FORUMMAKASSARINFO.COM-Bismillah..Rabbisrahli saderi wayassirli amri wahlul yg datang minlisani yafkahu kawuli..
Alhamdulillah wasyukurillah walahaula walakuata illabillahil adzim..
Ashadi Allailaha illallah waashaduanna Muhammadan abduhubwarosuluhi..
Allahumma sholli alaa, sayyidina Muhammad wa alaikum alihi washobihi ajemain.. Ammabaat…
Rasa syukur yg paling utama tiada henti kita selalu panjatkan kepada Allah SWT, penguasa dan pencipta Alam Semesta..
Sholawat, salam juga Taslim kepada Nabi Akhir Zaman Nabi kesayangan Allah SWT, Muhammad Saw.. Beserta keluarga,, sahabat, tabi’in..
Sahabat dimanapun yg dirahmati Allah SWT..
Tanggal 7 Rajab 1445H bertepatan tgl 19 Januari 2024 Masehi.
Bertapa besar peran Ayah sehingga bercerita akan dirinya akan selalu Indah, beliau yang tidak hanya dituntut dalam menafkahi keluarga, lebih dari itu awal pembentukan manusia yg bermartabat lahir dari tangan seorang Ayah, pemimpin yg amanah lahir dari seorang Ayah…
Peran penting bagi seorang Ayah akan menentukan nasib keturunannya dimasa depan, membentu mental yang mandiri atau akan menjadi generasi yang manja sebagaimana kita telah diingatkan dalam:
Firman Allah SWT, QS. Luqman Ayat 16
يَٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوْ فِى ٱلْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Bacaan latinnya: “Yā bunayya innahā in taku miṡqāla ḥabbatim min khardalin fa takun fī ṣakhratin au fis-samāwāti au fil-arḍi ya`ti bihallāh, innallāha laṭīfun khabīr” Artinya: “(Luqman berkata):
‘Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui,” (QS. Luqman [31]: 16)
Pembentukan karakter seseorang akan dimulai dari peran seorang Ayah harus mampu mendidik dan meyakinkan generasi-generasi nya bahwa setiap Perbuatannya Pasti akan dibalas, maka pesan dan tauladan Ayah sangat penting untuk dapat mengarahkan anak-anak nya agar menjadi pemimpin yg amanah, terhindar dari perbuatan maksiat dan tercelah karena sesuai ayat tersebut sebesar biji sawi pun akan mendapatkan balasan..
Maka pesan penting itu dimulai dari arah kebijakan seorang Ayah dalam melahirkan anak yang nanti akan tumbuh menjadi penerus yang mampu pelita atau akan menjadi peredup cahaya yang telah ayah pancarkan.
Pendidikan Ayah akan berperan dalam kehidupan dunia yang semakin cepat perubahan, nasehat serta contoh dari ayah menjadikan sifat dimulainya babat baru generasi yang mencerminkan sosok seorang Ayah, karena pada dasarnya seperti kata pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya, setiap prilaku anak lebih pada banyak mendengar dan melihat apa yg dilakukan keseharian seorang Ayah,, jika ayah itu penuh kasih sayang, pekerja keras, mencintai Ilmu maka insya Allah karakter ini pula yg membentuk seorang anak, pun sebaliknya jika kekerasan dan bukan ketegasan, amarah bukan arahan, cacian bukan belas kasih begitulah nanti generasi yang akan kita lahirkan.
Namun semua itu perlu usaha seorang Ayah dan segala, sifat yang buruk dapat kita ubah menjadi baik, tergantung seberapa besar usaha kita dalam mendekatkan diri kepada Allah, lewat zikir, sholat, mengaji dam bermuamalah terhadap sesama.
Sahabat dimanapun yg dirahmati Allah SWT..
Semoga, sepenggal sharing renungan ini bisa bermanfaat, khususan kami seluarga.. Aamiin..
Mohon dimaafkan jika, ada khilaf kata, krn Allah jualan yg Maha Sempurna.
Ilamuafiqthoriq.. Wassalamu Alaikum wrwb….
















