Pasar Kuliner Baru Biang Kerok Kemacetan di Barukang Raya  Jadi Sorotan.

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KoFORUMMAKASSARINFO.COM-Makassar, – Rabu malam di Jalan Barukang Raya, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, seharusnya menjadi malam yang biasa, minggu ini sebuah pemandangan baru, sekaligus problematis, telah berdiri tegak dan segera menjadi sorotan tajam: sebuah pasar kuliner dadakan.

Baru seumur jagung, pasar ini sudah memicu gejolak, bukan karena daya tariknya yang memikat, melainkan karena pelanggaran yang dilakukan secara terang-terangan dan merugikan bagi pengguna jalan.

Sejak petak-petak tenda bermunculan, Jalan Barukang Raya berubah drastis, aroma gurih sate, manis martabak, dan pedasnya mie ayam bercampur baur dengan asap knalpot dan deru mesin yang tertahan, kelezatan yang menjanjikan pasar ini harus dibayar mahal oleh para pengguna jalan.

Jalan bahu, yang seharusnya menjadi ruang darurat atau jalur sepeda, kini disulap menjadi lautan lapak dadakan dan kepadatan pembeli. Ini adalah pelanggaran yang jelas terhadap aturan pemerintah, sebuah pengambilalihan ruang publik demi keuntungan pribadi tanpa memikirkan konsekuensinya.

“Saya sangat kesal!” ujar seorang pengendara roda dua yang tak mau disebut namanya, dengan nada suara yang meninggi, merefleksikan kemarahan umum. “Jalan raya sudah tertutup, dipenuhi manusia yang ingin berbelanja, mau lewat mana kami?? jalanan macet total, antrean panjang sampai tak bergerak!,” tegasnya

Ia melanjutkan ceritanya, memberikan gambaran nyata betapa mengecewakannya pengendara lain. “Tadi ada mobil di depan Saya, supirnya sudah ngoceh-ngoceh tidak karuan. Kelihatan sekali dia buru-buru, mungkin dikejar waktu atau keluarganya sudah mendesak minta cepat. Situasinya kacau balau, membuat emosi mudah terpancing.” Napas tersengal, klakson bertalu-talu, dan raut wajah tegang adalah pemandangan umum malam itu. Jalan Barukang Raya, yang biasanya sibuk namun masih bisa bernapas, kini tercekik.

Baca Juga:  Aktifis LIRA Dikejar Dari Tamiang, Berjaya di Gayo Lues, Apa Benar ?

Di tengah kekacauan ini, desas-desus tak sedap mulai beredar, menambah bumbu pahit pada masalah yang sudah ada. “Kami dapat info bahwa diduga para pedagang membayar sebanyak dua ratus ribu rupiah kepada panitia,” ungkap sumber yang sama dengan nada curiga. Jika ini benar, maka ada indikasi praktik pungutan pembohong atau setidaknya pengaturan yang tidak transparan dan melanggar hukum.

Pertanyaan besar pun muncul: Mengapa izin semacam ini bisa lolos? “Seharusnya pemerintah, seperti Lurah Pannampu dan Camat Tallo, tidak memberikan izin untuk kegiatan semacam ini,” tandas pengendara tersebut, menyuarakan sentimen banyak orang. “Ini bukan hanya mengganggu, ini membahayakan! Apalagi ini jalan raya yang merupakan akses vital bagi masyarakat, merugikan sekali bagi pengendara roda dua dan empat.

Pasar kuliner ini, meski baru berdiri, telah menciptakan keadaan buruk dan merusak pemandangan umum, ini bukan hanya tentang kemacetan atau bahu jalan yang direbut, tetapi juga tentang integritas pemerintahan dan komitmen terhadap penegakan peraturan. Pemerintah setempat diharapkan segera bertindak tegas, meninjau ulang izin (jika memang ada) atau menertibkan pasar ini, demi kenyamanan, keamanan, dan keadilan bagi seluruh warga, bukan hanya segelintir pedagang atau panitia yang mencari keuntungan saja. Jalan Barukang Raya membutuhkan solusi yang adil dan berkelanjutan, bukan hanya janji manis aroma kuliner yang berujung pada kemarahan dan kekecewaan untuk pengendara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bawa Nama Baik Polrestabes Makassar, Kapolsek Bontoala Apresiasi Aipda Nurhidayat Melaju ke Lomba Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel
Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo
Bhabinkamtibmas Bunga Ejaya Pantau Pelayanan Adminduk dan Pasar Murah di Wilayahnya
Gencarkan Zona Integritas, Polsek Bontoala Pasang Banner “Stop Gratifikasi”
Dr. Haedar Djidar Nahkodai Kota Palopo Setelah Terima Mandat sebagai Ketua Markas Cabang LMP Kota Palopo
Lidik Pro Maros Soroti Laporan Pengaduan yang Masuk Sejak Desember 2025, Pelapor Harapkan Kepastian Hukum
KETUA LIDIK PRO MAROS DESAK PEMDES, DLH DAN POLRES MAROS USUT AKTIVITAS PENGERUKAN DEKAT PERMUKIMAN WARGA
Pihak Bank BRI Memviralkan Nasabah Melalui Medsos Keluarga Nasabah Tidak Terima Akan Melakukan Upaya Hukum
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:25 WIB

Bawa Nama Baik Polrestabes Makassar, Kapolsek Bontoala Apresiasi Aipda Nurhidayat Melaju ke Lomba Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel

Rabu, 10 Juni 2026 - 00:45 WIB

Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:49 WIB

Gencarkan Zona Integritas, Polsek Bontoala Pasang Banner “Stop Gratifikasi”

Senin, 8 Juni 2026 - 01:29 WIB

Dr. Haedar Djidar Nahkodai Kota Palopo Setelah Terima Mandat sebagai Ketua Markas Cabang LMP Kota Palopo

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:02 WIB

Lidik Pro Maros Soroti Laporan Pengaduan yang Masuk Sejak Desember 2025, Pelapor Harapkan Kepastian Hukum

Berita Terbaru