Aliansi Suku Makassar Mengecam Kehadiran W Super Club di Kota Makassar

- Penulis

Kamis, 30 Mei 2024 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar,-Aliansi Suku Makassar, yang merupakan gabungan dari berbagai lembaga organisasi masyarakat (ormas) budaya Sulawesi Selatan, menyampaikan kecaman keras terhadap peresmian W Super Club yang baru saja dibuka di kawasan Ciputra Land Kota Makassar. Tempat hiburan malam tersebut oleh pengacara terkenal, Hotman Paris.

Pada acara peresmian W Super Club, Hotman Paris mengajak masyarakat untuk “berdansa sampai akhir zaman” dan mengungkapkan bahwa klub tersebut membutuhkan 1000 wanita yang siap bekerja di sana. Pernyataan ini memicu reaksi negatif dari berbagai elemen masyarakat, terutama dari Gabungan ormas lembaga budaya Aliansi Suku Makassar yang menilai, bahwa keberadaan klub malam tersebut bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan moral masyarakat Sulawesi Selatan.

Kecaman Aliansi Suku Makassar menilai bahwa W Super Club dapat merusak tatanan sosial dan moral masyarakat lokal dan budaya yang ada di Sulawesi Selatan (Makassar)

Dalam pernyataan resminya, mereka menegaskan bahwa tempat hiburan malam seperti W Super Club tidak sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Makassar. Mereka juga menyayangkan sikap Hotman Paris yang dinilai tidak sensitif terhadap norma dan adat istiadat setempat.

“Kehadiran klub malam seperti W Super Club hanya akan membawa dampak negatif bagi generasi muda dan dapat memicu berbagai masalah sosial seperti pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Irfan Harris, seorang perwakilan dari Aliansi Suku Makassar.Kamis, 30 Mei 2024

Kecaman dari Aliansi Suku Makassar mendapat dukungan luas dari masyarakat. Banyak warga Makassar yang merasa khawatir dengan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kehadiran klub malam tersebut. Mereka menuntut pemerintah daerah untuk mengambil tindakan tegas terhadap W Super Club dan mempertimbangkan kembali izin operasional tempat hiburan tersebut.

Baca Juga:  Pemuda Pancasila PAC Ujung Pandang Kota Makassar Melaksanakan Jumat Berkah Menebar Kebaikan Kepada Masyarakat

“Makassar adalah kota yang kaya akan budaya dan tradisi. Kehadiran tempat hiburan malam seperti ini hanya akan merusak citra kota dan mengabaikan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh leluhur kami,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Respon Hotman Paris
Menanggapi kecaman yang dilontarkan oleh Aliansi Suku Makassar, Hotman Paris belum memberikan pernyataan resmi. Namun, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia menyatakan bahwa W Super Club bertujuan untuk memberikan alternatif hiburan bagi masyarakat kota Makassar dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Situasi ini menyoroti ketegangan antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal di Kota Makassar. Aliansi Suku Makassar dan banyak warga setempat berharap pemerintah daerah dapat lebih bijaksana dalam mengeluarkan izin bagi tempat-tempat hiburan yang dapat berdampak negatif pada masyarakat. Mereka menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perkembangan kota dan pelestarian nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas Makassar selama berabad-abad.

Dengan semakin tingginya penolakan dari berbagai elemen masyarakat, nasib W Super Club di Kota Makassar kini berada di tangan pemerintah daerah yang diharapkan dapat mengambil keputusan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat luas.

#Gabungan ormas dan lembaga Budaya Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meriahkan HUT RI ke-81 SD Sambung Jawa 2 dan Enam Sekolah Gelar Berbagai Lomba
Wakapolsek Bontoala Jadi Pembina upacara Sebagai Awal Proses Belajar Mengajar di SMK Muhammadiyah 2
Bersama TNI, Polri hadir berikan pengamanan dalam Giat Bakti Sosial Klenteng Cetya Zhen An Kong
Bhabinkamtibmas Kelurahan Gaddong Bersama Babinsa dan Lurah Selesaikan Konflik Warga Terkait Program Pemkot Makassar
Respons Cepat Camat Tallo Usai Warga Keluhkan Penumpukan Sampah di Kawasan Pasar Pannampu
Alumni Angkatan 2006 UMI Kembali Berkumpul Lewat Reuni Penuh Keakraban
Kanit Intel Polsek Bontoala Pantau Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM)
Festival Kelapa Muda Hadir di Pasar Kampung Baru, Ratusan Kelapa Gratis Siap Dinikmati Pengunjung
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81 SD Sambung Jawa 2 dan Enam Sekolah Gelar Berbagai Lomba

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Wakapolsek Bontoala Jadi Pembina upacara Sebagai Awal Proses Belajar Mengajar di SMK Muhammadiyah 2

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:54 WIB

Bersama TNI, Polri hadir berikan pengamanan dalam Giat Bakti Sosial Klenteng Cetya Zhen An Kong

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Bhabinkamtibmas Kelurahan Gaddong Bersama Babinsa dan Lurah Selesaikan Konflik Warga Terkait Program Pemkot Makassar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Respons Cepat Camat Tallo Usai Warga Keluhkan Penumpukan Sampah di Kawasan Pasar Pannampu

Berita Terbaru

Gowa

Kasat Lantas Gowa Temui Pengusaha Truk Soal Terpal

Senin, 10 Agu 2026 - 06:54 WIB