Part 7
Assalamualaikum alaikum warohmatullahi wabarokatu..
FORUMMAKASSARINFO.COM-Pujian Rasa Syukur milik Allah SWT, pemilik sumber kebenaran dan Hakim yang Maha Adil. dan sepatutnya kepadaNya jualah bukti Syukur ini kita panjatkan.
Sholawat, salam serta Taslim kepada Nabi Muhammad Saw, juga kepada keluarga, sahabat dan Tabi’in sebagai tuntun keselamatan kita di dunia dan akhirat…
Sahabat Muslim Makassar info yang dirahmati Allah SWT..
Ibarat Ujian sekolah, ketika seorang siswa kedapatan mencontek atau berbuat yang sudah dilarang padanya, maka dia akan terkena sangsi pengurangan nilai, karena ketika itu terjadi dalam proses ujian dia akan segera dihentikan oleh pengawas atau guru dan diminta keluar ruangan sehingga jawaban atas soal ujian tersebut belum sempat seluruhnya diselesaikan dan tentunya walaupun ujian nya tetap sah namun nilainya sudah berkurang karena masih ada atau banyak soal yang belum dikerjakannya.
Begitu pun dalam berpuasa, boleh jadi ketika proses puasa ini kita jalani kita terkena sangsi pengurangan nilai puasa karena ada larangan yang kita langgar.
Walau puasa kita tetap dianggap sah, karena sudah mampu menahan lapar dan haus, sudah mampu menahan menghindari Jima (bersetubuh dengan pasangan) di siang hari,. Namun ada pengurangan nilai dalam proses puasa itu, seperti kata Nabi Saw. Yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Artinya: “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta bertindak bodoh, maka bagi Allah tiada gunanya ia meninggalkan makan dan minum.” (HR Al-Bukhari)
Hadist ini dapat dimaknai seseorang yang berpuasa karena tidak makan dan minum, namun karena ada pelanggaran ketika berpuasa itu yakni berdusta maka puasa yang dilakukan tiada guna atau dengan kata lain dengan tetap menahan lapar haus maka nilainya sudah berkurang dengan dia berbohong.
Kita terkadang menganggap remeh perkataan dusta, hanya karena ingin orang lain kita hebat atau ingin dipuji maka segala macam cerita yang menunjukkan kita sok menjadi pahlawan diceritakan padahal itu hanya sebatas angan-angan belaka, kita juga terkadang berbohong hanya coba menutupi kebenaran agar tidak dituntut oleh orang lain dengan menyembunyikan kebenaran yang diketahui, seperti halnya saat ini ramai kita meminta kejujuran seorang KPU, Bawaslu dan penyelenggara negara dari hasil Pemilu yang sudah kita lakukan, mereka mungkin tetap berpuasa namun ketika ada kebenaran yang disembunyikan sebagai perbuatan dusta maka pahala puasa kita nilai sudah berkurang dan boleh jadi puasa kita sia-sia karena tiada bernilai lagi.
Olehnya sahabat kaum muslimin yang berbahagia semoga nilai puasa kita ini terus bertambah dengan menjaga diri dari berbuat dusta serta saatnya mendulang pahala dilipat kan gandakan dengan berkata jujur.
Semoga ada manfaatnya khususnya kami pribadi dan keluarga dan pahala puasa full kita raih hingga akhir Ramdhan..
Aamiin ya Rabbal Alamiin…
Qulillahu fisabililhaq wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..
















