FORUM MAKASSAR INFO.COM, Jakarta – Komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di sektor maritim kembali ditunjukkan oleh Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono melalui peluncuran buku terbarunya berjudul “Manajemen Risiko dalam Pelayaran: Menghadapi Tantangan Global.” Karya ini menandai buku ke-16 yang berhasil ia terbitkan, sekaligus memperlihatkan konsistensi dalam menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan industri pelayaran modern.
Dalam beberapa dekade terakhir, sektor pelayaran mengalami transformasi signifikan yang dipengaruhi oleh globalisasi, kemajuan teknologi, serta meningkatnya kompleksitas operasional. Kondisi ini menjadikan risiko sebagai faktor yang tidak dapat dihindari, melainkan harus dikelola secara cermat dan berkelanjutan. Buku ini hadir untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana risiko tersebut dapat diantisipasi dan dikendalikan secara efektif.
Melalui pembahasan yang sistematis, penulis mengajak pembaca untuk melihat manajemen risiko sebagai sebuah proses strategis. Tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga mencakup kemampuan dalam merespons dan meminimalkan dampak dari setiap potensi ancaman. Pendekatan ini menjadi sangat penting mengingat dinamika industri pelayaran yang sarat dengan ketidakpastian.
Salah satu nilai lebih dari buku ini adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan konsep manajemen risiko dengan perkembangan teknologi digital. Di era yang serba terhubung, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan dan sistem informasi berbasis data menjadi kunci dalam meningkatkan ketepatan analisis dan pengambilan keputusan. Penulis menyoroti bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi industri pelayaran.
Selain mengupas konsep dan strategi, buku ini juga menyajikan berbagai pembelajaran dari peristiwa nyata yang pernah terjadi dalam dunia pelayaran internasional. Dengan mengkaji insiden-insiden tersebut, pembaca diajak untuk memahami konsekuensi dari kegagalan dalam pengelolaan risiko. Hal ini memberikan perspektif yang lebih nyata sekaligus memperkuat urgensi penerapan sistem manajemen risiko yang efektif.
Gaya penulisan yang digunakan tergolong komunikatif dan mudah dipahami, sehingga mampu menjangkau berbagai lapisan pembaca. Baik kalangan akademisi, praktisi, maupun mahasiswa dapat memperoleh manfaat dari isi buku ini. Penyampaian yang seimbang antara teori dan praktik menjadikan buku ini tidak hanya informatif, tetapi juga aplikatif.
Lebih jauh lagi, buku ini mencerminkan visi besar dalam membangun budaya keselamatan di sektor pelayaran. Penulis menegaskan bahwa keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari efisiensi, tetapi juga dari kemampuan dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan. Dengan demikian, manajemen risiko menjadi bagian integral dari strategi bisnis di industri maritim.
Terbitnya buku ke-16 ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pelayaran di Indonesia. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, industri maritim nasional dituntut untuk memiliki sistem yang tangguh dan adaptif.
Sebagai penutup, “Manajemen Risiko dalam Pelayaran: Menghadapi Tantangan Global” tidak hanya menjadi karya akademik semata, tetapi juga sebuah panduan strategis yang menawarkan solusi konkret. Buku ini menjadi langkah penting dalam mendorong terciptanya industri pelayaran yang lebih aman, efisien, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(*)
















