FORUM MAKASSAR INFO. COM- Hari Raya Nyepi kembali diperingati sebagai salah satu momen penting yang sarat nilai spiritual dan filosofi kehidupan. Tidak hanya bagi umat Hindu, Nyepi juga menjadi pengingat universal akan pentingnya berhenti sejenak dari rutinitas, untuk melakukan refleksi diri secara mendalam. Dalam suasana penuh makna tersebut, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, PhD menyampaikan ucapan “Selamat Merayakan Hari Raya Nyepi” dengan pesan yang menekankan kedamaian, kebijaksanaan, dan keseimbangan hidup.
Menurut Prof. Eddy, makna utama dari Nyepi terletak pada keheningan yang memberi ruang bagi setiap individu untuk kembali mengenal dirinya sendiri. Ia melihat bahwa kehidupan modern sering kali menuntut kecepatan dan produktivitas tanpa batas, sehingga manusia lupa akan pentingnya jeda. Nyepi, dalam hal ini, menjadi waktu yang tepat untuk memperlambat langkah dan menata kembali arah kehidupan.
“Dalam keheningan, kita justru menemukan kejelasan. Saat segala aktivitas dihentikan, di situlah kita bisa melihat diri kita secara lebih jujur,” ungkapnya.
Sebagai seorang akademisi dan praktisi yang telah lama berkecimpung dalam dunia kepemimpinan dan manajemen, Prof. Eddy menilai bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Nyepi memiliki relevansi tinggi dalam kehidupan profesional. Ia menekankan bahwa refleksi diri merupakan bagian penting dalam proses pengambilan keputusan. Tanpa adanya perenungan, seseorang berisiko mengambil langkah yang kurang tepat.
Ia juga mengaitkan filosofi Catur Brata Penyepian sebagai bentuk latihan pengendalian diri yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menahan diri dari aktivitas berlebihan, mengurangi gangguan eksternal, serta memberi ruang bagi ketenangan batin adalah prinsip yang dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dalam dunia kerja, hal ini dapat membantu individu menjadi lebih fokus, bijaksana, dan tidak mudah terpengaruh tekanan.
Selain aspek personal dan profesional, Prof. Eddy turut menyoroti pentingnya dimensi sosial dalam perayaan Nyepi. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai sarana memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan. Dalam konteks bangsa Indonesia yang majemuk, sikap saling menghormati menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni.
“Nyepi mengajarkan kita bahwa kedamaian tidak hanya dibangun dari luar, tetapi berawal dari dalam diri setiap individu,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan kehidupan. Pesan ini sejalan dengan kiprahnya sebagai pendidik yang terus mendorong pengembangan karakter dan integritas, tidak hanya pada aspek akademik semata.
Ucapan yang disampaikan Prof. Eddy mencerminkan pandangan yang komprehensif tentang kehidupan yang harmonis. Ia percaya bahwa dengan menjaga keseimbangan diri, seseorang dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam Nyepi, menurutnya, menjadi panduan yang relevan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.
Di era globalisasi yang penuh tekanan, kebutuhan akan ketenangan batin menjadi semakin penting. Nyepi hadir sebagai pengingat bahwa manusia tidak hanya membutuhkan aktivitas, tetapi juga waktu untuk diam, merenung, dan memperbaiki diri. Dari proses tersebut, lahir pemahaman yang lebih dalam tentang makna hidup.
Menutup pesannya, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, PhD berharap agar Hari Raya Nyepi membawa energi positif bagi seluruh masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal dalam membangun kehidupan yang lebih damai, bijaksana, dan penuh makna.
Dengan pesan yang sederhana namun mendalam, Nyepi kembali mengingatkan bahwa dalam keheningan, terdapat kekuatan besar untuk menciptakan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.(*)
















