Gowa – Forum.Makassar.Info.com – Seorang wanita berinisial YW (41) terpaksa melakukan pembelaan diri setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh suaminya. Peristiwa itu terjadi di Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Senin (20/4/2026).
Menurut keterangan YW, kejadian bermula saat dirinya baru saja selesai menunaikan salat dan masih mengenakan mukena di dalam rumah. Tiba-tiba, suaminya datang dalam kondisi emosi dan langsung mengamuk di depan rumah.
YW menyebut, suaminya melempar batu ke arah rumah. Saat ia berusaha menghalangi, justru dirinya terkena lemparan tersebut. Tidak berhenti di situ, suaminya juga diduga menendang kaki YW hingga memar serta memukul bagian kepala beberapa kali.
“Dia datang marah-marah, langsung lempar batu ke rumah. Berusahaka halangi, tapi saya kena. Na tendang juga kakiku sama napukul kepalaku beberapa kali,” ujar YW.
Merasa terancam YW kemudian mengambil parang yang berada di teras rumah dan melakukan perlawanan. Akibatnya, suaminya mengalami luka di bagian jari tengah dan harus mendapatkan perawatan di RSUD setempat.
YW juga mengaku bahwa dirinya sudah sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, ia menyebut suaminya telah menikah lagi secara diam-diam tanpa sepengetahuannya, yang makin memperkeruh hubungan rumah tangga mereka.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung datang untuk melerai pertikaian hingga situasi kembali kondusif.
Usai insiden, YW memutuskan meninggalkan rumah dan pulang ke rumah orang tuanya di Makassar. Tak lama kemudian, ia mendapat kabar bahwa anak tiri dari istri pertama suaminya datang mengobrak-abrik rumah dan mencarinya.
Atas kejadian ini, YW yang didampingi kuasa hukumnya, Dr. Muhammad Nur, SH, MH, telah melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Gowa. Laporan itu tercatat dengan nomor: LP/B/5/13/IV/2026/SPKT/Polres Gowa, Sulawesi Selatan.
Pihak kepolisian telah menerima laporan tersebut dan saat ini masih melakukan penyelidikan. Suami YW juga telah menjalani pemeriksaan di Polres Gowa untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut. (*)
Editor : (Tim/Red)
















