Part 14
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
FORUMMAKASSARINFO.COM-Alhamdulillah wasyukurillah walahaula wala kuata illa billah..
Puji syukur tercurahkan kepada Allah SWT semata, yang Maha Pendamping dan tak pernah pilih kasih..
Sholawat salam dan tasli kepada Rasulullah Saw, keluarga dan Sabat serta tabi’in…
Sahabat info Makasar Rahimakumullah…
Jika pada bulan Suci Ramdhan pahala kita akan dilipat gandakan hingga 10 kali lipat hingga 700 kali lipat, bagaiman dengan Dosa yang kita perbuat di bulan Suci ini?.
Ada baiknya kita fokus pada pelipat candaan pahala, artinya menghindarkan diri dari berbuat salah yang tentu dapat bernilai Dosa..
Marilah kita sama-sama mengurangi perbuatan yang sia sia sembari meningkatkan perbuatan amal kebajikan, karena walau setan “dibelenggu” Di bulan puasa, ingat kata Nabi Saw “bahwa beliau bersabda bahwa kita baru saja melewati peran Besar (Peran Badar) namun ketahuilah masih ada peran yang lebih besar, hingga para sahabat bertanya, apakah masih ada peran yang lebih Besar ya Rasulullah?, kata Nabi “iya”, apakah itu?, yaitu peran melawan hawa Nafsu.
Nafsu memarahi bawahan, nafsu berlaku tidak jujur atas timbangan ketika berjualan, Nafsu berbuat curang saat dalam pertandingan, nafsu tidak sabar atas ujian kemiskinan yang diberikan, nafsu akan kekuasaan yang mengecilkan orang sekitarnya, nafsu kesombongan dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dan banyak nafsu lainnya yang membuat kita lupa diri sehingga dosa kita dilipat gandakan.
Allah berfirman, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-An’am: 160). Terkait dengan ayat tersebut, sebagian ulama menjelaskan bahwa yang dilipatgandakan adalah kualitasnya adzab dan balasannya, bukan jumlah dosanya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Musthafa bin Saad Al-Hambali: “Berdasarkan perkataan Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud terkait dengan pelipatgandaan dosa: Maksudnya adalah dilipatgandakan kualitasnya bukan kuantitasnya (dosa menjadi besar bukan menjadi banyak jumlahnya dengan dilipatgandakan)”
Bahwa kebanyakan ulama sepakat ketika kita berbuat dosa dihari atau tempat tertentu bukan Dosa yang ditambahkan tetapi kualitas Azab yang diterima yang makin perih akan kita rasakan.
Memang sebaiknya bulan nan Suci ini kita isi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat agar kita terhindar dari Azab Allah yang dilipatgandakan.
















