Darurat Integritas Data: Puskesmas Sendana 1 Diduga Lakukan Pelaporan Fiktif Cek Kesehatan Gratis Demi Kejar Target

- Penulis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majene, SulbarForum.Makassar.Info.com – Praktik manipulasi data kembali mencoreng dunia pelayanan kesehatan dasar. Puskesmas Sendana 1 diduga kuat melakukan pemalsuan data dan pelaporan fiktif kegiatan luar gedung, khususnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Atas temuan tersebut, persoalan ini baru akan dilaporkan secara resmi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan Inspektorat Kabupaten Majene.

Berdasarkan investigasi dan informasi yang dihimpun, krisis tenaga medis telah melanda Puskesmas Sendana 1 sejak 1 Agustus 2026. Tercatat, fasilitas kesehatan tersebut kini hanya memiliki dua orang dokter yang aktif bertugas.

Dengan jumlah tenaga medis yang sangat terbatas, seluruh kegiatan pelayanan luar gedung—terutama program Cek Kesehatan Gratis (CKG)—dipastikan lumpuh total karena ketiadaan dokter yang dapat ditugaskan ke lapangan.

Persoalan serius mengenai pemalsuan data ini turut diperkuat oleh pengakuan salah seorang tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Sendana 1.

Menurutnya, dengan beban kerja yang menumpuk dan hanya tersisa dua dokter di puskesmas, mustahil bagi mereka untuk membagi diri antara pelayanan di dalam gedung dan terjun langsung ke lapangan untuk program Cek Kesehatan Gratis.

“Bagaimana kami bisa turun ke lapangan untuk Cek Kesehatan Gratis (CKG)? Di puskesmas saja tenaga kami sudah sangat keteteran karena praktis hanya tinggal dua orang dokter yang aktif sejak awal Agustus ini. Kalau laporan kegiatan luar gedung tetap berjalan dan ada datanya, tentu itu bukan dari pelayanan medis yang kami lakukan di lapangan,” ungkap salah satu tenaga kesehatan yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan profesional.

Kendati demikian, demi mengejar pemenuhan target sasaran administratif yang telah ditetapkan, pihak pengelola Puskesmas Sendana 1 diduga nekat mengambil jalan pintas. Mereka tetap melakukan penginputan dan pembuatan laporan seolah-olah seluruh program berjalan normal. Padahal, data yang dimasukkan ke dalam sistem tercatat fiktif, dikarang secara asal-asalan, dan sama sekali tidak memiliki dasar pelaksanaan nyata di lapangan.

Baca Juga:  Kebakaran Hanguskan Lima Ruko di Makassar Kerugian Capai Empat Miliar Rupiah

Tindakan ini dinilai bukan sekadar pelanggaran administratif biasa, melainkan bentuk pengabaian terhadap regulasi ketat Kementerian Kesehatan. Praktik tersebut secara nyata menabrak sejumlah aturan hukum berikut:

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas, yang secara tegas mewajibkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan untuk menyelenggarakan pencatatan dan pelaporan secara benar, transparan, dan akuntabel.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penegakan Disiplin Profesi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan, yang mengatur sanksi tegas terhadap maladministrasi dan pemalsuan data kesehatan.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Kecurangan (Fraud) serta Pengenaan Sanksi Administrasi, di mana tindakan pelaporan palsu dan manipulasi capaian program dikategorikan sebagai tindakan kecurangan (fraud) yang merugikan sistem pelayanan publik.

Menanggapi laporan dugaan pelanggaran berat ini yang baru akan dilayangkan, pihak berwenang didesak untuk segera mengambil langkah taktis dan tegas. Sekretaris Daerah (Sekda) dan Inspektorat Kabupaten Majene nantinya dituntut untuk segera menurunkan tim guna melakukan audit investigatif terhadap sistem pelaporan Puskesmas Sendana 1 sejak periode awal Agustus 2026, memanggil pihak manajemen yang bertanggung jawab, serta menjatuhkan sanksi administratif maupun disiplin sesuai regulasi yang berlaku.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene juga didesak untuk segera mengevaluasi penempatan sumber daya manusia (SDM) dan merespons krisis kekurangan dokter di Puskesmas Sendana 1. Langkah ini dinilai mendesak agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa harus dikotori oleh praktik pemalsuan data dan kebohongan administratif. (*)

Editor : (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Galian C Bodong Bermodus Perataan Lokasi Mencuat, Krimsus Polda Riau Akan Tinjauan Lokasi
Penimbunan Lahan Diduga Langgar Zona LP2B Di Jln Pariwisata Macanda Gowa, Perumahan Gardenia Land Tanpa Izin PBG, Diduga Pakai Material Tambang Ilegal
Arlida Putri & SUKENI cs Siap Meriahkan! Semarang Extreme Lantik Pengurus Baru “Back On Track” di Stadion Jatidiri
Respon Pemerintah Pusat, Pemkot Makassar Kebut Administrasi Proyek PSEL
Aspirasi Kesultanan Gowa Diterima DPRD, Jendral Lapangan Sampaikan Terima Kasih kepada Polresta Gowa
Anak Pemilik Gudang Garam Tolak Hak Jawab, Tantang Lapor ke Polisi dan Dewan Pers
Aktivitas Tambang Galian C Ilegal Milik Haji Ruppa di Kalaserena Gowa Resahkan Warga
LIN Bersama Soliditas Gowa Akan Lakukan Aksi Depan Polresta Gowa, LIN Yang Baru Malah Ke Ge’eran Nama Lembaganya di Catut
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Darurat Integritas Data: Puskesmas Sendana 1 Diduga Lakukan Pelaporan Fiktif Cek Kesehatan Gratis Demi Kejar Target

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Penimbunan Lahan Diduga Langgar Zona LP2B Di Jln Pariwisata Macanda Gowa, Perumahan Gardenia Land Tanpa Izin PBG, Diduga Pakai Material Tambang Ilegal

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Arlida Putri & SUKENI cs Siap Meriahkan! Semarang Extreme Lantik Pengurus Baru “Back On Track” di Stadion Jatidiri

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:44 WIB

Respon Pemerintah Pusat, Pemkot Makassar Kebut Administrasi Proyek PSEL

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Aspirasi Kesultanan Gowa Diterima DPRD, Jendral Lapangan Sampaikan Terima Kasih kepada Polresta Gowa

Berita Terbaru