Gunakan Material Tak Sesuai Spesifikasi, Ancaman Kerugian Negara dari Proyek Breakwater Selayar

- Penulis

Selasa, 20 Agustus 2024 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUMMAKASSARINFO.COM-Selayar, – Proyek pembangunan pemecah ombak (breakwater) di Pulau Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, yang dianggarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2023, dinilai sarat dengan berbagai masalah. Proyek ini dikerjakan oleh PT Fikri Bangun Persada, perusahaan yang diduga dimiliki oleh H. Natsir Ali, saudara Bupati Kepulauan Selayar. PT Fikri Bangun Persada memenangkan tender dengan nilai penawaran sebesar Rp. 6,1 miliar dari total pagu anggaran sebesar Rp. 9 miliar.

Proyek ini diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Salah satu isu krusial adalah penggunaan batu kapur sebagai material utama, yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan.

Lebih parah lagi, dalam proses pengerjaan, PT Fikri Bangun Persada telah meratakan Bukit Majapahit, satu-satunya bukit yang ada di Pulau Bonerate. Bukit ini kini hanya tinggal cerita, karena telah diratakan dan batunya digunakan dalam pembangunan breakwater yang justru tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan.

Selain PT Fikri Bangun Persada, CV Wira Sarana, selaku pemenang tender proyek pekerjaan konstruksi pembangunan breakwater di Bonea, Kabupaten Kepulauan Selayar, juga terlibat dalam masalah serupa. Salah satu warga Desa Majapahit menuturkan bahwa Bukit Majapahit awalnya ditambang oleh CV Wira Sarana.

Baca Juga:  Pendiri dan Pembina Sikola Mangkasara mengadakan Buka Puasa Bersama Anak-anak Sikola Mangkasara dan Klub MUSHAF.

Namun, tambang tersebut ternyata tidak memiliki izin yang sah, dan aktivitas penambangan ini telah berdampak buruk terhadap lingkungan di Pulau Bonerate.

Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan meliputi hilangnya vegetasi alami di sekitar Bukit Majapahit, yang berfungsi sebagai penahan erosi. Akibatnya, erosi tanah semakin meningkat, mengancam keberlangsungan ekosistem setempat dan menyebabkan sedimentasi di perairan sekitar. Sedimentasi ini berdampak pada kualitas air laut, mengganggu kehidupan laut, dan merusak terumbu karang yang menjadi habitat penting bagi berbagai spesies ikan. Selain itu, penambangan yang tidak terkendali juga menyebabkan longsor kecil yang dapat mengancam keselamatan penduduk di sekitarnya.

Selain permasalahan teknis, proyek ini juga mengindikasikan adanya pelanggaran perizinan. Warga yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan bahwa dugaan kuat telah terjadi penyimpangan baik dari segi perizinan maupun aspek pengerjaan proyek. Oleh karena itu, warga mendesak aparat penegak hukum, baik dari Kejaksaan maupun Kepolisian, untuk segera turun tangan guna menghindari potensi kerugian negara yang lebih besar.

Perlu diketahui, hanya ada empat usaha tambang di Kepulauan Selayar yang memiliki izin resmi. Pertama, penambangan tanah urug di Jalan Poros Bandara, Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu. Kedua, pertambangan batuan jenis tanah urug di Bontokalimbu, Kecamatan Bontomarannu. Restu Melaporkan (R.Karno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKP Bukit Zaitun Raih Juara Pertama Lomba Line Dance Lintas Gerejawi di Makassar
Rekonsiliasi Internal Laskar Merah Putih: Ade Erfil Manurung Kembali Bergabung, Dualisme Dinilai Berakhir
Wali Kota Munjirin Pimpin Gerakan Terpadu Penangkapan Ikan Sapu-Sapu
Dirgahayu Kopassus Ke-74: Sinergitas TNI-Polri Menguat, Kapolsek Bontoala Berikan Ucapan “Selamat”
Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo
Nasi Kebuli Autentik Ala ‘Umah Fitri : Rasa Mewah, Harga Ramah di Kantong Manjakan Lidah
Kecewa, Budiman S Sebut PT Makassar “Bukan lagi Wakil Tuhan, tapi Wakil Iblis”
Jelang Amarah dan May Day, Bhabinkamtibmas Polsek Bontoala Cooling System Wilayah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:04 WIB

PKP Bukit Zaitun Raih Juara Pertama Lomba Line Dance Lintas Gerejawi di Makassar

Sabtu, 18 April 2026 - 07:58 WIB

Rekonsiliasi Internal Laskar Merah Putih: Ade Erfil Manurung Kembali Bergabung, Dualisme Dinilai Berakhir

Sabtu, 18 April 2026 - 05:53 WIB

Wali Kota Munjirin Pimpin Gerakan Terpadu Penangkapan Ikan Sapu-Sapu

Kamis, 16 April 2026 - 07:54 WIB

Dirgahayu Kopassus Ke-74: Sinergitas TNI-Polri Menguat, Kapolsek Bontoala Berikan Ucapan “Selamat”

Kamis, 16 April 2026 - 05:14 WIB

Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo

Berita Terbaru