Dari Sampah Jadi Berkah: Kulit Pisang Epe Disulap Jadi Kompos di Kelurahan Baru

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MakassarForum.Makassar.Info.com | Sore itu, tumpukan kulit pisang epe di kawasan Pantai Losari tidak lagi berakhir di tempat sampah. Kulit-kulit yang biasanya berserakan di sekitar pedagang kini dikumpulkan rapi dalam wadah khusus.

Dari sinilah kisah sederhana tapi berarti dimulai, ketika sampah yang kerap dianggap tak berguna justru berubah menjadi sumber penghasilan baru bagi warga Kelurahan Baru.

“Dulu tiap malam saya pusing lihat kulit pisang numpuk, apalagi kalau ramai pembeli. Sekarang alhamdulillah, kulit itu langsung diambil untuk dijadikan kompos. Jadi tidak bau, dan ternyata bisa bermanfaat,” tutur Rahma, salah satu pedagang pisang epe di Losari.

Inisiatif ini digagas oleh Lurah Baru, Fajar. Ia tidak sekadar menunggu program dari atas, tapi terjun langsung ke lapangan. Bersama UPTD Anjungan Pantai Losari, Muliany Rosa Arifin, ia menggerakkan warga agar mau melihat peluang di balik limbah yang sehari-hari mereka jumpai.

“Awalnya banyak yang heran, masa kulit pisang bisa jadi uang? Tapi begitu lihat hasilnya, sekarang warga semangat kumpul kulit pisang,” ujar Fajar dengan senyum bangga.

Baca Juga:  Wartawan Di Makassar Tolak Draft Revisi Undang - Undang Penyiaran Investigasi

Kepala UPTD Anjungan Pantai Losari turut menyediakan wadah penampungan dan peralatan sederhana untuk pengolahan. Kompos yang dihasilkan kemudian dijual kembali, sebagian dipakai warga untuk bercocok tanam. Hasil penjualan memang tidak langsung besar, tapi cukup menambah pemasukan rumah tangga.

Program ini mendapat sambutan positif dari Wali Kota Makassar. Dukungan tersebut semakin memotivasi warga bahwa langkah kecil mereka bisa menjadi contoh pengelolaan sampah kreatif bagi wilayah lain.

Bagi warga Kelurahan Baru, program ini bukan sekadar soal ekonomi. Ada rasa kebersamaan yang tumbuh karena mereka sama-sama menjaga lingkungan sekaligus mendapat manfaat.

“Sekarang kalau lihat kulit pisang, bukan lagi sampah, tapi rezeki,” kata Amir, salah satu warga yang ikut mengolah kompos.

Dari tangan-tangan sederhana, kulit pisang yang tadinya hanya mengotori jalan kini berubah menjadi berkah.

Kisah di Kelurahan Baru ini membuktikan, inovasi kecil bisa membawa perubahan besar bagi masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Ekonomi Hingga Infrastruktur, Bupati Syaharuddin Alrif Paparkan Capaian Pemerintahan di Mubes IKM-ISA
Nakhoda Baru IKM Sidrap: FPII Sulsel Siap Jadi Mitra Strategis Prof Muhammad Ruslin
Polisi Badut Hibur Pengunjung dengan Sulap di Anjungan Pantai Losari
Kapolda Sulsel Pimpin Pelantikan 945 Bintara Polri Kemampuan Brimob Gelombang I T.A. 2026 di SPN Polda Sulsel
Sinergi DPC APPI Mamajang, Polsek dan Perumda Pasar Hadirkan Pasar Murah untuk Masyarakat
15 DPC APPI Matangkan Persiapan Pelantikan Akbar di Balai Kencana 45
Panitia Sebut Pelantikan DPP APPI Akan Dihadiri Hingga 1.500 Kader
Wakasat Lantas Polrestabes Makassar Ngopi Bareng Insan Pers, Perkuat Sinergitas dan Edukasi Tertib Lalu Lintas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:37 WIB

Dari Ekonomi Hingga Infrastruktur, Bupati Syaharuddin Alrif Paparkan Capaian Pemerintahan di Mubes IKM-ISA

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:34 WIB

Nakhoda Baru IKM Sidrap: FPII Sulsel Siap Jadi Mitra Strategis Prof Muhammad Ruslin

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:27 WIB

Polisi Badut Hibur Pengunjung dengan Sulap di Anjungan Pantai Losari

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:14 WIB

Kapolda Sulsel Pimpin Pelantikan 945 Bintara Polri Kemampuan Brimob Gelombang I T.A. 2026 di SPN Polda Sulsel

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:34 WIB

Sinergi DPC APPI Mamajang, Polsek dan Perumda Pasar Hadirkan Pasar Murah untuk Masyarakat

Berita Terbaru