11 Hari Kasus Pembunuhan Sadis Ali di Gowa Mandek, LBH MRI Desak Kapolri Copot Kapolres Gowa

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUMMAKASSARINFO.COM,-GOWA — Penanganan kasus pembunuhan tragis terhadap Ali, warga Parang-Parang Tulau, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, menuai kritik tajam dari Ketua Dewan Pengawas Lembaga Bantuan Hukum Macan Rakyat Indonesia (LBH MRI) Jumadi Mansyur, Hingga hari ke-11 pasca kejadian, Polres Gowa belum menetapkan satu pun tersangka, memicu tudingan adanya pembiaran dan ketidakseriusan aparat.

Lembaga Bantuan Hukum Macan Rakyat Indonesia (LBH MRI), Geram melihat lambannya proses penyelidikan dan penyidikan. Ia bahkan secara terbuka mendesak Kapolri dan Kapolda Sulsel untuk mencopot Kapolres Gowa karena dinilai gagal total dalam menegakkan hukum dan melindungi hak asasi manusia (HAM) diwilayahnya.

“Apapun alasan, pembunuhan secara terang-terangan tidak pernah dibenarkan oleh hukum, tidak boleh main hakim sendiri karena Negara kita adalah Negara Hukum
Sudah 11 hari berlalu, tetapi KaPolres Gowa belum mampu menghadirkan satu pun tersangka. Ini bukti nyata tidak adanya keseriusan,” tegas Jumadi, Kamis (11/12/2025).

Menurut Jumadi, bukti berupa video dan kesaksian masyarakat telah beredar luas, membuat polisi seharusnya tidak kesulitan mengidentifikasi para pelaku.

Baca Juga:  Proyek Siluman DTRB Kabupaten Tangerang : Dana Rakyat di korupsi, Aturan Hukum jadi Mainan!

Jumadi menyebut, setidaknya ada lima peran kunci yang seharusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka, mulai dari orang yang menangkap, mengikat, menyeret korban menggunakan motor keliling kampung, hingga yang melakukan mutilasi (memotong alat vital).

“Polisi jangan pura-pura bingung menentukan siapa pelakunya. Video, saksi, dan bukti sudah ada. Ini delik umum, bukan kasus gelap,” kecamnya.

Jumadi juga menepis argumen yang mencoba membenarkan tindakan brutal tersebut atas nama budaya atau adat siri’. Ia menegaskan bahwa tidak ada budaya lokal maupun ajaran agama yang membenarkan tindakan main hakim sendiri yang biadab dan sadis tersebut, tidak boleh ada pembiaran atau Terjadi Kekosongan hukum dinegara kita.

Lembaga Bantuan Hukum Macan Rakyat Indonesia (LBH MRI), berjanji akan terus mengawal kasus ini dan mendesak agar para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku, menegaskan bahwa negara tidak boleh tunduk pada kekerasan dan premanisme, tutunya.
(*)

LAPORAN:KABIRO MAKASSAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LIN Bersama Soliditas Gowa Akan Lakukan Aksi Depan Polresta Gowa, LIN Yang Baru Malah Ke Ge’eran Nama Lembaganya di Catut
Terkait Penertiban Rumah Dinas, Purnawirawan Kodam IX/Udayana Minta Kebijakan Presiden
Direktur CV. Cahaya Mutiara Indonesia, Muh.darwis Rasyid Menyerahkan Bantuan Korban kebakaran
Permintaan Evaluasi Proses Penegakan Hukum di Kota Makassar
Viral Jukir di Depan ATM Dirum PD Parkir Makassar Langsung Turun Tangan
Soliditas Jurnalis Gowa Tuntut Tutup Tambang ‘Ilegal’ Desak Polresta Gowa Bertindak Tegas
Dini Hari Jadi Sasaran Patroli, Perintis Presisi Polresta Gowa Sisir Wilayah Rawan
Polsek Bontoala Terima Kunjungan Tim Supervisi Siwas Polrestabes Makassar Tahap II
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 03:43 WIB

LIN Bersama Soliditas Gowa Akan Lakukan Aksi Depan Polresta Gowa, LIN Yang Baru Malah Ke Ge’eran Nama Lembaganya di Catut

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Terkait Penertiban Rumah Dinas, Purnawirawan Kodam IX/Udayana Minta Kebijakan Presiden

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Direktur CV. Cahaya Mutiara Indonesia, Muh.darwis Rasyid Menyerahkan Bantuan Korban kebakaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Permintaan Evaluasi Proses Penegakan Hukum di Kota Makassar

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:06 WIB

Soliditas Jurnalis Gowa Tuntut Tutup Tambang ‘Ilegal’ Desak Polresta Gowa Bertindak Tegas

Berita Terbaru

Breaking news

Aksi Solidaritas Gowa Desak Kapolres Copot Kanit Tipiter 

Senin, 3 Agu 2026 - 10:37 WIB