Klarifikasi Ahmad Kamaluddin Dinilai Buka Aib Sendiri, Rizka “Tidak Ada Mantan Anak, Hanya Ayah yang Abai”

- Penulis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUMMAKASSARINFO.COM,-Makassar, 28 Juni 2025 — Polemik hubungan gelap yang menyeret nama Ahmad Kamaluddin alias AK, seorang aparatur sipil negara (ASN), kembali mencuat setelah dirinya memberikan klarifikasi kepada beberapa media online (28/6/25). Alih-alih membantah, Ahmad justru menyampaikan pengakuan secara tidak langsung bahwa dirinya pernah memiliki hubungan dengan perempuan lain di luar pernikahan sah yang kini telah melahirkan anak darinya.

Pengakuan itu tersirat dalam pernyataan Ahmad mengenai adanya pembatalan rencana pernikahan oleh Rizka, sang korban, setelah anak mereka dilahirkan. Hal ini menjadi penguatan atas fakta-fakta yang selama ini disampaikan Rizka, termasuk tudingan bahwa Ahmad berupaya lepas dari tanggung jawab sebagai ayah biologis.

“Saya menolak dinikahi sesaat. Siapa perempuan waras yang mau dinikahi lalu langsung diceraikan setelah melahirkan? Saat itu saya sedang mengandung anaknya. Jadi, kalau sekarang dia bilang begitu, artinya dia sendiri membenarkan bahwa kejadian itu benar, ”tegas Rizka dalam keterangannya.

Bukan Soal Status, Tapi Soal Tanggung Jawab

Kemarahan Rizka bukan tanpa dasar. Ia mengaku sejak anaknya lahir hampir lima tahun lalu, tidak sekalipun Ahmad menunjukkan tanggung jawab sebagai ayah. Tidak ada pengakuan formal, tidak ada nafkah, bahkan tidak ada upaya pencatatan identitas anak oleh pihak ayah.

“Saya cuma ingin katakan: tidak ada mantan anak. Yang ada itu mantan pacar, mantan istri, mantan selingkuhan. Tapi anak? Dia tetap darah daging. Sayangnya, Ahmad lari dari kenyataan itu,” lanjut Rizka.

Soal Surat Nikah: Dibuat untuk Anak, Bukan untuk Menipu

Ahmad sebelumnya menuding Rizka telah membuat surat nikah palsu, yang disebutnya dikeluarkan oleh seorang imam. Namun Rizka membantah bahwa surat tersebut dibuat untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan bahwa itu dilakukan demi anaknya, yang saat itu dalam kondisi sakit dan membutuhkan dokumen identitas untuk berobat serta sebagai syarat administratif sekolah.

“Kalau itu dianggap pemalsuan, saya siap bertanggung jawab. Tapi jangan lupakan konteksnya: anak ini sakit dan butuh pengakuan. Ahmad tahu itu anaknya, dia akui sendiri saat mediasi,” katanya.

Rizka juga menyampaikan bahwa dirinya pernah dipanggil dan dimintai keterangan oleh Polsek Mariso terkait laporan pemalsuan tersebut. Namun mediasi berakhir tanpa hasil karena Ahmad hanya menawarkan nafkah Rp300 ribu per bulan, jauh di bawah permintaan Rizka sebesar Rp500 ribu.

Baca Juga:  DEMO SOAL PABRIK PORANG BULUKUMBA. DLHK PROV. SULSEL, BELUM ADA IZIN TERKAIT PT BBN

“Bukan soal nominalnya. Tapi ini soal kesungguhan dan tanggung jawab. Tapi dia anggap ini transaksi. Maka saya keluar dari mediasi itu,” jelas Rizka.

Pelanggaran Berat, Hak Anak Diabaikan, Etika ASN Dicederai

Tindakan Ahmad Kamaluddin diduga mencederai berbagai aspek hukum dan moralitas publik, di antaranya:

1. Pelanggaran Hak Anak

Ahmad diduga melanggar hak dasar anak sebagaimana diatur dalam [Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak), khususnya :

* Pasal 76B dan Pasal 77 : larangan menelantarkan anak. Ancaman pidana, 5 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp100 juta.
* Pasal 28: anak berhak atas identitas, akta kelahiran, dan pengakuan resmi dari kedua orang tuanya.

2. Pelanggaran Etika dan Disiplin Sebagai ASN, Ahmad terikat pada PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS :
* Pasal 5 huruf a : larangan melakukan perbuatan asusila.
* Pasal 10 huruf f : larangan mencemarkan martabat dan kehormatan sebagai ASN.

Sanksi mulai dari penurunan pangkat, pembebasan dari jabatan, hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Negara dan Institusi Diam, Korban Terus Berjuan

Ironisnya, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari instansi tempat Ahmad bekerja. Tidak ada pembebasan tugas sementara, tidak adanya proses etik yang terbuka,.

Sementara itu, Rizka menyatakan siap menghadapi segala bentuk konsekuensi hukum jika dianggap menyebarkan informasi yang merugikan pihak Ahmad.

“Silakan jika dia mau tempuh jalur hukum. Saya tidak takut. Saya hanya berjuang untuk anak saya. Biar publik menilai, siapa yang benar-benar menelantarkan dan siapa yang berjuang sendirian sejak anak ini lahir, “pungkas Rizka.

Kasus ini bukan sekadar kisah personal. Ini adalah cerminan kebobrokan moral sebagian aparatur negara yang memanfaatkan kuasa untuk lepas tanggung jawab. Negara dan institusi ASN tidak boleh diam.

Pengabaian terhadap hak anak dan pengingkaran terhadap nilai publik adalah penghinaan terhadap konstitusi dan kemanusiaan.

Editor ysf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aspirasi Kesultanan Gowa Diterima DPRD, Jendral Lapangan Sampaikan Terima Kasih kepada Polresta Gowa
Direktur CV. Cahaya Mutiara Indonesia, Muh.darwis Rasyid Menyerahkan Bantuan Korban kebakaran
Polsek Bontoala Terima Kunjungan Tim Supervisi Siwas Polrestabes Makassar Tahap II
Eric Vr: “Menolong Publik di Era Digital Adalah Menyajikan Kebenaran, Bukan Sensasi Clickbait
Lembaga BKUK Gelar Rapat Kerja dengan Ketua DPD Kota Makassar
Gabungan Media & GWI Temukan Bisnis Obat Keras Tipe G di Pondok Aren Menggila: Berani Serang Jurnalis, Aparat Diminta Tegas!
Menunggu Wakil Tuhan Hakim Agung bersidang di MA RI Dalam Perkara No.10/PDT.G/2025 dan Kasasi No.3297/K/PDT/2026.
GWI Geram! Kecam Arogansi Pemdes Sumber Sari Kampar yang Abai Lambang Negara dan Alergi Kritik Jurnalis
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Aspirasi Kesultanan Gowa Diterima DPRD, Jendral Lapangan Sampaikan Terima Kasih kepada Polresta Gowa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Direktur CV. Cahaya Mutiara Indonesia, Muh.darwis Rasyid Menyerahkan Bantuan Korban kebakaran

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:55 WIB

Polsek Bontoala Terima Kunjungan Tim Supervisi Siwas Polrestabes Makassar Tahap II

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:36 WIB

Eric Vr: “Menolong Publik di Era Digital Adalah Menyajikan Kebenaran, Bukan Sensasi Clickbait

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:20 WIB

Lembaga BKUK Gelar Rapat Kerja dengan Ketua DPD Kota Makassar

Berita Terbaru

Gowa

AKP Hasan Fadhlyh Tinggalkan Jejak di Bulukumba

Jumat, 7 Agu 2026 - 05:18 WIB

Sulsel

Hasan Fadhlyh Tinggalkan Bulukumba, Emban Amanah Baru

Jumat, 7 Agu 2026 - 00:19 WIB