FORUMMAKASSARINFO.COM-Makassar, 21 Agustus 2024 bertempat di Aula Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.
Acara yang mengagendakan pemaparan kementerian Sosial bersama Nara Sumber dari Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Pusat dalam rangka menemukali permasalahan sehingga Forum CSR KESOS atau TJSLBU (tanggung jawab sosial dan lingkungan badan usaha) belum maksimal keberadaan.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan bapak DR. Abdul Malik, SH., M. Adm. Pemb., dalam sambutannya beliau mengatakan “bahwa keberadaan forum CSR ini sangat dibutuhkan manfaat, sebelum kesana saya ingin mengingatkan bahwa UU telah mengatur tentang pentingnya keberadaan forum ini sebagai tanggung jawab sosial seperti membantu kemiskinan atau memberantas kategori miskin extreme yaitu yang pendapatannya kurang dari Rp. 380rb perbulannya, krn di Sulawesi Selatan dengan jumlah penduduk lebih dari 9 jutaan hampir seperduanya masih kategori miskin atau sekitar 47% an, sehingga untuk mengentaskan ini tidak cukup dari dana pemerintah saja butuh bantuan dari pelaku usaha melalui dana CSR nya dan untuk itu forum CSR hadir, juga masayarakat yang terlantar dari data yang ada di Sulawesi Selatan anak-anak yang terlantar masih ada, sekali lagi bahwa semua ini butuh penangan bersama disamping permasalahan sosial lainnya. Harapan kami setelah diadakannya FGD ini yang dihadiri dari beberapa perwakilan instansi yang telah kami undang, dari perbankan, swasta dan BUMN juga BUMD dapat menemukan solusi apa lagi disini sengaja juga hadir relawan TKSK untuk dapat berdiskusi apa yang dibutuhkan untuk membantu Forum CSR dilapangan”
Setelah kegiatan dibuka oleh pak Kadis Sosial, selanjutnya FGD dibuka perwakilan kementerian sosial dengan Nara Sumber dari Forum TJSLBU dari Kantor Pusat yakni bapak Erinaldi dan Aldino Kurniawan.
Dalam pemaparan bapak Erinaldi menyampaikan beberapa hal yang mebjafir kendala belum maksimal forum seperti:
1. Program cenderung berjalan sendiri sehingga tidak sinkron antara yang satu dan lainnya
2. Ketiadaan data yang Valid dan terukur sehingga menghasilkan program seadanya
3. Masih kurang kesadaran terkait penting CSR sehingga program cenderung seadanya
4. Otoritas para penggiat CSR belum memiliki rootmapnya.
Lebih lanjut beliau mengingatkan dalam menjawab beberapa pertanyaan tentang penting kordinasi dan data untuk menjalan program kerja CSR yang baik, apalagi dari penyampaian beberapa yang hadir dari pelaku usaha sebenarnya sudah melakukan Tanggung Jawab Sosialnya dengan melakukan penggalangan Dana jika ada bencana, penyaluran Dana CSR perusahaan nya sudah dilakukan, hanya tidak terdata oleh kementerian sosial, baik di Daerah maupun di pusat dan terkadang kegiata hanya bersifat Charity. Dan hal yang seperti ini yang menjadi kendala untuk sama-sama kita benahi kedepannya.
Nara Sumber bapak Aldino Kurniawan mengutip penyampaian ketua umum forum CSR Kantor Pusat bapak Mahir Bayasut beliau menyampaikan “karena Ketum saat ini dalam pendidikan lemhannas sehingga beliau tidak dapat hadir secara langsung, namun beliau menitip pesan agar nantinya kegiatan ini yang kita langsung dibeberapa wilayah dapat menyerap dan menemukali permasalahan Forum CSR di daerah tersebut, sehingga ketika menyusun program kerja pusat dapat disinkronkan dengan kebutuhan Forum CSR di daerah.
Perwakilan Beberpa TKSK yang hadir menginginkan “agar pelakunya usaha utama forum CSR wilayah yang keberadaan cendrung tidak diketahui diharapkan dapt dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, seperti kerjasam yang pernah terbangun beberpa tahun yang lalu dengan CSR PT Haji Kalla atau forum CSR KESOS SULSEL semoga hari ini memang untuk bisa menjalin koordinasi kembali karena data data yang diperlukan insya Allah kami punya” Imbuhnya.
Forum Group Discussion yang berlangsung hangat dengan pandangan dari beberapa pelakuk usaha seperti dari Alaska, Pegadaian, Haji Kalla, serta TKSK menjadi masukan yang sangat berarti bagi forum CSR KESOS INDONESIA Sulsel.
Bapak Darman B dan Ramli selaku pengurus FCSR KESOS INDONESIA SUL SEL menerima setiap masukan yang telah disampaikan oleh para peserta dan Nara Sumber. “Sebenarnya kami dari forum CSR Sulsel sudah bekerja seperti bekerjasam dengan PLN dalam penyediaan listrik masyarkat miskin dan lain-lain, hanya memang terkendala dengan banyak forun CSR yang ada dalam satu wilayah seperti adanya CSR yang dibentuk provinsi, pemda kota sehingga ada kesan pelaku usaha tidak tahu mau menyerahkan pengelolaan program CSR kemana?” Ramli menambahkan “bahwa program program CSR KESOS INDONESIA SULSEL selama ini sudah berjalan, seperti penggalangan dana untuk bantuan bencana Alam, mulai dari lombok, Palu, Mamuju, Luwuk, Jeneponto bahkan korban Kebakaran dalam kota Makassar, hanya memang betul kata pak Dino saat ini banyak pengurus dari perwakilan perusahaan yang tidak aktif karena mereka punya masa tugas sehingga ketika diganti yang baru tidak terlaporkan dan cendrung memutus mata rantai kordinasi untuk bantuan program selanjutnya” Pernyataan ini diaminkan oleh perwakilan PT. Pegadaian dan pihak dari Alaska merasa senang dan siap Berkolaborasi dengan forum CSR KESOS INDONESIA SULSEL untuk kedepannya. (R.Karno)
















