Menyalakan Harapan dari Ruang Kuliah: Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono Teguhkan Makna “Maritime Theology” bagi 211 Mahasiswa

- Penulis

Selasa, 17 Februari 2026 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUM MAKASSAR INFO.COM, Kalimantan – Suasana perkuliahan di BILD Institute Kalimantan Nusantara terasa berbeda ketika Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, Ph.D membawakan mata kuliah Maritime Theology di hadapan 211 mahasiswa dari jenjang S1, S2, hingga S3. Pertemuan akademik tersebut berkembang menjadi ruang refleksi mendalam tentang arti kepemimpinan, iman, dan tanggung jawab dalam dunia maritim yang terus berubah.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Eddy mengajak para mahasiswa memandang laut bukan sekadar bentang geografis atau jalur ekonomi global, melainkan simbol perjalanan manusia dalam menemukan tujuan hidup. Samudera, dengan luas dan kedalamannya, mencerminkan dinamika kehidupan: penuh ketidakpastian, namun menyimpan peluang besar bagi mereka yang berani melangkah dengan keyakinan.

 

Ia menegaskan bahwa pendidikan maritim di era modern harus melampaui batas teknis. Kompetensi navigasi, manajemen kapal, maupun penguasaan teknologi hanyalah sebagian dari bekal seorang profesional. Yang lebih mendasar adalah integritas, keteguhan moral, dan kesadaran spiritual. Tanpa nilai yang kuat, kemajuan justru berisiko kehilangan arah.

 

Ratusan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut menunjukkan semangat tinggi. Pertanyaan dan tanggapan mengalir dari berbagai sudut pandang. Mahasiswa sarjana menyampaikan kegelisahan mereka menghadapi dunia kerja yang kompetitif. Peserta magister membahas kepemimpinan berbasis nilai dalam organisasi maritim. Sementara mahasiswa doktoral memperluas diskusi ke ranah konseptual dan pengembangan paradigma teologi dalam konteks kelautan. Interaksi lintas generasi ini menciptakan suasana akademik yang hidup dan membangun.

 

Prof. Eddy juga mengangkat isu-isu nyata yang dihadapi para pelaut dan praktisi maritim, seperti tekanan psikologis di tengah isolasi laut, tuntutan profesional yang tinggi, serta tantangan menjaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa teologi maritim harus hadir sebagai solusi etis dan spiritual. Laut bukan sekadar ruang eksploitasi ekonomi, melainkan anugerah yang harus dijaga dengan tanggung jawab.

Baca Juga:  Wisuda 117 Santri Al-Hasyimiyah, Perkuat Sidrap Lumbung Penghafal Al-Qur’an

 

Salah satu gagasan kuat yang disampaikan adalah tentang kepemimpinan yang melayani. Menurutnya, seorang pemimpin sejati tidak hanya memerintah, tetapi memberi teladan. Ia harus mampu menjadi penuntun di tengah badai, sekaligus sumber ketenangan bagi timnya. Prinsip ini relevan bukan hanya di atas kapal, tetapi juga dalam organisasi, kampus, dan kehidupan bermasyarakat.

 

Kehadiran 211 mahasiswa dalam satu forum menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendidikan berbasis nilai semakin dirasakan. Di tengah arus globalisasi dan revolusi teknologi, generasi muda membutuhkan fondasi yang kokoh agar tidak mudah goyah oleh perubahan zaman. Pendidikan yang menyentuh dimensi spiritual dan karakter menjadi kunci membangun masa depan yang berkelanjutan.

 

Perkuliahan ini sekaligus mempertegas komitmen BILD Institute Kalimantan Nusantara dalam membentuk insan akademik yang utuh—cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual. Sinergi antara iman dan ilmu menjadi ciri khas pendekatan pembelajaran yang dihadirkan.

 

Menutup sesi, Prof. Eddy mengajak mahasiswa untuk berani memaknai profesi sebagai panggilan. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki peran strategis dalam membangun peradaban maritim yang berkeadilan dan bermartabat. Dengan nilai sebagai kompas dan pengetahuan sebagai bekal, generasi ini diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan.

 

Dari ruang kuliah di Kalimantan, semangat itu terus bergaung: berlayarlah dengan keyakinan, pimpinlah dengan integritas, dan jadikan iman sebagai cahaya dalam setiap langkah perjalanan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dr. Haedar Djidar Nahkodai Kota Palopo Setelah Terima Mandat sebagai Ketua Markas Cabang LMP Kota Palopo
Lidik Pro Maros Soroti Laporan Pengaduan yang Masuk Sejak Desember 2025, Pelapor Harapkan Kepastian Hukum
KETUA LIDIK PRO MAROS DESAK PEMDES, DLH DAN POLRES MAROS USUT AKTIVITAS PENGERUKAN DEKAT PERMUKIMAN WARGA
Pekerja Mengaku Diberhentikan Setelah Enam Tahun Mengabdi, PT Bahtera Milenial Indonesia Disorot
Pihak Bank BRI Memviralkan Nasabah Melalui Medsos Keluarga Nasabah Tidak Terima Akan Melakukan Upaya Hukum
Tingkatkan Disiplin Personel Polsek Bontoala, Sie Propam Polrestabes Makassar Gelar Gaktibplin
PKL Masih Dibiarkan Berjualan di Atas Fasum dan Bahu Jalan Pemerintah Kelurahan Pannampu Harus ambil Langkah Tegas
Warga Pertanyakan Realisasi Janji Mediasi Lurah Terkait Bangunan Ilegal di Pintu Nol Unhas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 01:29 WIB

Dr. Haedar Djidar Nahkodai Kota Palopo Setelah Terima Mandat sebagai Ketua Markas Cabang LMP Kota Palopo

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:02 WIB

Lidik Pro Maros Soroti Laporan Pengaduan yang Masuk Sejak Desember 2025, Pelapor Harapkan Kepastian Hukum

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:59 WIB

KETUA LIDIK PRO MAROS DESAK PEMDES, DLH DAN POLRES MAROS USUT AKTIVITAS PENGERUKAN DEKAT PERMUKIMAN WARGA

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:01 WIB

Pekerja Mengaku Diberhentikan Setelah Enam Tahun Mengabdi, PT Bahtera Milenial Indonesia Disorot

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:51 WIB

Pihak Bank BRI Memviralkan Nasabah Melalui Medsos Keluarga Nasabah Tidak Terima Akan Melakukan Upaya Hukum

Berita Terbaru