Nyepi sebagai Momentum Introspeksi, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono Gaungkan Pesan Kedamaian dan Keseimbangan Hidup

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUM MAKASSAR INFO. COM- Hari Raya Nyepi kembali diperingati sebagai salah satu momen penting yang sarat nilai spiritual dan filosofi kehidupan. Tidak hanya bagi umat Hindu, Nyepi juga menjadi pengingat universal akan pentingnya berhenti sejenak dari rutinitas, untuk melakukan refleksi diri secara mendalam. Dalam suasana penuh makna tersebut, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, PhD menyampaikan ucapan “Selamat Merayakan Hari Raya Nyepi” dengan pesan yang menekankan kedamaian, kebijaksanaan, dan keseimbangan hidup.

Menurut Prof. Eddy, makna utama dari Nyepi terletak pada keheningan yang memberi ruang bagi setiap individu untuk kembali mengenal dirinya sendiri. Ia melihat bahwa kehidupan modern sering kali menuntut kecepatan dan produktivitas tanpa batas, sehingga manusia lupa akan pentingnya jeda. Nyepi, dalam hal ini, menjadi waktu yang tepat untuk memperlambat langkah dan menata kembali arah kehidupan.

“Dalam keheningan, kita justru menemukan kejelasan. Saat segala aktivitas dihentikan, di situlah kita bisa melihat diri kita secara lebih jujur,” ungkapnya.

Sebagai seorang akademisi dan praktisi yang telah lama berkecimpung dalam dunia kepemimpinan dan manajemen, Prof. Eddy menilai bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Nyepi memiliki relevansi tinggi dalam kehidupan profesional. Ia menekankan bahwa refleksi diri merupakan bagian penting dalam proses pengambilan keputusan. Tanpa adanya perenungan, seseorang berisiko mengambil langkah yang kurang tepat.

Ia juga mengaitkan filosofi Catur Brata Penyepian sebagai bentuk latihan pengendalian diri yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menahan diri dari aktivitas berlebihan, mengurangi gangguan eksternal, serta memberi ruang bagi ketenangan batin adalah prinsip yang dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dalam dunia kerja, hal ini dapat membantu individu menjadi lebih fokus, bijaksana, dan tidak mudah terpengaruh tekanan.

Baca Juga:  Dihadapan Peserta Upacara, Plt Kepala Bapenda Sidrap, Sampaikan Capaian Realisasi Penerimaan PAD Awal September 2024 Sebesar Rp. 105 Milyar.

Selain aspek personal dan profesional, Prof. Eddy turut menyoroti pentingnya dimensi sosial dalam perayaan Nyepi. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai sarana memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan. Dalam konteks bangsa Indonesia yang majemuk, sikap saling menghormati menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni.

“Nyepi mengajarkan kita bahwa kedamaian tidak hanya dibangun dari luar, tetapi berawal dari dalam diri setiap individu,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan kehidupan. Pesan ini sejalan dengan kiprahnya sebagai pendidik yang terus mendorong pengembangan karakter dan integritas, tidak hanya pada aspek akademik semata.

Ucapan yang disampaikan Prof. Eddy mencerminkan pandangan yang komprehensif tentang kehidupan yang harmonis. Ia percaya bahwa dengan menjaga keseimbangan diri, seseorang dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam Nyepi, menurutnya, menjadi panduan yang relevan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Di era globalisasi yang penuh tekanan, kebutuhan akan ketenangan batin menjadi semakin penting. Nyepi hadir sebagai pengingat bahwa manusia tidak hanya membutuhkan aktivitas, tetapi juga waktu untuk diam, merenung, dan memperbaiki diri. Dari proses tersebut, lahir pemahaman yang lebih dalam tentang makna hidup.

Menutup pesannya, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, PhD berharap agar Hari Raya Nyepi membawa energi positif bagi seluruh masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal dalam membangun kehidupan yang lebih damai, bijaksana, dan penuh makna.

Dengan pesan yang sederhana namun mendalam, Nyepi kembali mengingatkan bahwa dalam keheningan, terdapat kekuatan besar untuk menciptakan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Pertanyakan Realisasi Janji Mediasi Lurah Terkait Bangunan Ilegal di Pintu Nol Unhas
Teror Pelemparan Gereja di Palopo Belum Terungkap, Frederik Kalalembang Akan Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolres Palopo
Kasat Resnarkoba Polres Gowa Klarifikasi Dugaan “Setoran” Bandar Narkoba ke Oknum Anggota: “Buktikan, Jangan Asal Tuduh”
Putra Bupati RIZQAN Menerima Mandat sebagai Ketua Markas Cabang LMP Kabupaten Jeneponto
Terungkap Sistem Setoran Rutin: Bandar Narkoba Gowa Bontonompo Beberkan Oknum Sat Narkoba Polres Gowa Dan Takalar
Pembelian Lapangan dari Swadaya Warga Panciro Berubah Jadi Koperasi, Tuai Polemik dan Penolakan
Pasca-Lebaran Idul Adha, Wakapolsek Bontoala Pimpin Patroli Wilayah Guna Jaga Kondusivitas
Refleksi Idul Adha 1447 H: Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono Tekankan Nilai Moral dalam Kepemimpinan Global
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 02:51 WIB

Warga Pertanyakan Realisasi Janji Mediasi Lurah Terkait Bangunan Ilegal di Pintu Nol Unhas

Senin, 1 Juni 2026 - 06:01 WIB

Teror Pelemparan Gereja di Palopo Belum Terungkap, Frederik Kalalembang Akan Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolres Palopo

Senin, 1 Juni 2026 - 02:35 WIB

Kasat Resnarkoba Polres Gowa Klarifikasi Dugaan “Setoran” Bandar Narkoba ke Oknum Anggota: “Buktikan, Jangan Asal Tuduh”

Senin, 1 Juni 2026 - 02:28 WIB

Putra Bupati RIZQAN Menerima Mandat sebagai Ketua Markas Cabang LMP Kabupaten Jeneponto

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:14 WIB

Pembelian Lapangan dari Swadaya Warga Panciro Berubah Jadi Koperasi, Tuai Polemik dan Penolakan

Berita Terbaru