Sidrap – FORUM.MAKASSAR.INFO.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Kelurahan Bangkai sukses melaksanakan program kerja bertajuk “Optimalisasi Manajemen Sampah Kelurahan Bangkai melalui Pembuatan Tempat Sampah Minim Asap”. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah rumah tangga sekaligus mengurangi dampak pencemaran udara akibat pembakaran sampah terbuka. Senin (02/02)
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta menyediakan solusi sederhana dan tepat guna dalam pengurangan volume sampah. Melalui pembuatan tempat sampah minim asap, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 berupaya meminimalkan emisi asap dan bau yang sering ditimbulkan dari pembakaran sampah konvensional, sehingga lingkungan permukiman menjadi lebih bersih dan sehat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif pembakaran sampah terbuka terhadap kesehatan dan lingkungan. Selanjutnya, mahasiswa KKN melakukan pembuatan tempat sampah minim asap dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan. Tempat sampah ini dirancang dengan sistem pembakaran tertutup dan sirkulasi udara yang lebih terkontrol, sehingga mampu mengurangi keluarnya asap secara signifikan.
Dalam proses pelaksanaannya, masyarakat setempat turut dilibatkan secara langsung, baik dalam pembuatan maupun pemanfaatan tempat sampah minim asap. Partisipasi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal menuju manajemen sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Salah satu mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 Puji Lestari selaku koordinator program kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan Kelurahan Bangkai yang masih menghadapi permasalahan sampah. “Melalui pembuatan tempat sampah minim asap ini, kami berharap masyarakat memiliki alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman dan tidak mencemari udara,” ungkapnya.
Masyarakat Kelurahan Bangkai menyambut baik program kerja ini karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Dengan adanya tempat sampah minim asap, praktik pembakaran sampah secara terbuka dapat dikurangi, sehingga kualitas udara dan kebersihan lingkungan dapat lebih terjaga. Program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sampah yang efektif dan berkelanjutan di Kelurahan Bangkai. (*)
Editor : (Tim/Red)
















