Diketahui LSM PERAK Indonesia sudah terlibat sebagai pemantau pemilu pada perhelatan pemilu 2019 dan 2024.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Pilar Kelurahan Gaddong dan Perangkatnya Melayat Ke Rumah Duka Tokoh Masyarakat
Bawa Nama Baik Polrestabes Makassar, Kapolsek Bontoala Apresiasi Aipda Nurhidayat Melaju ke Lomba Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel
Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo
Bhabinkamtibmas Bunga Ejaya Pantau Pelayanan Adminduk dan Pasar Murah di Wilayahnya
Gencarkan Zona Integritas, Polsek Bontoala Pasang Banner “Stop Gratifikasi”
Dr. Haedar Djidar Nahkodai Kota Palopo Setelah Terima Mandat sebagai Ketua Markas Cabang LMP Kota Palopo
Lidik Pro Maros Soroti Laporan Pengaduan yang Masuk Sejak Desember 2025, Pelapor Harapkan Kepastian Hukum
KETUA LIDIK PRO MAROS DESAK PEMDES, DLH DAN POLRES MAROS USUT AKTIVITAS PENGERUKAN DEKAT PERMUKIMAN WARGA
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:21 WIB

Tiga Pilar Kelurahan Gaddong dan Perangkatnya Melayat Ke Rumah Duka Tokoh Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:25 WIB

Bawa Nama Baik Polrestabes Makassar, Kapolsek Bontoala Apresiasi Aipda Nurhidayat Melaju ke Lomba Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel

Rabu, 10 Juni 2026 - 00:45 WIB

Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:52 WIB

Bhabinkamtibmas Bunga Ejaya Pantau Pelayanan Adminduk dan Pasar Murah di Wilayahnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:49 WIB

Gencarkan Zona Integritas, Polsek Bontoala Pasang Banner “Stop Gratifikasi”

Berita Terbaru