Annar Salahuddin Sampetoding Sampaikan Permohonan Maaf dan Klarifikasi Publik Terkait Dugaan Kasus Uang Palsu

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 01:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUMMAKASSARINFO.COM-Makassar, Annar Salahuddin Sampetoding secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi terkait kegaduhan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, terutama berkaitan dengan pemberitaan yang menyebut namanya dalam dugaan kasus uang palsu. Pernyataan ini disampaikan langsung melalui surat terbuka yang ditujukan kepada keluarga besar di Tana Toraja, Gowa, Bugis, Luwu, dan Mandar, serta seluruh keturunan kerajaan Tomanurung dan Puang Sangalla–Karaeng Bayō.

Dalam pernyataannya, Annar menyayangkan adanya proses “trial by the press” dan “trial by the law” yang menurutnya tidak adil dan mendahului proses hukum resmi.

“Saya merasa perlu menjelaskan bahwa perbuatan yang dituduhkan kepada saya melalui berbagai media adalah bentuk pengadilan di luar proses hukum resmi,” tegas Annar.

Ia menjelaskan, seluruh perlengkapan usaha seperti mesin cetak, peralatan resto, hingga sarana kampanye Pilkada disiapkan secara legal menggunakan dana pribadinya. Namun, setelah tidak mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulsel, ia memerintahkan agar peralatan tersebut dijual. Menurutnya, mesin dan perlengkapan tersebut telah dijual oleh Sdr. Syahruna seharga Rp250 juta, namun hingga kini ia belum menerima hasil penjualannya.

Annar juga menjelaskan kronologi penggerebekan di kediamannya pada 8 Desember 2024. Saat itu, ia sedang berada di Jakarta dan menerima kabar bahwa Syahruna ditangkap terkait dugaan uang palsu bersama seseorang bernama Andi Ibrahim di Kampus UIN. Ia mengaku sempat mengenal Andi Ibrahim yang diperkenalkan oleh Ryan Latief dan menegaskan bahwa ia telah melarang keduanya datang ke rumahnya setelah merasa curiga atas aktivitas mereka.

Baca Juga:  Bendera Merah Putih Dirobohkan, Penegak Hukum Diam: Pelanggaran UU 24/2009 Diabaikan?

“Setelah saya tahu mereka menunjukkan alat sensor uang dan kertas aneh, saya langsung perintahkan agar mereka tidak lagi datang ke rumah saya,” jelasnya.

Tak lama berselang, terjadi penggerebekan kedua dan penangkapan terhadap John Bliater Panjaitan, yang menurut Annar hanya berperan sebagai pengawas proyek pengadaan alat peraga Pilkada.

Annar mengungkapkan keterkejutannya saat dirinya disebut sebagai buron dan DPO oleh media, padahal belum pernah diperiksa sebelumnya oleh Polres Gowa. Ia mengaku datang secara sukarela untuk klarifikasi, namun setelah pemeriksaan sebagai saksi, ia langsung ditetapkan sebagai tersangka. Ia menyebut proses tersebut sebagai bentuk kriminalisasi dan pemaksaan hukum.

“Demi Allah dan Rasul, saya tidak terlibat dan tidak tahu-menahu tentang pencetakan maupun penyebaran uang palsu sebagaimana dituduhkan kepada saya,” tegasnya.

Ia juga membantah menerima keuntungan dari dugaan tindak pidana tersebut. Bahkan, menurut BAP Syahruna, uang palsu yang dicetak sejumlah Rp600 juta, sedangkan ia mengklaim telah membagikan uang sebesar Rp40 miliar kepada keluarganya pada Mei 2024 dan masih memiliki penghasilan halal dalam jumlah besar.

Sebagai penutup, Annar mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia politik. Ia berterima kasih kepada Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atas perjalanan politiknya sejak 1989 hingga 2025.

“Saya akan fokus membangun ekonomi Indonesia Timur dan merawat budaya leluhur kita,” tulisnya.

Dengan penuh keyakinan, ia menegaskan: “Saya punya Allah yang Maha Besar, Maha Agung, Maha Segala-galanya.”

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koramil 1408-03/Wajo Gencarkan Karya Bakti, Pasar Bacan Dibersihkan untuk Wujudkan Lingkungan Sehat
Forum Makassar Info Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-53 kepada Muhammad Akil Djamaluddin
PT Media Duta Karsa Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-53 untuk Muhammad Akil Djamaluddin
Air Bersih Harus Sampai ke Warga, Pemkot Makassar Perkuat Distribusi di Tengah Kemarau Panjang
Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange
Pembangunan Kantor Kelurahan Dimulai, Penutupan Akses Jalan Bunga Eja Beru Dilakukan demi Keselamatan Warga
Gelar Kudapil di Pinrang, Capt Unru Baso Sosialisasi Empat Pilar sekaligus Serap Aspirasi Warga, dan Bangkitkan Nelayan Merah Putih
HMI Cab Makassar Geruduk PT Pertamina Regional sulawesi atas kelangkaan BBM dan LPG
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 03:22 WIB

Koramil 1408-03/Wajo Gencarkan Karya Bakti, Pasar Bacan Dibersihkan untuk Wujudkan Lingkungan Sehat

Jumat, 25 September 2026 - 02:41 WIB

PT Media Duta Karsa Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-53 untuk Muhammad Akil Djamaluddin

Jumat, 25 September 2026 - 01:56 WIB

Air Bersih Harus Sampai ke Warga, Pemkot Makassar Perkuat Distribusi di Tengah Kemarau Panjang

Kamis, 24 September 2026 - 00:41 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange

Senin, 21 September 2026 - 01:26 WIB

Pembangunan Kantor Kelurahan Dimulai, Penutupan Akses Jalan Bunga Eja Beru Dilakukan demi Keselamatan Warga

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Tewasnya Rafli di Tallo Didalami Propam dan Itwasda Polda Sulsel

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:10 WIB