FORUMMAKASSARINFO.COM-Makassar, 4 Agustus 2024. Ahad Subuh dalam acara Coffee Morning ba’da Shubuh, kali ini menarik dengan diisi sharing Tauzia dari Ustad Ir. Muhammad Farid, MT, Ph.D, IPM dengan
Thema: “studi dan pasar kerja di Taiwan”
Acara yang di pandu langsung Ketua Yayasan Masjid Azzokra V bapak Prof Yahya selaku. Dikemas dengan menarik, selain karena tetap bisa ngopi dengan snacknya, suasana keakraban antar jamaah atau warga terlihat jelas dimana tempat kegiatan tidak didalam ruangan Masjid namun pas berada dibagian belakang Masjid, ada yang lesehan di teras ada pula disiapkan kursi.
Kegiatan yang dirancang oleh pengurus yayasan bekerjasama dengan Majlis Taklim ini, salah dua tujuannya menurut Ketua Panitia Ustad Anzar dalam penyampaian sebelumnya yaitu “untuk tetap menjaga dan menjalin silaturahmi yang lebih baik setelah melaksanakan sholat shubuh berjamaah”
Prof. Yahya selalu mc kali ini menyampaikan rasa bangganya atas kegiatan ini terkhusus kepada panitia dan majlis Taklim, “dan tentu kesempatan kali ini kita isi dengan menghadirkan tamu Ustad Farid, P.hd. Yang nanti akan kita sharing ilmu beliau agar kita dan keluarga dapat pula mendapatkan gambaran bekerja di Taiwan”
Ustad Ir. Muhammad Farid, MT, Ph.D, IPM. Dalam pemaparan nya memulai dari beliau pertama ke Taiwan di tahun 2013 selaku Mahasiswa yang mendapatkan Beasiswa, hingga menceritakan bagaimana kehidupan di Taiwan “jadi di Taiwan itu tantangan terberatnya karena makanan halalnya bagi kita Muslim sulit ditemukan, begitupun rumah ibadah, jadi karena hal ini terkadang Mahasiswa yang datang juga harus kembali karna tidak tahan, namun yang paling menarik karena di Taiwan tingkat keamanan sangat terjamin”
Jadi ketika ada jamaah yang menanyakan bagaimana menyikapi tantangan makanan dan rumah ibadah itu?, beliau menjelaskan “kebetulan saya ditempatkan di salah satu kota ramai atau kota kedua terbesar di Taiwan daerah Gounzou, jadi memang terdapat satu Masjid, jadi kamu biasanya Mahasiswa atau para imigran Muslim bertemu disini, nah kalo sehari-hari hanya bisa makan tumbuhan atau sayuran menjadi vegetarian karena sulitnya mendapatkan makanan halal, maka pada hari Jumat kami membeli daging halal baik sapi atau ayam yang dijual oleh Masjid disitu, jadi seminggu sekali bisa membeli daging ini.”
Pertanyaan lain, bagaimana keamanan Taiwan padahal sewaktu-waktu dalam tekanan Negara China yang memiliki Nuklir, juga bagaiman jika anak kami ingin belajar atau melanjutkan pendidikan kesana?. Beliau menjelaskan “Benar kami juga terkadang sesekali jadi was was ketika terdengar sirene, namun selama Amerika dan sekutunya yang melindungi Taiwan tidak menganggu China maka Taiwan selama aman dan nyaman. Dan untuk anak-anak yang mau melanjutkan pendidikan ke Taiwan sebenarnya sudah banyak kampus di Taiwan yang beasiswa nya ditanggung oleh Negara Taiwan bahkan tanpa bersyaratan, hanya memang harus diperhatikan apakah beasiswa itu full untuk menanggung Ukp dan biaya hidup itu yang perlu diperjelas, jadi saran kami jika hanya ditanggung biaya Ukp sebaiknya berkoordinasi dengan pemda asal kita agar bisa dibantu untuk biaya hidup disana”, lebih jauh beliau menyampaikan bahwa orang taiwan sangat senang mempekerjakan orang Indonesia karena walau dalam kontraknya itu untuk mengurus orang tua bagi orang taiwan yang rata-rata pekerja, namun orang Indonesia itu juga bisa jadi asisten rumah tangga beda dengan tkw beberapa negara lainnya, yang menarik tak jarang mahasiswa juga dapat bekerja sambil kuliah baik di toko atau tempat usaha yang dimiliki keturunan Indonesia maupun di pabrik yang ada disana selama memenuhi kriteria, bahkan salah satu teman kami sukses jadi senior Engginerin di Belanda setelah lulus dari Taiwan, jadi kualifikasi pendidikan di Taiwan itu sudah diakui dunia.”
Menutup cerita beliau yang paling mengharukan dimana beliau sempat diminta jadi khatib yang dimana jamaahnya banyak yang menangis haru, dikiranya beliau berhasil menjadi khotib Idul Fitri ternyata setelah ditanyakan langsung karena sudah 10 tahun tinggal dan bekerja di sini tkw baru bisa merasakan Idul Fitri.
Demikian beliau memberikan penjelasan hingga suasana semakin hangat dan akrab, karena waktu juga hingga Prof Yahya selalu Mc harus membatasi sharing Coffe Morning kali, dalam menutup statment beliau sangat berharap agar kegiatan dalam berjalan konsisten dan tidak pasan didepan. (R.Karno)
















