FORUMMAKASSARINFO.COM-Maros, 16 Mei 2024, tepatnya di kantor Desa Pa’bentengan, Kec. Marusu, Kab. Maros. Sengaja kami melakukan wawancara khusus mengingat ada hal yang menarik dari kisah perjalanan salah satu sosok pak Desa ini.
Menurut salah satu warga yang kami temui yang juga kepala dusun di Desa tersebut bahwa “Beliau pak Desa ini orangnya sangat familiar, penuh perhatian dan mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga, misalnya saat itu ada warga ku bertengkar gara-gara hanya pohon pisang, dimana pohon pisang itu berada di perbatasan rumahnya tapi daunnya sudah menyebrang ke tetangga sebelahnya, saya itu toh sebagai kepala dusun pusing ma kasih leraiki, kasih pengertian ki dan hampir saja main parang, nah untung ada pak Desa Japar, beliau datang memberi pengertian dengan hati bahwa jika bisa diselesaikan dengan baik atau yang jadi korban keluarga karna pasti kenaki hukuman penjara, Alhamdulillah warga jadi damai” Tutur pak dusun.
Staf desa lainnya pun menceritakan bagaimana sosok pak Desa sangat mengayomi kami dalam mengarahkan dan mencari solusi jika ada persoalan warga, “orang sangan gaul dan mau menerima masukan setiap warga, tidak risih dan memilih tempat untuk bergaul dengan warganya tapi lebih senang berbaur, jadi kami sebagai staff sangat senang, dulu itu stunting cukup tinggi itu karena perkawinan usia dini di desa ini namun berkat kerjasama yang dijalin dengan baik oleh beliau seperti dengan Dinasti kesehatan kabupaten maka sering diadakan penyuluhan agar warga tidak kawin usia dini, Alhamdulilah hasilnya sudah mulai nampak” Tutur salah satu staf desa yang kami temui.
Bapak Muh. Japar Fattah, sosok nya yang terawat ternyata menyatukan kesuksesan atau keberhasilan memimpin desa ini tidak terlepas dari peran ibu Desa Istri beliau “saya itu kadang sering mendengar kenapa itu pak Desa sering disamping istrinya, saya jawab saja bahwa Istri bagi saya tidak hanya pendamping hidup namun lebih dari itu seseorang yang selalu hadir mengingatkan bahkan mengajarkan saya bagaimana menghargai orang lain, apalagi jika menghadapi ibu ibu tentu lebih elok dan terhindar dari pandangan negatif jika istri turut hadir dan memberikan jalan keluar sebagai sosok seorang wanita, jadi solusi bisa tepat karna persoalan ibu ibu biasanya hanya bisa dirasakan sesama ibu juga. ”
Lebih lanjut bahwa “membangun desa ini tidak mudah buruk kesabaran dan perjuangannya dengan berbagai komplik di tengah Masyarakat belum lagi persoalan sosial jadi kalo tidak melek teknologi kadang diluar kota ada warga butuh surat keterangan, Alhamdulillah dengan Teknologi di manapun bisa dibuatkan. Sebenarnya apa yang saya lakukan saat ini dalam memberikan layanan kepada warga tidak terlepas dari pengalaman sayan sebagai pengawai Kantor Pos, dimana kami dilatih dan wajibkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi kastumer, 3 S, Senyum Salam Sapa yang saya dapati di kantor Pos itulah yang saya praktekkan di Masyarakat dan Alhamdulillah hasilnya seperti yang warga dapatkan sekarang kami mampu melayani dengan hati, tidak ada lagi warga yang takut bertemu kepala Desa namun semua hormat karenaerasa senang dan sering kami datangi untuk bercengkerama sambil menerima masukan untuk perbaikan desa Pa’bentengan yang lebih Keren sesuai arahan bapak Bupati Maros.
Demikian pemaparan pak Desa di salah Kec. Marusu, kab. Maros ini yang saya kira kisah hidupnya dimulai dengan kerja keras dalam melayani warganya.
(R. Karno)
















