Kena Sangsi pengurangan Nilai Puasa

- Penulis

Minggu, 17 Maret 2024 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Part 7

Assalamualaikum alaikum warohmatullahi wabarokatu..

FORUMMAKASSARINFO.COM-Pujian Rasa Syukur milik Allah SWT, pemilik sumber kebenaran dan Hakim yang Maha Adil. dan sepatutnya kepadaNya jualah bukti Syukur ini kita panjatkan.

Sholawat, salam serta Taslim kepada Nabi Muhammad Saw, juga kepada keluarga, sahabat dan Tabi’in sebagai tuntun keselamatan kita di dunia dan akhirat…

Sahabat Muslim Makassar info yang dirahmati Allah SWT..

Ibarat Ujian sekolah, ketika seorang siswa kedapatan mencontek atau berbuat yang sudah dilarang padanya, maka dia akan terkena sangsi pengurangan nilai, karena ketika itu terjadi dalam proses ujian dia akan segera dihentikan oleh pengawas atau guru dan diminta keluar ruangan sehingga jawaban atas soal ujian tersebut belum sempat seluruhnya diselesaikan dan tentunya walaupun ujian nya tetap sah namun nilainya sudah berkurang karena masih ada atau banyak soal yang belum dikerjakannya.

Begitu pun dalam berpuasa, boleh jadi ketika proses puasa ini kita jalani kita terkena sangsi pengurangan nilai puasa karena ada larangan yang kita langgar.

Walau puasa kita tetap dianggap sah, karena sudah mampu menahan lapar dan haus, sudah mampu menahan menghindari Jima (bersetubuh dengan pasangan) di siang hari,. Namun ada pengurangan nilai dalam proses puasa itu, seperti kata Nabi Saw. Yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya: “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta bertindak bodoh, maka bagi Allah tiada gunanya ia meninggalkan makan dan minum.” (HR Al-Bukhari)

Baca Juga:  Bulan Ramadhan bulan Mempererat Persatuan

Hadist ini dapat dimaknai seseorang yang berpuasa karena tidak makan dan minum, namun karena ada pelanggaran ketika berpuasa itu yakni berdusta maka puasa yang dilakukan tiada guna atau dengan kata lain dengan tetap menahan lapar haus maka nilainya sudah berkurang dengan dia berbohong.

Kita terkadang menganggap remeh perkataan dusta, hanya karena ingin orang lain kita hebat atau ingin dipuji maka segala macam cerita yang menunjukkan kita sok menjadi pahlawan diceritakan padahal itu hanya sebatas angan-angan belaka, kita juga terkadang berbohong hanya coba menutupi kebenaran agar tidak dituntut oleh orang lain dengan menyembunyikan kebenaran yang diketahui, seperti halnya saat ini ramai kita meminta kejujuran seorang KPU, Bawaslu dan penyelenggara negara dari hasil Pemilu yang sudah kita lakukan, mereka mungkin tetap berpuasa namun ketika ada kebenaran yang disembunyikan sebagai perbuatan dusta maka pahala puasa kita nilai sudah berkurang dan boleh jadi puasa kita sia-sia karena tiada bernilai lagi.

Olehnya sahabat kaum muslimin yang berbahagia semoga nilai puasa kita ini terus bertambah dengan menjaga diri dari berbuat dusta serta saatnya mendulang pahala dilipat kan gandakan dengan berkata jujur.

Semoga ada manfaatnya khususnya kami pribadi dan keluarga dan pahala puasa full kita raih hingga akhir Ramdhan..

Aamiin ya Rabbal Alamiin…
Qulillahu fisabililhaq wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tasyakuran Bini’mat Pondok SAE Berkah Mandiri, Wujud Syukur dan Komitmen Ketahanan Pangan
Inspirasi dari Pesisir Iman: Penyerahan Buku “Maritime Theology” Menggugah Semangat Pelayanan di Makassar.
Sabet Juara Harapan I Lomba Azan Tingkat Nasional, Ahmad Fahriansyah As’ad Siswa UPT SD Neg 15 Pangkajene Harumkan Nama Sekolah dan Daerah
Semangat Kebangkitan Menggema: Pesan Paskah 2026 Penuh Harapan dari Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono
Menghidupkan Makna Pengorbanan dan Kebangkitan: Seruan Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono di Momen Jumat Agung dan Paskah
Refleksi Idul Fitri 1447 H, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono Serukan Makna Ketulusan dan Harmoni Sosial
Sehari Bersama Anak Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa di Mesjid Al-Markaz, Personil Polsek Bontoala Berikan Pengamanan
Pendiri dan Pembina Sikola Mangkasara mengadakan Buka Puasa Bersama Anak-anak Sikola Mangkasara dan Klub MUSHAF.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 12:30 WIB

Tasyakuran Bini’mat Pondok SAE Berkah Mandiri, Wujud Syukur dan Komitmen Ketahanan Pangan

Minggu, 12 April 2026 - 05:33 WIB

Inspirasi dari Pesisir Iman: Penyerahan Buku “Maritime Theology” Menggugah Semangat Pelayanan di Makassar.

Kamis, 9 April 2026 - 11:18 WIB

Sabet Juara Harapan I Lomba Azan Tingkat Nasional, Ahmad Fahriansyah As’ad Siswa UPT SD Neg 15 Pangkajene Harumkan Nama Sekolah dan Daerah

Minggu, 5 April 2026 - 04:05 WIB

Semangat Kebangkitan Menggema: Pesan Paskah 2026 Penuh Harapan dari Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono

Jumat, 3 April 2026 - 05:32 WIB

Menghidupkan Makna Pengorbanan dan Kebangkitan: Seruan Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono di Momen Jumat Agung dan Paskah

Berita Terbaru

Breaking news

Aksi Solidaritas Gowa Desak Kapolres Copot Kanit Tipiter 

Senin, 3 Agu 2026 - 10:37 WIB