“Peluru di Malam Tahun Baru 2025”

- Penulis

Rabu, 1 Januari 2025 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUMMAKASSARINFO.COM-Bone, – Malam pergantian tahun baru 2025, langit Bone tampak cerah, bintang-bintang menghiasi angkasa, seolah menyambut pergantian tahun dengan harapan baru. Namun, di rumah sederhana di Dusun Limpoe, Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, suasana malam itu akan selalu dikenang sebagai malam yang kelam oleh banyak orang.

Rudi S Gani, seorang pengacara yang dikenal tegas dan penuh dedikasi, baru saja tiba di kampung halaman istrinya. Setelah sibuk dengan berbagai kasus hukum di Makassar, ia merasa lega akhirnya bisa berkumpul dengan keluarganya untuk merayakan tahun baru. Malam itu, istrinya sedang makan malam di ruang makan, sementara Rudi duduk santai di ruang tamu, menghadap televisi. Keduanya tampak bahagia, menikmati momen yang tenang.

Namun, kegembiraan malam itu segera berubah menjadi mimpi buruk. Tiba-tiba, sebuah suara letusan terdengar dari luar rumah. Suara yang keras dan mengerikan, seakan membawa kegentingan yang tak terelakkan. Istri Rudi terkejut, bergegas keluar dari ruang makan menuju ruang tamu. Di sana, ia melihat suaminya tergeletak di lantai, darah mengalir deras dari wajahnya. Rudi S Gani, pengacara yang dikenal berani dan teguh membela keadilan, kini terbaring tak berdaya, wajahnya dan dadanya terdapat luka tembak.

Dengan panik, istrinya segera membawa Rudi ke Puskesmas Lappariaja.

Namun, nasib tak berpihak padanya. Di tengah perjalanan, Rudi menghembuskan napas terakhirnya, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab: siapa yang bisa melakukan hal keji ini dan mengapa?

Berita penembakan Rudi S Gani segera menyebar, mengguncang kalangan pengacara di Makassar dan seluruh Sulawesi Selatan. Farid Mamma, SH., M.H., seorang pengacara senior dan Direktur Pusat Kajian Advokasi dan Anti Korupsi Sulawesi Selatan, tak bisa menyembunyikan kemarahannya.

“Ini adalah tamparan keras bagi penegakan hukum di Sulawesi Selatan. Seorang pengacara yang justru menjadi korban kekerasan. Kasus ini harus segera diusut tuntas,” ujarnya dengan suara tegas.
Farid mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penembakan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa profesi advokat harus dilindungi, bukan dihancurkan dengan intimidasi dan kekerasan.

Baca Juga:  Sinergitas Polri-Interpol Berantas Judi Online di Indonesia

Hadi Sutrisno, SH., seorang pengacara lain yang juga mengenal Rudi sejak tahun 2015, tak kalah terpukul.

“Kami merasa sangat kehilangan. Rudi adalah sosok yang tegas dan berani dalam menjalankan profesinya. Penembakan ini adalah tragedi bagi kami, para pengacara,” ucapnya dengan penuh duka. Ia pun meminta agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini.
Di Polres Bone, aparat penegak hukum bekerja cepat. Penyisiran di sekitar lokasi kejadian, penggalian keterangan dari saksi mata, dan analisis forensik mulai dilakukan. Namun, meski sudah berbagai upaya dilakukan, motif penembakan itu tetap menjadi misteri yang menggantung.

Apakah ada kaitannya dengan kasus yang sedang ditangani Rudi? Ataukah ada pihak lain yang terlibat dalam tragedi ini?
Sementara itu, di Makassar, rekan-rekan Rudi bergulat dengan perasaan campur aduk: duka, kemarahan, dan kecemasan. Mereka tahu, dalam dunia hukum, ancaman terhadap pengacara bukan hal yang baru. Namun, penembakan terhadap Rudi adalah sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan bisa terjadi. Di tengah keraguan, mereka tetap berpegang pada satu keyakinan: keadilan harus ditegakkan.

Farid, dengan tegas, menyatakan, “Hukum tidak boleh tunduk pada kekerasan atau intimidasi. Kami akan terus berjuang agar kebenaran terungkap. Rudi tidak boleh mati sia-sia.”
Peristiwa ini bukan hanya tentang satu pengacara yang menjadi korban, tetapi juga tentang sistem hukum yang harus tetap berdiri tegak meski dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Tentang para advokat yang tidak akan pernah mundur meski ancaman berada di depan mata.

Penembakan terhadap Rudi S Gani adalah sebuah pengingat bahwa perjuangan untuk keadilan tidaklah mudah, dan sering kali mengharuskan kita untuk membayar harga yang sangat mahal.

Namun, di tengah segala kesedihan dan ketegangan, satu hal tetap pasti: perjuangan Rudi, meskipun berakhir tragis, tidak akan pernah dilupakan. Rekan-rekannya akan terus mengingatnya, dan mereka akan berjuang untuk mengungkap kebenaran, sampai keadilan akhirnya ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Pilar Kelurahan Gaddong dan Perangkatnya Melayat Ke Rumah Duka Tokoh Masyarakat
Bawa Nama Baik Polrestabes Makassar, Kapolsek Bontoala Apresiasi Aipda Nurhidayat Melaju ke Lomba Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel
Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo
Bhabinkamtibmas Bunga Ejaya Pantau Pelayanan Adminduk dan Pasar Murah di Wilayahnya
Gencarkan Zona Integritas, Polsek Bontoala Pasang Banner “Stop Gratifikasi”
Dr. Haedar Djidar Nahkodai Kota Palopo Setelah Terima Mandat sebagai Ketua Markas Cabang LMP Kota Palopo
Lidik Pro Maros Soroti Laporan Pengaduan yang Masuk Sejak Desember 2025, Pelapor Harapkan Kepastian Hukum
KETUA LIDIK PRO MAROS DESAK PEMDES, DLH DAN POLRES MAROS USUT AKTIVITAS PENGERUKAN DEKAT PERMUKIMAN WARGA
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:21 WIB

Tiga Pilar Kelurahan Gaddong dan Perangkatnya Melayat Ke Rumah Duka Tokoh Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:25 WIB

Bawa Nama Baik Polrestabes Makassar, Kapolsek Bontoala Apresiasi Aipda Nurhidayat Melaju ke Lomba Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel

Rabu, 10 Juni 2026 - 00:45 WIB

Guna Menciptakan Wilayah Pasar Yang Bersih, Koramil 1408-03/Wajo Gencar Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Bacan Kel. Melayu Baru Kec. Wajo

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:52 WIB

Bhabinkamtibmas Bunga Ejaya Pantau Pelayanan Adminduk dan Pasar Murah di Wilayahnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:49 WIB

Gencarkan Zona Integritas, Polsek Bontoala Pasang Banner “Stop Gratifikasi”

Berita Terbaru