FORUMMAKASSARINFO.COM-Renungan JumAt..Bismillahi Rohmani Rahim..
Robbisrahli saderi wayassirli amri wahlulupdatan minlisani yafkahu…
Assalamu Alaikum warohmatullahi Wabarokatu..
Alhamdulillah wasyukurillah walahaulawalakuata illa billah.. Ashadi allailaha illallah wa Ashadi anna Muhammadan abduhu warosuluhu wa alaalihi washobihi ajemain.. Ammabaad..
Rasa syukur dihari ini hanya kepada Allah sang Maha pencipta penuh kasih Sayang, tiada pernah pilih kasih yang tiada pernah lelah mengurus mahlukNya..
Sholawat salam juga taslim kepada Nabi kekasih Allah Rasulillah Muhammad Saw nabiyul awwalu wal akhiru..
PART 5 Peran Ayah atas Istri..
Sahabat Moeslem Rahimakumullah…
Telah kita sharing 4 bagian bagaimana menceritakan sosok peran seorang ayah terhadap keluarganya, pada pertemuan kali ini kami ingin menyampaikan bahwa peran seorang ayah tidak terlepas karena ada istri yang sholeha, disana ada peran seorang ibu.
Dalam sebuah Hadits Rasulullah yang diriwayatkan Bazzar, menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang wanita (ibu) sudah menjalankan shalat lima kali, puasa bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya (kesucian dirinya) dan lagi taat kepada suaminya, maka masuklah ia ke surga.”
Hadist ini menjelaskan jaminan seorang ibu yang masuk SurgaNya Allah ketika semua kewajiban kepada Allah SWT dan dia taat kepada suaminya maka tidak ada yang akan menghalanginya untuk memasuki pintu Surga.
Kerapkali dalam kehidupan ini kita temukan bertapa peran sosok ibu atau istri terpinggirkan, baik oleh karena memang begitu dominasinya seorang Ayah dalam rumah tangga tersebut, seperti ibu atau istri hanya diminta berperan dibalik tembok, Dapur mengurus Makanan, Kasur mengurus anaknya, atau Sumur untuk mencuci pakaian, peran ini biasa karena seorang ayah “diktator”.
Ada pula perang Ayah yang masa bodoh, sing penting kebutuhan material semua terpenuhi urusan sukses tidaknya generasi anak-anak nya lebih diserahkan kepada sosok seorang ibu, bahkan terkadang tidak mau tahu apa yang dikerjakan istrinya tidak peduli asalkan dirinya bisa “membahagiakan” dengan harta mengangap dia sudah menjadi Ayah yang Sukses, peran Ayah yang seperti ini disebut Demokratis, semua bebas yang terkadang jika peran ibu juga masa bodoh maka sudah hampir pasti generasi yang jadi korban.
Selanjutnya Ayah yang terbaik yaitu mampu berperan menjadikan keluarga mengenal Allah SWT dengan belajar Tauhid (part 1), Mengajak dan mengajari istri dan anaknya untuk senantiasa berprilaku baik dan santun, serta peduli terhadap pendidikan yang baik bagi anak-anak nya. Peran Ayah yang seperti ini senantiasa melibatkan sosok seorang Ibu yang penuh kasih sayang dalam membantunya membentuk generasi yang ber etika, maka seorang ibu akan merasa disanjung, karena pesan Nabi Saw salah satu menjaga, Wanita mu bagian dan peran sosok Ayah.
Sahabat Moeslim Rahimakumullah..
Tentunya jika peran Ayah yang sholeh ini berfungsi dengan baik maka semua ketaatan seorang ibu atau istrinya, itu dikarenakan peran seorang Ayah yang mampu menuntunnya dengan baik,, dapat menjadi teladan serta mampu menjadi pemimpin keluarga yang adil.
Bukankah wanita tercipta dari tulang rusuk seorang lelaki, ibarat tulang yang bengkok ini, dalam menjaganya harus penuh ke hati hatian ada rasa belas kasih dan sayang agar tulang ini merasa terlindungi merasa nyaman sehingga peran Ayah yang digantikan seorang ibu seperti menjaga anak-anak nya dalam iman dan taqwa dapat terlaksana dengan baik.
Ayah harus dapat menjadi iman bagi istri dan anaknya dan dia harus mampu meyakinkan anak-anaknya untuk senantiasa berbakti kepada Ibu istri yang selama ini setia mendampingi dalam suka dan duka, seperti perintah Allah SWT dalam Q.S:
Surah Luqman ayat 14-15
(14) وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15)
Artinya: “14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.
Seorang Ayah diperintahkan untuk bisa menjadikan Istrinya punya peran sentral dalam mendidik yang telah melahirkan penuh susahpayah disamping itu dengan welas asihnya maka anaknya dapat menjadi anak yg senantiasa taat kepada ibunya, kepada keluarganya yang lain.
Pengajaran dan contoh sosok Ayah harus bisa mengajari anak mereka santun kepada ibunya serta memastikan anak-anak selalu dapat membantu ibunya yang kelak dapat menjadi amal jariah bagian seorang Ayah dan ibu hingga kelak mereka ringan menuju Surga Jannatun Naim.
Sahabat Moeslem Rahimakumullah..
Tentu Ayah harus sadar bahwa dirinya tidak mampu untuk berdiri sendiri dia butuh orang yang setia lagi sholeha disisi nya agar nikmatnya menjadi keluarga bahagia menjadikan prinsip keluargaku adalah surgaku, “baiti Jannati” Dapat diraih kebahagian hakiki yang didapat di Dunia dan insya Allah hingga ke akhirat..
Aamiin.. Ya Robbal Allamiin..
Semoga sharing hari ini bisa membuat hati seorang ibu bahwa mereka punya perang penting untuk mendukung sukses peran seorang ayah dan tidak ada lagi yg bertanya tanya mengapa hanya peran ayah yang selalu dibahas, insya Allah semua berharap part ini dapat bermanfaat buat kita semua khususan kami dan keluarga, mohon maaf jika ada khilaf karena Kesempurnaan hanya Milik Allah SWT..
Ilamuafiqtariq… Wassalamu Alaikum wrwb..
















