FORUM MAKASSAR INFO.COM
Balikpapan — Sebuah pendekatan unik dalam dunia pendidikan maritim kembali diperkenalkan melalui kuliah umum yang digelar oleh BILD IKN (Institute Kalimantan Nusantara). Dalam forum ilmiah tersebut, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono tampil sebagai pembicara utama dengan membawakan topik Maritime Theology, yang diikuti oleh mahasiswa dari jenjang S1, S2, hingga S3.
Kuliah yang berlangsung secara virtual ini berhasil menarik perhatian ratusan peserta. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga memperkaya dimensi pemikiran mahasiswa dalam memahami profesi maritim secara lebih menyeluruh.
Dalam penyampaiannya, Prof. Eddy mengajak para peserta untuk melihat kehidupan pelaut dari sudut pandang yang lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa dunia maritim tidak hanya berkutat pada aspek teknis, seperti navigasi dan operasional kapal, tetapi juga mencakup dimensi spiritual yang berperan penting dalam membentuk karakter seorang pelaut.
Menurutnya, Maritime Theology hadir sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keimanan. Pendekatan ini membantu individu dalam memahami makna profesinya, sekaligus memperkuat ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan di laut.
Ia menggambarkan bahwa kehidupan di atas kapal seringkali penuh dengan tekanan, keterbatasan komunikasi, serta kondisi yang jauh dari kenyamanan daratan. Dalam situasi seperti itu, kekuatan spiritual menjadi faktor penentu dalam menjaga keseimbangan emosi dan pengambilan keputusan yang bijaksana.
“Ketika berada di tengah lautan yang luas, manusia dihadapkan pada realitas yang menuntut keteguhan hati. Di sinilah nilai spiritual memainkan peran penting,” jelasnya.
Selain membahas aspek spiritual, Prof. Eddy juga menyinggung pentingnya etika dalam menghadapi perkembangan teknologi di sektor pelayaran. Ia mengingatkan bahwa kemajuan digital tidak boleh menggeser nilai-nilai kemanusiaan, melainkan harus berjalan beriringan untuk menciptakan sistem pelayaran yang berkelanjutan dan berintegritas.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi diskusi yang interaktif. Mahasiswa dari berbagai jenjang menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan terkait implementasi konsep yang disampaikan. Dialog yang terbangun mencerminkan adanya pemahaman kritis sekaligus keinginan untuk mengembangkan perspektif baru dalam dunia maritim.
Penyelenggara dari BILD IKN menyampaikan bahwa kuliah ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kehadiran Prof. Eddy dinilai mampu memberikan inspirasi sekaligus membuka cakrawala berpikir mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu dengan nilai kehidupan.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, kuliah ini menjadi momentum penting dalam menegaskan bahwa pendidikan maritim harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan kedalaman spiritual.
Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan para mahasiswa mampu memaknai profesi maritim sebagai sebuah panggilan yang memiliki nilai lebih dari sekadar pekerjaan. Kuliah Maritime Theology ini pun menjadi bukti bahwa pengembangan dunia maritim ke depan tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada kekuatan nilai dan karakter manusia yang menjalankannya. (*)
















