LSM Triga Nusantara Wilayah Ajatappareng Soroti Proyek Koperasi Merah Putih: Diduga Dikerjakan Asal Kerja

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidrap – FORUM.MAKASSAR.INFO.COM – Koordinator Wilayah (Korwil) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Ajatappareng M. Rusli, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di wilayah Ajatappareng.khususnya di Kab Sidrap, tepatnya di Desa Talumae Kec. Watang Sidenreng Sidrap, Selasa, 24 Februari 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek tersebut diduga dikerjakan “asal Kerja” dan tidak memenuhi standar konstruksi yang baik dan Pemantauan ini di dampingi Ketua DPC Triga Nusantara Sidrap Ashadi Kadir.

​Pencampuran Material Secara Manual Jadi Sorotan
​Salah satu poin krusial yang menjadi temuan tim LSM Triga Nusantara adalah metode pencampuran material bangunan. M. Rusli mengungkapkan bahwa pekerja di lokasi terpantau melakukan pengadukan semen dan pasir secara manual, tanpa menggunakan mesin pengaduk (molen).

​”Kami menemukan di lapangan bahwa pencampuran material tidak menggunakan mesin molen. Ini sangat riskan terhadap kualitas kekuatan bangunan. Jika diaduk manual, konsistensi campuran beton atau mortar tidak akan merata,” ujar M. Rusli kepada awak media, Selasa, 24 Februari 2026.

​Kekhawatiran Terhadap Kualitas Bangunan
​Lanjut M. Rusli Penggunaan metode manual dalam proyek skala institusi seperti Koperasi Merah Putih dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap spesifikasi teknis. Menurut Rusli, hal ini memicu dugaan adanya upaya efisiensi biaya yang tidak sehat, yang pada akhirnya dapat merugikan negara dan masyarakat sebagai pengguna fasilitas.

​Poin-poin keberatan LSM Triga Nusantara:

Baca Juga:  Dua Pelaku Pembusuran di Pallangga Diamankan, Polres Gowa Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan Jalanan

​Kualitas Mutu Beton: Pengadukan manual sulit mencapai standar K-tertentu yang dipersyaratkan.
​Ketahanan Bangunan: Campuran yang tidak homogen berpotensi menyebabkan keretakan di masa depan.
​Transparansi: Diduga ada pengabaian terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan metode kerja yang seharusnya profesional.
Tidak adanya Papan Proyèk
Dalam pejerjaa Pidasi Tidak menggunakan Pasir Urug, sementara di gàmbaar menggunàkan pasir Urug.
Pekerjanya tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).
​Harapan Pemantauan Pelaksanaan
​M. Rusli menegaskan bahwa tujuan dari pemantauan ini adalah untuk memastikan bahwa setiap proyek pemerintah maupun lembaga publik berjalan sesuai koridor hukum dan teknis.

​”Tujuan kami melakukan pengawasan ketat adalah agar anggaran yang dikucurkan tidak terbuang sia-sia. Kami berharap pihak pelaksana segera memperbaiki metode kerjanya, dan pihak terkait segera melakukan evaluasi sebelum pekerjaan ini rampung,” tegas Rusli

​LSM Triga Nusantara Korwil Ajatappareng berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan mengenai standarisasi mutu bangunan Koperasi Merah Putih tersebut.

Sementara itu, Mandor Kerja Kegiatan Proyek Merah Putih Raden mengatakan, ia bahwa kegiatan pekerjaan ini sudah berlangsung lebih satu minggu, dan hasil pekerjaannya semua pekerjaan pondasi bangunan sudah selesai, namun belum di lakukan pengecoran untuk pekerjaan Slop

Lanjut Raden, ia akui pekerjaan selama ini tidak menggunakan molen, dan hanya di lakukan secara manual, namun pihaknya akan berupaya dalam waktu dekat, ungkap Raden. (*)

Editor : (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blackout di Sumatera Bukan Kecelakaan, Tapi Diduga Akibat Kelalaian dan Keserakahan!”, Kasihhati Desak Usut Tuntas
Mobil Box Milik Mafia BBM Ditangkap Polres Gowa, Sopir Sebut Nama Mansyur Alias Cacolle
LIN Akan Laporkan Penipuan Warga Yang Dilakukan Ramli Dengan Modus Jual Kartu Relawan Prabowo Seharga 80,000 Dengan Alasan Kartu KDMP
Bawa Nama Baik Polrestabes Makassar, Kapolsek Bontoala Apresiasi Aipda Nurhidayat Melaju ke Lomba Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel
Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo
Bhabinkamtibmas Bunga Ejaya Pantau Pelayanan Adminduk dan Pasar Murah di Wilayahnya
Gencarkan Zona Integritas, Polsek Bontoala Pasang Banner “Stop Gratifikasi”
Dr. Haedar Djidar Nahkodai Kota Palopo Setelah Terima Mandat sebagai Ketua Markas Cabang LMP Kota Palopo
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:40 WIB

Blackout di Sumatera Bukan Kecelakaan, Tapi Diduga Akibat Kelalaian dan Keserakahan!”, Kasihhati Desak Usut Tuntas

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Mobil Box Milik Mafia BBM Ditangkap Polres Gowa, Sopir Sebut Nama Mansyur Alias Cacolle

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:04 WIB

LIN Akan Laporkan Penipuan Warga Yang Dilakukan Ramli Dengan Modus Jual Kartu Relawan Prabowo Seharga 80,000 Dengan Alasan Kartu KDMP

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:25 WIB

Bawa Nama Baik Polrestabes Makassar, Kapolsek Bontoala Apresiasi Aipda Nurhidayat Melaju ke Lomba Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel

Rabu, 10 Juni 2026 - 00:45 WIB

Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo

Berita Terbaru