Pembiaran Terhadap Pemukulan Wartawan, Ada Apa Di Polres Takalar, FPII Setwil Sulsel Minta Kapolda Sulsel Turun Tangan

- Penulis

Rabu, 13 Maret 2024 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUMMAKASSARINFO.COM-TAKALAR,- Kasus Pemukulan dan Penganiayaan Terhadap Seorang wartawan Kembali Terjadi dikabupaten takalar, diduga palakunya adalah oknum mafia solar,

Pasalnya semakin beringas melakukan kekerasan terhadap penggiat kontrol sosial (wartawan) terkesan mencederai kebebasan pers.

Hal ini dialami Jhonas Lallo kaperwil media online responden news yang tak lain adalah penggiat kuli tinta (Jurnalistik), yang hendak melakukan konfirmasi terkait perkembangan informasi dengan adanya penampungan solar yang jauh dari lokasi SPBU Kalappo Kelurahan Mangadu Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar, Senin.11 Maret 2024.

Jhonas lallo yang dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa “Tujuan untuk melakukan konfirmasi, namun sebelumnya terlebih dahulu saya nelpon Dg Sau’ yang saya ketahui selaku pemilik penampung solar tersebut. Selanjutnya saya diajak masuk kesuatu tempat rumah pondok yang berada tak jauh dari lokasi SPBU Kalappo yang terlihat memang banyak jeregan yang berbaris dengan rapi” ungkap Dg Lallo.

Lanjut Dg lallo(nama sapaan) menjelaskan, Setelah saya berada di dalam rumah tiba-tiba Dg Sau malah menyerang pertanyaan, dengan nada kesal “kau yang kasi naik beritaku daeng lallo” ? Dengan nada arogan dan tidak beretika, Lalu saya menjawab “berita apa itu yek” Seketika itu pula kera baju saya langsung dipegang sampai sobek, lalu secara spontan wajah saya langsung dipukul, untuk menghindari kejadian ini tak berlarut, saya berusaha melindungi diri dan lari keluar dari rumah tersebut, namun setelah diluar kurang lebih 10 orang juga ikut mengejar dan memukul dan mendang saya” terang Lallo.

Terkait tindak kekerasan terhadap seorang wartawan, Jhonas lallo mengalami luka memar yang serius dibagian wajah dan kepala dan sebagian area badan terasa sakit sehingga langsung melaporkan kejadian Ini Kepolres Takalar dan langsung dilakukan Visum

Baca Juga:  Tingkatkan Pengembangan Kapasitas Aparatur, Pemkab Sidrap Adiensi Dengan STAN LAN Makassar.

Terkait Kasus Pemukulan terhadap Wartawan tersebut, FPII (Forum Pers Independent Indonesia) Setwil Sulsel angkat Bicara.

Ketua FPII Setwil Sulsel Risal Bakri mengecam dan mengutuk keras terhadap pemukulan Wartawan oleh Oknum Mafia Solar di Takalar,

Untuk itu, Pihaknya meminta Kapolda Sulsel untuk mengusut Tuntas persoalan ini, pasalnya kasus ini sudah di laporkan ke Polres Takalar, hingga sekarang ini belum ada tindak lanjuk dari pihak Kepolisian, atau pelaku di nilai Kebal Hukum, sehingga adanya pembiara.

Pemukulam terjadap wartawan di Kabupaten Takalar, ini tidak bisa dibiarkan berlarut, Polisi Harus bertindak, tegas Risal. Bakri, pasalnya hal ini dinilai sangat mencederai kebebasan Pers”

Lanjut Risal Bakri mengatakan, Kasus pemukulan terhadap Wartawan di daerah ini sudah sering terjadi,

Di tegaskan Risal Bakri bahwa “Seorang itu wartawan Di lindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pers dalam menjalankan Kegiatan Jurnalistik, hal ini tentunya sangat mencederai kebebasan pers untuk memperoleh informasi yang sudah Diatur, tentang peran serta masyarakat dan ketentuan pidana, UU Pers Pasal 18 Ayat (1), tegas Risal Bakri

Untuk itu, kata Risal Bakri, pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas, dan sebelumnya, jika Polres Takalar dan Polda Sulsel tidak mampu untuk menangani kasus ini, pihaknya akan melaporkan Ke Kapolri untuk tindak lanjut, terang Risal Bakri. (FPII Setwil Sulsel).

——————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendiri dan Pembina Sikola Mangkasara mengadakan Buka Puasa Bersama Anak-anak Sikola Mangkasara dan Klub MUSHAF.
DPD LIN Sulsel Soroti Diamnya APH: Dugaan Tambang Serobot Kawasan Terlarang Semakin Mengkhawatirkan
Jambore Daerah ke-6 YRFI SULSELBAR : “Respect for Diversity”, Ajang Silaturahmi dan Edukasi Bikers Yamaha
Praktisi Pertanian membuktikan kualitas Pupuk NonSubsidi mampu meningkatkan Produktifitas Pertanian dan Perkebunan di SulBar
Bendera Merah-Hitam Berkibar : CLAT Gelar Aksi Jilid II di Kejati Sulsel Tuntut Penuntasan Dugaan Tipikor PDAM Makassar
BEM FH UNIBOS Soroti Dugaan Gratifikasi, Pemerasan, dan Pembiaran Tambang Ilegal di Jeneponto
Terjadi lagi Profesi Wartawan di lecehkan  Di media sosial  Dua pemilik Akun Facebook di laporkan Ke Sentral Pelayanan Kepolisian  Terpadu (SPKT) Kepolisian Resort Soppeng  
HS BODYGUARD Makassar Dikunjungi Pejabat Mabes Polri, Diharapkan Makin Solid dan Profesional
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 02:52 WIB

Pendiri dan Pembina Sikola Mangkasara mengadakan Buka Puasa Bersama Anak-anak Sikola Mangkasara dan Klub MUSHAF.

Rabu, 10 Desember 2025 - 06:55 WIB

DPD LIN Sulsel Soroti Diamnya APH: Dugaan Tambang Serobot Kawasan Terlarang Semakin Mengkhawatirkan

Minggu, 12 Oktober 2025 - 05:30 WIB

Jambore Daerah ke-6 YRFI SULSELBAR : “Respect for Diversity”, Ajang Silaturahmi dan Edukasi Bikers Yamaha

Sabtu, 19 Juli 2025 - 01:10 WIB

Praktisi Pertanian membuktikan kualitas Pupuk NonSubsidi mampu meningkatkan Produktifitas Pertanian dan Perkebunan di SulBar

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:27 WIB

Bendera Merah-Hitam Berkibar : CLAT Gelar Aksi Jilid II di Kejati Sulsel Tuntut Penuntasan Dugaan Tipikor PDAM Makassar

Berita Terbaru