FORUMMAKASSARINFO.COM-Makassar, – Demonstrasi sebagai wujud stabilitas demokrasi di negara kesatuan republik indonesia ( NKRI ). Kita perlu menjaga stabilitas itu
Unjukrasa di kota makassar sulawesi selatan sering kali di perbincangkan oleh publik dari tahun ketahun hingga hari ini
Komite rakyat demokratik atau di kenal dengan nama komrad menyampaikan dengan singkat demonstrasi yang kerap berlangsung di kota makassar
“Kita perlu melihat kebelakang terlebih dahulu, unras dari massa besar hingga kecil tentunya kerap melakukan unjuk rasa dijalan trans sulawesi hingga pembakaran ban bekas dan penahanan mobil sementara”. Katanya
Lanjutnya, demonstrasi dengan model seperti itu sudah tidak asing di kota makassar dari tahun ketahun. itu yang perlu di lihat bersama-sama
Sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam komite aktivis mahasiswa rakyat indonesia atau kamri menggelar unjuk rasa di depan kampus unismuh makassar pada tanggal 04 juli 2024.
Selang beberapa jam melangsungkan unjuk rasa, kejadian na’as menimpa kader kamri yang sedang menyampaikan pernyataan sikap tentang TAPERA
Terlihat dari video yang beredar di media sosial, salah satu oknum kepolisian hendak membanting salah seorang massa aksi namun gagal
Disampaikan komrad, oknum polisi yang hendak membanting itu ternyata gagal sebab massa aksi yang hendak di banting itu berusaha bertahan untuk tidak terkapar di jalanan
Tambahnya, upaya pembantingan itu berbalik arah dan mengakibatkan oknum polisi itu yang terbaring di jalanan
Kejadian itu tentunya mengakibatkan 8 (delapan) massa aksi kamri di amankan hingga di tetapkan tersangka dengan beragam pasal sesuai pemberitaan yang beredar
Harapan dari komite rakyat demokratik ( KOMRAD ) bahwa kejadian seperti ini tidak terulang kembali pada momentum unras di indonesia
“Semoga ini tidak terulang lagi dan sejumlah teman-teman yang di jadikan tersangka dapat di bebaskan segera mungkin”.ucapnya
Demokrasi katanya diperuntukkan bagi seluruh rakyat begitupun dengan penyampaian pendapat di muka umum
“Kejadian tersebut tentunya berpotensi buruk atau memicu demonstrasi besar-besaran di kota makassar”. Tutupnya
















