Kebebasan Pers Terancam, Guru SDN 246 Gilalang Ati Din Diduga Tekan Wartawan dengan Gaya Preman

- Penulis

Sabtu, 27 September 2025 - 01:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUMMAKASSARINFO.COM,-Halmahera Selatan, – 26/9/2025. Polemik di SD Negeri 246 Gilalang, Kecamatan Bacan Barat Utara, Halmahera Selatan, kembali membara. Sosok guru bernama Ati Din, yang selama ini disorot karena diduga menguasai rumah dinas sekolah dan kerap absen mengajar, kini dituding melakukan dugaan intimidasi terhadap Wartawan dengan gaya premanisme.

Kasus ini memantik keresahan publik. Bukan hanya karena menyangkut dunia pendidikan, tetapi juga karena menyentuh langsung prinsip kebebasan pers yang dilindungi undang-undang. Sikap seorang pendidik yang seharusnya menjadi teladan, justru dipertontonkan dalam bentuk arogansi dan ancaman.

Sejumlah warga Gilalang menuturkan bahwa perilaku seperti itu bukan hal baru. “Me ibu Ati memang kaya bagitu, suka arogan. Me kejadian di Gilalang itu sudah berjalan bertahun-tahun. Dia pertahankan bahwa dia yang bangun dapur rumah dinas, kong tara mau orang lain masuk. Seolah-olah dijadikan dia pe pribadi,” ujar salah satu warga dengan nada geram.

Ungkapan senada datang dari warga lain yang menilai tindakan Ati Din semakin jauh dari sikap seorang pendidik. “Ko bisa eee ibu Ati piara preman? Sangat disayangkan, tindakan yang diambil ibu Ati bukan langkah bijak. Guru itu harusnya jadi panutan, bukan malah menebar ancaman,” ucap warga lainnya.

Polemik ini bermula dari pemberitaan terkait dugaan penyalahgunaan rumah dinas sekolah oleh Ati Din. Alih-alih memberikan klarifikasi resmi, sejumlah wartawan justru mengaku mendapat tekanan. Ancaman yang disertai penyebutan nama aparat kepolisian menambah kesan bahwa langkah intimidasi ini dirancang untuk membungkam suara pers.

“Setelah kami rilis berita, cara mengonfirmasi justru dengan ancaman, bahkan membawa-bawa Polres. Tapi kami tanggapi santai, karena memang beliau tidak paham karya jurnalistik. Yang pasti kami selalu melakukan konfirmasi, dan terkesan ini ada dendam pribadi,” ungkap salah seorang wartawan Warta Global dengan nada kecewa.

Baca Juga:  Staf Notaris-PPAT SeKota Makassar Buka Puasa Bersama

Peristiwa ini sontak menimbulkan kecaman luas. Tindakan intimidasi terhadap jurnalis bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan ancaman nyata terhadap kebebasan pers yang dijamin dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam regulasi tersebut, jurnalis dilindungi dari segala bentuk tekanan, kekerasan, atau ancaman saat menjalankan tugas profesinya.

Publik mendesak pemerintah daerah hingga aparat hukum agar tidak membiarkan kasus ini berlarut-larut. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk yang merusak tatanan demokrasi lokal. Terlebih, figur yang terlibat adalah seorang guru—profesi yang seharusnya mendidik generasi muda dengan nilai kejujuran, etika, dan penghormatan terhadap hukum.

“Kalau ini terus dibiarkan, apa jadinya dunia pendidikan kita? Guru seharusnya berdiri di garis depan memberi contoh, bukan justru melawan kritik dengan ancaman. Ini bukan hanya soal rumah dinas, tapi soal moral dan integritas seorang pendidik,” tegas seorang warga Gilalang.

Kasus ini kini menjadi sorotan, bukan hanya karena menyangkut nama pribadi, tetapi karena telah menyentuh kepentingan publik yang lebih luas: hak masyarakat atas informasi, kebebasan pers, dan citra seorang guru sebagai panutan. Publik menanti langkah tegas dari aparat hukum serta ketegasan pemerintah daerah Halmahera Selatan untuk menghentikan praktik arogansi yang semakin mencederai dunia pendidikan.

“Kalau dibiarkan, akan banyak guru lain yang merasa bisa melakukan hal serupa. Kami berharap aparat benar-benar serius menangani ini, agar tidak ada lagi wartawan maupun masyarakat yang diintimidasi,” tutup salah satu warga Gilalang dengan nada penuh harap.

(Timredaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forum Makassar Info Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-53 kepada Muhammad Akil Djamaluddin
PT Media Duta Karsa Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-53 untuk Muhammad Akil Djamaluddin
Air Bersih Harus Sampai ke Warga, Pemkot Makassar Perkuat Distribusi di Tengah Kemarau Panjang
Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange
Pembangunan Kantor Kelurahan Dimulai, Penutupan Akses Jalan Bunga Eja Beru Dilakukan demi Keselamatan Warga
Gelar Kudapil di Pinrang, Capt Unru Baso Sosialisasi Empat Pilar sekaligus Serap Aspirasi Warga, dan Bangkitkan Nelayan Merah Putih
HMI Cab Makassar Geruduk PT Pertamina Regional sulawesi atas kelangkaan BBM dan LPG
Prof Sutan Nasomal: Pembangunan Bagus, Tapi Jangan Korbankan Warga! Gubernur Sumut Diminta Dorong Penyelesaian Banjir Gambus Laut
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 02:50 WIB

Forum Makassar Info Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-53 kepada Muhammad Akil Djamaluddin

Jumat, 25 September 2026 - 01:56 WIB

Air Bersih Harus Sampai ke Warga, Pemkot Makassar Perkuat Distribusi di Tengah Kemarau Panjang

Kamis, 24 September 2026 - 00:41 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange

Senin, 21 September 2026 - 01:26 WIB

Pembangunan Kantor Kelurahan Dimulai, Penutupan Akses Jalan Bunga Eja Beru Dilakukan demi Keselamatan Warga

Sabtu, 19 September 2026 - 03:59 WIB

Gelar Kudapil di Pinrang, Capt Unru Baso Sosialisasi Empat Pilar sekaligus Serap Aspirasi Warga, dan Bangkitkan Nelayan Merah Putih

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Tewasnya Rafli di Tallo Didalami Propam dan Itwasda Polda Sulsel

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:10 WIB