18 Tahun Terabaikan Kondisi UPT SD Ng 7 Watang Sidenreng Memprihatinkan, Atap Dinding, Retak dan Lantai Berlubang

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidrap – FORUM.MAKASSAR.INFO.COM – Kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menjadi sorotan tajam. UPT SD Negeri 7 Watang Sidenreng dilaporkan tidak pernah tersentuh bantuan rehabilitasi bangunan maupun sarana prasarana (sarpras) selama 18 tahun terakhir, tepatnya sejak tahun 2008 hingga saat ini.

​Kondisi paling parah terlihat di tiga ruang kelas, yakni Kelas 4, 5, dan 6. Ruang-ruang belajar tersebut kini jauh dari kata layak. Lantai semen yang sudah hancur dan berlubang-lubang menyambut siswa setiap hari, ditambah kondisi plafon serta atap yang sudah bolong dimakan usia, termasuk Dinding yang sudah retak.

​Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari LSM Triga Nusantara DPC Sidrap. Ketua DPC, Ashadi Kadir, menilai sekolah tersebut sudah tidak layak digunakan sebagai tempat mencetak generasi penerus bangsa.

​”Sangat memprihatinkan. Jika hujan turun, air langsung tembus ke bawah karena atap bocor. Aktivitas belajar mengajar jelas terganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi siswa maupun guru. Ini harus menjadi atensi serius,” tegas Ashadi Kadir saat meninjau lokasi.

​Ashadi meminta Pemerintah Kabupaten Sidrap segera turun tangan melakukan verifikasi lapangan agar sekolah ini masuk dalam prioritas bantuan pembangunan.

“Lanjut Ashadi harapan Pemerintah harus hadir memberikan hak pendidikan yang layak bagi anak-anak kita di sini,” terang Ashadi.

Baca Juga:  Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo

​Sementaraa Plt. Kepala Sekolah UPT SD Neg 7 Watang Sidenreng, Muhammad Darmin, membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya memang sudah sangat lama tidak mendapatkan sentuhan bantuan fisik.

​Selain masalah bangunan, Muhammad Darmin juga mengungkap ironi terkait data administrasi siswa:

​Total Siswa: 87 orang.
​Terdata di Dapodik: 83 orang.
​Masalah Utama: Adanya siswa yang belum terdata karena kendala administrasi kependudukan orang tua (tidak memiliki KK dan Akta Nikah).
​Nasib Siswa Tanpa Dokumen Kependudukan
​Yang lebih memilukan, terdapat dua orang siswa bersaudara yang hingga kini belum masuk dalam sistem Dapodik sekolah, yakni:

​Muh. Fikram (Kelas 2)
​Fitriani (Kelas 3)
​Keduanya belum terdaftar karena orang tua mereka belum memiliki dokumen kependudukan yang sah seperti Kartu Keluarga (KK) dan Akta Nikah. Hal ini menjadi beban ganda bagi pihak sekolah; selain fasilitas yang rusak, status administratif siswa pun terhambat, urai Darmin.

​Dikatakan Darmin. Selain Warga Sekolah, Masyarakat juga berharap Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dapat berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah ini—baik dari segi renovasi fisik bangunan maupun legalitas status kependudukan para siswa agar mereka mendapatkan hak pendidikan yang utuh, pintah Darmin. (*)

Editor : (Tim/Red)

Sumber Berita: Risal Bakri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blackout di Sumatera Bukan Kecelakaan, Tapi Diduga Akibat Kelalaian dan Keserakahan!”, Kasihhati Desak Usut Tuntas
Mobil Box Milik Mafia BBM Ditangkap Polres Gowa, Sopir Sebut Nama Mansyur Alias Cacolle
LIN Akan Laporkan Penipuan Warga Yang Dilakukan Ramli Dengan Modus Jual Kartu Relawan Prabowo Seharga 80,000 Dengan Alasan Kartu KDMP
Bawa Nama Baik Polrestabes Makassar, Kapolsek Bontoala Apresiasi Aipda Nurhidayat Melaju ke Lomba Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel
Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo
Bhabinkamtibmas Bunga Ejaya Pantau Pelayanan Adminduk dan Pasar Murah di Wilayahnya
Gencarkan Zona Integritas, Polsek Bontoala Pasang Banner “Stop Gratifikasi”
Dr. Haedar Djidar Nahkodai Kota Palopo Setelah Terima Mandat sebagai Ketua Markas Cabang LMP Kota Palopo
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:40 WIB

Blackout di Sumatera Bukan Kecelakaan, Tapi Diduga Akibat Kelalaian dan Keserakahan!”, Kasihhati Desak Usut Tuntas

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Mobil Box Milik Mafia BBM Ditangkap Polres Gowa, Sopir Sebut Nama Mansyur Alias Cacolle

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:04 WIB

LIN Akan Laporkan Penipuan Warga Yang Dilakukan Ramli Dengan Modus Jual Kartu Relawan Prabowo Seharga 80,000 Dengan Alasan Kartu KDMP

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:25 WIB

Bawa Nama Baik Polrestabes Makassar, Kapolsek Bontoala Apresiasi Aipda Nurhidayat Melaju ke Lomba Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel

Rabu, 10 Juni 2026 - 00:45 WIB

Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo

Berita Terbaru