Gladi Bersih, Janger Klasik Sanggar Waringin Emas Bakal Pentas di PKB ke-46

- Penulis

Senin, 1 Juli 2024 - 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUMMAKASSARINFO.COM-GIANYAR. – Sanggar Waringin Emas dipercaya sebagai Duta Kabupaten Gianyar, untuk mengisi acara Utsawa (Parade) Janger Klasik di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 tahun 2024.

Mengingat, Utsawa Janger Klasik bakal dipentaskan di Gedung Kesirarnawa, Art Center, Denpasar, pada Kamis, 4 Juli 2024 mendatang.

Berbagai persiapan dilakukan, sebelum tampil di acara PKB ke-46. Tak tanggung-tanggung, Sanggar Waringin Emas melakukan gladi bersih pementasan Utsawa Janger Klasik berjudul “Tri Lingga Murti” di Jaba Sisi Pura Dalem Prajurit, Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Minggu, 30 Juni 2024.

Kelian Adat Banjar Pesalakan Desa Pejeng Kangin, I Wayan Sutama mengatakan, bahwa Janger Klasik merupakan kesenian yang telah ada sejak zaman dulu di Bali. Namun, ironisnya sekarang Janger Klasik sangat jarang dimiliki oleh Banjar-Banjar maupun Desa Adat di Bali.

“Kebetulan, kami disini di Banjar Pesalakan Pejeng Kangin sudah satu tahun mendirikan Janger Klasik ini dan terus adik-adik kami disini rutin belajar, yang akhirnya bisa dipercaya tampil di PKB tahun ini,” terangnya.

Menurutnya, Kesenian Janger Klasik ini ditampilkan khusus para remaja dari Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Tak hanya itu, Kesenian Janger ini diakui sangat klasik yang bertutur dan berpenampilan lebih dominan cerita rakyat tentang kehidupan sehari-hari mereka.

“Jadinya hal ini sangat natural sekali dengan kegiatan masyarakat kita disini. Mungkin ada di bidang pertanian hingga ada lenggak-lenggok tariannya,” kata Perbekel Desa Pejeng Kangin Dewa Nyoman Putra.

Bahkan, Janger Klasik dianggap memiliki keunikan berciri khas yang dapat dilihat dari segi kostum dan nyanyian khusus yang memang klasik.

“Mungkin di beberapa kabupaten lain memang sudah ada Janger cuma untuk saat ini susah mencari regenerasi,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya selaku pemangku di Desa Pejeng Kangin sangat bangga dan mengapresiasi terbentuknya Sanggar Waringin Emas di Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Baca Juga:  CEO PT.Group Media Center Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H

“Melalui Sanggar Waringin Emas itu melahirkan anak-anak yang giat dalam hal ini belajar, sehingga dari kegigihan mereka itu bisa dipercaya pihak Kabupaten Gianyar untuk menjadi Duta mewakili kita,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Pementasan Janger Klasik ini, disupport oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar. Terlebih lagi, kegiatan berkesenian ini tidak bisa dilakukan sendiri.

“Kami bangga sekali punya Jero Kelih, Jero Kelian dan Prajuru Desa Adat disini yang memotivasi anak-anak dengan semangat yang sangat luar biasa. Tanpa mereka yang memberi semangat, saya yakin tidak akan terbentuk ini, cukup menguras tenaga dan pikiran,” tegasnya.

Sebelum pentas di PKB, pihaknya menerima surat penunjukan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, yang kriteria sudah ditentukan dari Panitia Penyelenggara PKB ke-46.

“Jadi, Janger Klasik ini rata-rata remaja, mulai berusia 12 tahun hingga maksimal 17 tahun dan jumlah peserta itu maksimal penari kurang lebih 24 orang atau 12 pasang. Jadi, disini kita tampilkan Janger-nya 14 dan Kecak 14 ditambah lagi penari lakon,” rincinya.

Khusus di Banjar Pesalakan, Kesenian Janger Klasik diakui sudah diwariskan para leluhur, selain adanya kesenian Wayang Wong.

“Dari peninggalan leluhur itu, kita bisa regenerasi lagi untuk pementasan kesenian Janger Klasik. Jadi, background mereka memang sudah terbentuk dari warisan leluhur itu,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Kesenian Janger Klasik tidak hanya tampil di PKB melainkan tetap melestarikan dan menjaga tradisi Janger Klasik sebagai tarian lokal di Banjar Pesalakan, yang termasuk tarian sangat sulit di Bali, karena melibatkan banyak orang dengan jumlah peserta sangat banyak dan tantangannya juga besar.

“Jadi, kami tidak mau hanya tampil di PKB, ya sudah tutup, tapi kami ingin tetap melestarikan kedepannya. Mudah-mudahan, anak-anak kami mampu juga bersemangat melestarikan hingga keberlanjutan kedepan,” pungkasnya.

(Tim Media).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelalaian Pengunjung, Motor Nyaris Raib di Losari Berhasil Diselamatkan Petugas Perumda Parkir
Trisuaka dan Zhidan “Mendadak Ngamen” Ratusan Pengunjung Kaget Atas Kehadirannya
Andi Syahrum Makkuarade Ditunjuk PLT Dirut PDAM Makassar, Ormas Elang Timur Berikan Dukungan
PKP Bukit Zaitun Raih Juara Pertama Lomba Line Dance Lintas Gerejawi di Makassar
Camat Tallo Turun Tangan, Polemik Wartawan dan Satpol PP Akhirnya Reda
Proyek PSEL Makassar Ditender Ulang, LKBH APPI : Aspek Legalitas Pemkot Diperkuat Regulasi Baru
RM SOP Kepala Ikan Chamie Pannampu Jadi Contoh Pengusaha Taat Pajak di Rapat DPRD Makassar
Jelang Pelantikan 29 Maret, LKBH APPI Matangkan Kepengurusan dan Program Strategis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:16 WIB

Kelalaian Pengunjung, Motor Nyaris Raib di Losari Berhasil Diselamatkan Petugas Perumda Parkir

Senin, 20 April 2026 - 08:29 WIB

Andi Syahrum Makkuarade Ditunjuk PLT Dirut PDAM Makassar, Ormas Elang Timur Berikan Dukungan

Sabtu, 18 April 2026 - 11:04 WIB

PKP Bukit Zaitun Raih Juara Pertama Lomba Line Dance Lintas Gerejawi di Makassar

Selasa, 14 April 2026 - 12:10 WIB

Camat Tallo Turun Tangan, Polemik Wartawan dan Satpol PP Akhirnya Reda

Rabu, 8 April 2026 - 04:09 WIB

Proyek PSEL Makassar Ditender Ulang, LKBH APPI : Aspek Legalitas Pemkot Diperkuat Regulasi Baru

Berita Terbaru