FORUMMAKASSARINFO.COM-Renungan JumAt…
Bismillahirohmanirahim..
Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..
Alhamdulillah wasyukurillah walahaulawalakuata illa billahil aliyil adzim..
Allahummasholli Ala sayyidina Muhammad wa alaikum alihi washobihi ajemain…
Rasa syukur yang tiada terhingga hanya untuk Allah SWT, Sang Penguasa Alam,, Maha Pencipta, penuh Kasih dan Sayang yang Maha BESAR.
Sholawat salam serta Taslim kepada Baginda Mulia Kekasih Allah SWT, beserta keluarga,, sahabat dan tabi’in..
PART 4 Peran Ayah..
Sahabat yang dirahmati Allah SWT..
Kita sudah membahas peran seorang Ayah begitu besar dalam keluarga, selain mengtauhidkan keluarganya (part 1) juga mengarahkan agar setiap anggota keluarga baik istri dan anak-anaknya selalu berprilaku baik agar terhindar dari murkanya Allah SWT..
Saat ini akan kita sharing terkait balasan kepada seorang Ayah terhadap tanggung jawab yang dijalankannya dengan baik kepada keluarganya,, sesuai sabda Rasulullah Saw:
وقال صلى الله عليه و سلم من كان له ثلاث بنات فأنفق عليهن وأحسن إليهن حتى يغنيهن الله عنه أوجب الله له الجنة ألبتة ألبتة إلا أن يعمل عملا لا يغفر له
Artinya, “Rasulullah bersabda, ‘Siapa saja yang memiliki tiga putri, lalu memenuhi nafkah mereka dan memperlakukan mereka dengan baik sehingga Allah menjadikan mereka mandiri terhadap ayahnya, niscaya Allah jadikan surga untuknya sama sekali kecuali ia mengamalkan jenis dosa yang tidak dapat diampuni (seperti syirik),’ (HR Al-Kharaithi).” (Al-Ghazali, 2018 M/1439-1440 H: II/37).
Nabi Saw menyampaikan balasan Surga bagi seorang Ayah yang mampu menafkahi anak2nya, tidak hanya nafkah materi berupa pakaian, makanan lebih jauh dapat membiayai pendidikan yang terbaik sehingga dikehidupan yang serba berubah kearah yang lebih canggih penuh tantangan sang anak-anak dapat Mandiri serta tetap istiqomah sehingga terhindar dari berprilaku syirik dimana kita telah bahas pertama kali pentingnya ilmu Tauhid bagi anak-anak nya.
Sahabat yang dirahmati Allah Swt…
Menjaga kemandirian keluarga adalah bagian dari tanggung jawab seorang Ayah, ini tidak hanya dimiliki oleh Ayah yang dari keluarga kaya, karena berapa banyak contoh sukses seorang anak dari kalangan Miskin tukang becak dimana kita lihat di media sosial dia berhasil mencapai gelar sarjana terbaiknya dan menghadirkan Ayah dalam podium Senat yang membanggakan bahkan dalam media itu dia bangga naik becak Ayah berpakaian sarjana.
Atau Aya penjual ikan dimana kita dipertontonkan di media sosial salah satu Kapolda yang ingin memastikan bahwa memang Polisi yang baru pendidikan ini dari anak seorang penjual ikan gandengan sepeda, beliau dengan sengaja membeli dalam pakaian warga agar tidak dicurigai dan sungguh suatu pemandangan yang mengharukan ketika itu anak hadir dan memeluknya penuh cinta.
Artinya apa? Bahwa ini bagian yang seorang Ayah telah berusaha apa yang ditunjukkan oleh Nabi Saw agar menjadikan anak-anak mereka mandiri, tujuannya hanya satu agar sang Ayah ini dapat meraih Surga bersama keluarganya.
Tuntunan Ayah sangat penting dalam membentuk kemandirian bagi anggota keluarga nya, seperti yang kami sampaikan seorang anak tidak hanya dibekali Materi semata karena jika hanya itu tentu kesempatan sukses dari kalangan miskin hampir tidak ada, namun sikap, tata bahasa yang baik dari seorang Ayah menjadi penting dalam membentuk karakter yang mandiri, coba lihat seberapa banyak anak dari kalangan mampu atau anggaplah dari budaya kebebasan barat misalnya, semua kebutuhan nya terpenuhi, tingkat pendidikan yang luar biasa namun tidak jarang harus berakhir dijeruji besi karena korupsi, prilaku kasar kepada orang lain dengan kesombongannya,, artinya apa bahwa mereka tidak atau kurang mendapatkan pendidikan Etika yang baik dari seorang ayah sehingga tentunya akan berakhir mempermalukan Ayahnya karena ketidak mampuan Ayah itu sendiri dalam mendidik anak-anak nya.
Peran Ayah tidaklah mudah namun balasan Surga jika berhasil seperti pesan ulama kita Al Gazali.
وليس من اشتغل بإصلاح نفسه وغيره كمن اشتغل بإصلاح نفسه فقط ولا من صبر على الأذى كمن رفه نفسه وأراحها فمقاساة الأهل والولد بمنزلة الجهاد في سبيل الله
Artinya, “Tentu saja orang yang sibuk mengurus dirinya dan orang lain (keluarganya) tidak sama derajatnya dengan orang mengurus dirinya sendiri (jomblo); dan juga tidak sama derajat orang yang bersabar menahan kecewa ulah keluarga dengan orang yang menghibur dan menyenangkan diri sendiri. Sabar dan bertahan dalam membina anak dan mengasuh anggota keluarga rumah tangga setara mulianya dengan jihad,” (Al-Ghazali, 2018 M/1439-1440 H: II/36).
Berkeluarga intinya beliau pesanan adalah Jihad dengan segala ujiannya akan menentukan nasib keluarga, nasib generasi selanjutnya lebih besar peran Ayah menentukan Nasi Bangsanya.
Sahabat yg dirahmati Allah SWT..
Semoga sharing singkat ini selalu ada manfaatnya,, sehingga bernilai pahala disisi Allah SWT. Khususkan kepada keluarga kami dan mohon dimaafkan jika banyak khilaf didalamnya karena Sempurna itu hanya milik Allah SWT..
Aamiin ya Robbal Alamiin…
















