Dugaan Maladministrasi di Banggai Laut: Nasib Guru Terancam Akibat Kekacauan Data Dikpora

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUMMAKASSARINFO.COM-BANGGAI LAUT, – 2 September 2025, Polemik NIP3K di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah semakin menjadi sorotan tajam. Kekacauan data yang diduga terjadi di Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) mengancam nasib guru honorer senior, Ibu Rasmin, sementara perlakuan istimewa diberikan kepada guru yang baru mengabdi dua tahun, Ibu Nur. Kasus ini bukan sekadar kekeliruan, melainkan indikasi kuat adanya maladministrasi dan ketidakadilan yang mencederai integritas birokrasi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dikpora Jenni Manyuya, S.Pd., M.M., dan Kepala Sub Bagian Kepegawaian memilih bungkam, menolak memberikan penjelasan. Sikap diam ini justru menimbulkan kecurigaan publik, seolah ada sesuatu yang ditutupi. Seharusnya, sebagai pejabat publik, mereka bertanggung jawab untuk memberikan transparansi dan klarifikasi, bukan bersembunyi di balik ketidakpastian.

Pernyataan dari Kepala BKD, Basri Ali, S.Ag., S.H., M.H., semakin memperjelas duduk perkaranya. Ia mengakui bahwa berkas dari Dikpora sudah sesuai secara formal. Namun, ia menekankan bahwa “kekeliruan secara teknis maupun teori” adalah tanggung jawab Dikpora. Pernyataan ini secara telak menyoroti kelemahan dan ketidakprofesionalan Dikpora dalam mengelola data kepegawaian.

Baca Juga:  Safari Ramadan Pemkab Sidrap Rampung di Watang Sidenreng

Sungguh ironis, nasib seorang guru yang telah mengabdikan diri puluhan tahun harus terkatung-katung karena ‘kekeliruan’ yang bisa saja disengaja. Di sisi lain, guru baru yang diduga mendapat perlakuan khusus bisa melenggang mulus. Kondisi ini bukan hanya menzalimi Ibu Rasmin, tetapi juga merusak semangat kerja guru lainnya.

Masyarakat mendesak agar kasus ini tidak berhenti pada saling lempar tanggung jawab. Pihak berwenang, termasuk inspektorat, harus segera mengusut tuntas dugaan maladministrasi ini.

Integritas sistem kepegawaian tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir orang. Keadilan bagi Ibu Rasmin harus ditegakkan sebagai cermin dari komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan dan pengakuan atas pengabdian para pahlawan tanpa tanda jasa.

(Redaksitim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang May Day, Kapolsek Bontoala Gelar Silaturahmi: Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas
PKP Bukit Zaitun Raih Juara Pertama Lomba Line Dance Lintas Gerejawi di Makassar
Rekonsiliasi Internal Laskar Merah Putih: Ade Erfil Manurung Kembali Bergabung, Dualisme Dinilai Berakhir
Wali Kota Munjirin Pimpin Gerakan Terpadu Penangkapan Ikan Sapu-Sapu
Dirgahayu Kopassus Ke-74: Sinergitas TNI-Polri Menguat, Kapolsek Bontoala Berikan Ucapan “Selamat”
Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo
Nasi Kebuli Autentik Ala ‘Umah Fitri : Rasa Mewah, Harga Ramah di Kantong Manjakan Lidah
Kecewa, Budiman S Sebut PT Makassar “Bukan lagi Wakil Tuhan, tapi Wakil Iblis”
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 02:26 WIB

Jelang May Day, Kapolsek Bontoala Gelar Silaturahmi: Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas

Sabtu, 18 April 2026 - 11:04 WIB

PKP Bukit Zaitun Raih Juara Pertama Lomba Line Dance Lintas Gerejawi di Makassar

Sabtu, 18 April 2026 - 07:58 WIB

Rekonsiliasi Internal Laskar Merah Putih: Ade Erfil Manurung Kembali Bergabung, Dualisme Dinilai Berakhir

Sabtu, 18 April 2026 - 05:53 WIB

Wali Kota Munjirin Pimpin Gerakan Terpadu Penangkapan Ikan Sapu-Sapu

Kamis, 16 April 2026 - 07:54 WIB

Dirgahayu Kopassus Ke-74: Sinergitas TNI-Polri Menguat, Kapolsek Bontoala Berikan Ucapan “Selamat”

Berita Terbaru