Kemacetan di Car Free Day Akibat Ketiadaan Petugas Dishub: Warga dan Pedagang Kecewa

- Penulis

Minggu, 29 Desember 2024 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ForumMakassarInfo.com  / Gowa, Sulsel – Aktivitas jual beli di Car Free Day, yang terletak di persimpangan Jalan Tu Manurung dan Jalan Andi Mallobassang, kembali menjadi sorotan akibat kemacetan dan kekacauan yang ditimbulkannya. Hal ini terjadi karena ketiadaan petugas Dinas Perhubungan (Dishub), sehingga kendaraan bermotor dan mobil bebas keluar masuk di depan area jual beli tersebut.

Kemacetan semakin parah di jam-jam puncak, di mana kendaraan yang keluar masuk area tanpa pengawasan membuat akses jalan terhambat. Situasi ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lain yang harus menghadapi antrean panjang dan kericuhan lalu lintas.

Absennya petugas Dishub di lokasi ini menimbulkan pertanyaan besar, mengingat Car Free Day  merupakan salah satu pusat keramaian yang rutin dikunjungi masyarakat setiap minggunya.

Baca Juga:  PERINGATAN KERAS PARA OKNUM: Berhenti Bungkam Pers dengan Dalih Legalitas: Organisasi Jurnalis Kecam Keras Aparat Dan Pemerintah Gagal Paham UU Pers

“Kami sangat kecewa dengan ketidakhadiran petugas Dishub. Mereka seharusnya hadir untuk mengatur lalu lintas dan memastikan kenyamanan semua pihak,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Hal senada diungkapkan oleh seorang pengunjung, “Setiap minggu kemacetan seperti ini terjadi. Kami harap pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.”

Kondisi ini menunjukkan pentingnya kehadiran petugas Dishub untuk menjaga ketertiban lalu lintas, terutama di lokasi yang ramai seperti Car Free Day. Tanpa pengawasan, risiko kecelakaan lalu lintas juga meningkat.

Warga dan pengguna jalan berharap Dishub segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini. “Ketiadaan petugas Dishub di lokasi seramai ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada solusi segera,” tegas seorang warga yang kerap melintas di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Hukum Pemprov dan Tergugat Intervensi, Mentahkan Gugatan Terhadap Gubernur
SMAN 14 Makassar Tekankan Transparansi, Sebut Pembelian Seragam Tidak Bersifat Wajib dan Bisa Dicicil
PERAK dan L-Kompleks : Kepala SMPN 24 Makassar Perlu Dipanggil Kejari Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan
Gabungan Media & GWI Temukan Bisnis Obat Keras Tipe G di Pondok Aren Menggila: Berani Serang Jurnalis, Aparat Diminta Tegas!
Menunggu Wakil Tuhan Hakim Agung bersidang di MA RI Dalam Perkara No.10/PDT.G/2025 dan Kasasi No.3297/K/PDT/2026.
GWI Geram! Kecam Arogansi Pemdes Sumber Sari Kampar yang Abai Lambang Negara dan Alergi Kritik Jurnalis
APAMAKO Minta Kejaksaan Usut Tuntas Dugaan Korupsi Bibit Kelapa Premium di Desa Bontobiraeng
Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA., Ph.D. Apresiasi Pengukuhan Prof. Dr. Diding Rahmat, S.H., M.H. sebagai Guru Besar di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:06 WIB

Tim Hukum Pemprov dan Tergugat Intervensi, Mentahkan Gugatan Terhadap Gubernur

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:59 WIB

SMAN 14 Makassar Tekankan Transparansi, Sebut Pembelian Seragam Tidak Bersifat Wajib dan Bisa Dicicil

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:40 WIB

PERAK dan L-Kompleks : Kepala SMPN 24 Makassar Perlu Dipanggil Kejari Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:46 WIB

Gabungan Media & GWI Temukan Bisnis Obat Keras Tipe G di Pondok Aren Menggila: Berani Serang Jurnalis, Aparat Diminta Tegas!

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:08 WIB

GWI Geram! Kecam Arogansi Pemdes Sumber Sari Kampar yang Abai Lambang Negara dan Alergi Kritik Jurnalis

Berita Terbaru