BIONS Seri 287 Angkat Isu Strategis AI, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono Tekankan Fondasi Etika dan Ketahanan Sosial

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUM MAKASSAR INFO.COM, JAKARTA – 2025, – Arus perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus bergerak cepat dan semakin memengaruhi hampir seluruh sendi kehidupan manusia. Dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga tata kelola sosial, AI hadir sebagai teknologi yang menawarkan efisiensi sekaligus tantangan baru. Menyikapi kondisi tersebut, Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 287 yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu, 20 Desember 2025, menghadirkan diskusi reflektif mengenai arah pemanfaatan AI di masa depan.

Forum ini menghadirkan Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA., Ph.D. sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Eddy mengajak peserta untuk melihat AI tidak hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai kekuatan besar yang mampu membentuk perilaku, pola pikir, dan struktur sosial masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan AI perlu dikawal dengan pendekatan yang menyeluruh dan berlandaskan nilai.

Menurut Prof. Eddy, etika merupakan fondasi awal yang tidak boleh diabaikan dalam pengembangan teknologi AI. Ia menjelaskan bahwa etika berfungsi sebagai pagar moral agar teknologi tetap berada dalam koridor kemanusiaan. Tanpa etika, kecanggihan AI justru dapat berujung pada penyalahgunaan, ketidakadilan, serta pengabaian hak-hak dasar manusia.

“Teknologi yang canggih tanpa nilai hanya akan melahirkan masalah baru. Etika menjadi penuntun agar kemajuan tetap membawa manfaat,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Selain etika, aspek regulasi juga menjadi sorotan penting. Prof. Eddy menegaskan bahwa regulasi tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan inovasi. Sebaliknya, regulasi yang dirancang secara tepat dapat memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan teknologi yang bertanggung jawab.

Ia menilai bahwa regulasi AI perlu bersifat adaptif dan visioner, mengikuti perkembangan global tanpa kehilangan relevansi dengan kondisi lokal. Dalam konteks Indonesia, Prof. Eddy mendorong adanya kebijakan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam menyambut era digital yang semakin kompleks.

Pembahasan kemudian berlanjut pada isu ketahanan sosial. Prof. Eddy mengingatkan bahwa penerapan AI dalam skala luas berpotensi membawa dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, termasuk perubahan dunia kerja, pola interaksi manusia, dan tekanan psikologis. Tanpa kesiapan sosial yang memadai, masyarakat bisa mengalami guncangan akibat disrupsi teknologi.

Baca Juga:  Tahun 2023, Kemenkumham Realisasikan Anggaran 97.16 Persen.

Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan tersebut bukanlah alasan untuk menolak teknologi. Justru sebaliknya, AI dapat menjadi peluang besar jika diiringi dengan kemampuan adaptasi dan penguatan ketahanan sosial. Ketahanan sosial, menurutnya, mencakup kesiapan mental, budaya, dan institusional dalam menghadapi perubahan.

Dalam hal ini, pendidikan memegang peran strategis. Prof. Eddy menyampaikan bahwa pendidikan di era AI harus mengalami transformasi, tidak hanya menekankan penguasaan teknologi, tetapi juga pengembangan karakter, literasi digital, dan pemahaman etika. Dengan pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis dan bertanggung jawab.

Diskusi dalam BIONS Seri 287 berlangsung hidup dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait kesiapan sumber daya manusia, tantangan kebijakan nasional, serta peran individu dalam menjaga etika di ruang digital. Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Prof. Eddy menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Ia menilai bahwa pengelolaan AI tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau pelaku industri. Akademisi, masyarakat sipil, dan individu juga memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem teknologi yang sehat dan beretika.

“Pengamanan teknologi adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi menjadi kunci agar AI benar-benar memberi manfaat luas,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pemikiran yang disampaikan, panitia BIONS memberikan sertifikat penghargaan kepada Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono sebagai narasumber. Sertifikat tersebut ditandatangani oleh Dr. Agung Patera selaku CEO BIONS Series, sebagai simbol pengakuan atas dedikasi dan peran aktif Prof. Eddy dalam mengedukasi publik.

Menutup sesi diskusi, Prof. Eddy mengajak seluruh peserta untuk tidak bersikap pasif terhadap perkembangan teknologi. Ia mendorong masyarakat untuk terus belajar, bersikap kritis, dan menjaga nilai kemanusiaan di tengah kemajuan AI.

“AI adalah alat yang luar biasa, tetapi manusia harus tetap menjadi pengendali arah. Nilai, etika, dan tanggung jawab sosial tidak boleh ditinggalkan,” pungkasnya.

Melalui BIONS Seri 287 ini, diharapkan lahir kesadaran kolektif bahwa masa depan teknologi AI sangat ditentukan oleh cara manusia mengelolanya hari ini. Diskusi ini menjadi ruang refleksi penting bahwa kemajuan teknologi dan kematangan nilai harus berjalan beriringan.

Salam Redaksi,.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anak Pemilik Gudang Garam Tolak Hak Jawab, Tantang Lapor ke Polisi dan Dewan Pers
Aktivitas Tambang Galian C Ilegal Milik Haji Ruppa di Kalaserena Gowa Resahkan Warga
Aksi Solidaritas Gowa Desak Kapolres Copot Kanit Tipiter 
LIN Bersama Soliditas Gowa Akan Lakukan Aksi Depan Polresta Gowa, LIN Yang Baru Malah Ke Ge’eran Nama Lembaganya di Catut
Terkait Penertiban Rumah Dinas, Purnawirawan Kodam IX/Udayana Minta Kebijakan Presiden
Direktur CV. Cahaya Mutiara Indonesia, Muh.darwis Rasyid Menyerahkan Bantuan Korban kebakaran
Permintaan Evaluasi Proses Penegakan Hukum di Kota Makassar
Viral Jukir di Depan ATM Dirum PD Parkir Makassar Langsung Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Anak Pemilik Gudang Garam Tolak Hak Jawab, Tantang Lapor ke Polisi dan Dewan Pers

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Aktivitas Tambang Galian C Ilegal Milik Haji Ruppa di Kalaserena Gowa Resahkan Warga

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Aksi Solidaritas Gowa Desak Kapolres Copot Kanit Tipiter 

Minggu, 2 Agustus 2026 - 03:43 WIB

LIN Bersama Soliditas Gowa Akan Lakukan Aksi Depan Polresta Gowa, LIN Yang Baru Malah Ke Ge’eran Nama Lembaganya di Catut

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Terkait Penertiban Rumah Dinas, Purnawirawan Kodam IX/Udayana Minta Kebijakan Presiden

Berita Terbaru