Tangerang Selatan Darurat Obat Keras: Kios “Raja” Diduga Jadi Sarang Tramadol, Hukum Mandul?

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

forummakassarinfo.com,-Tangsel, – Aroma busuk peredaran obat keras golongan G di Tangerang Selatan kian menyengat. Sebuah kios yang dikenal dengan sebutan “Raja” diduga kuat menjadi pusat koordinasi distribusi obat terlarang jenis Tramadol. Meski aktivitas ini berlangsung terang-terangan dan meresahkan warga, tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) dinilai masih jalan di tempat.

​Berdasarkan investigasi lapangan dan laporan warga, kios tersebut diduga menjual obat-obatan yang seharusnya masuk dalam pengawasan ketat medis secara bebas. Ironisnya, konsumen utama dari bisnis haram ini ditengarai adalah kalangan remaja, generasi yang seharusnya dilindungi dari jerat ketergantungan zat kimia berbahaya.

​”Aktivitas mereka sudah seperti menjual permen. Anak-anak muda keluar masuk dengan bebas. Kami warga merasa was-was, lingkungan kami dikotori praktik ilegal, tapi seolah ada pembiaran,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, Selasa (31/3/2026).

​Keberadaan kios “Raja” yang diduga berperan sebagai koordinator distribusi ini menjadi tamparan keras bagi fungsi pengawasan wilayah. Publik mempertanyakan efektivitas patroli dan intelijen dari Polres Tangerang Selatan serta Polda Metro Jaya.

​Pasalnya, peredaran obat tanpa izin edar bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan kejahatan serius yang melanggar UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pasal-pasal dalam undang-undang tersebut secara eksplisit mengancam pidana berat bagi siapa saja yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar keamanan dan izin.

Baca Juga:  Alumni Lemhannas RI Minta Kejari Inhil, Inspektorat, dan Tipikor Periksa Kominfo

*​Desakan Penindakan Tanpa Pandang Bulu*

​Masyarakat kini mendesak BPOM dan kepolisian untuk tidak hanya melakukan razia “seremonial”. Warga menuntut pengusutan tuntas hingga ke aktor intelektual di balik nama “Raja”.

​”Jangan tunggu jatuh korban jiwa lebih banyak baru bertindak. Kami butuh aksi nyata, tangkap mafianya, bukan sekadar menutup kiosnya sementara lalu buka lagi di tempat lain,” tegas perwakilan warga lainnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum atau langkah konkret yang akan diambil. Diamnya otoritas terkait di tengah keresahan yang memuncak hanya akan memperlebar celah krisis kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di wilayah Tangerang Selatan.

​Redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang dan pihak terkait guna mendapatkan keberimbangan informasi.

(Redaksi/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahmat Hidayat Amhoru Kecam RS Hikmah Makassar, Pasien BPJS Diduga Dipulangkan Paksa Saat Belum Sembuh
Skandal Layanan Ekspedisi Anteraja di Kebumen: Paket HP “Diumpetin” di Bawah Sandal, Konsumen Komplain Malah Disemprot “Brisik”
Perkuat Sinergitas dan Peran Pers Di Daerah, FPII Setwil Sulsel Silaturahmi Dengan Wakil Bupati Pinrang.
Warga Mattiro Baji Blokade Jalan, Tuntut Tanggung Jawab RS Thalia Irham Terkait Limbah dan Janji Perbaikan
Kabar Duka, Bhabinkamtibmas Polsek Tallo Polrestabes Makassar Meninggal Dunia
Darurat Obat keras Tipe G di Sepatan: Diduga Poltak di Rehab, Publik Menanti nyali Polisi
Bupati Syaharuddin Terima Audiensi BPLIP Makassar, Tegaskan Komitmen Sidrap Sukseskan Swasembada Pangan Nasional
Jelang Porsenijar Sulsel, Pemkab Sidrap Matangkan Koordinasi Akomodasi dan Atlet
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 15:51 WIB

Rahmat Hidayat Amhoru Kecam RS Hikmah Makassar, Pasien BPJS Diduga Dipulangkan Paksa Saat Belum Sembuh

Kamis, 2 April 2026 - 15:33 WIB

Skandal Layanan Ekspedisi Anteraja di Kebumen: Paket HP “Diumpetin” di Bawah Sandal, Konsumen Komplain Malah Disemprot “Brisik”

Rabu, 1 April 2026 - 13:54 WIB

Perkuat Sinergitas dan Peran Pers Di Daerah, FPII Setwil Sulsel Silaturahmi Dengan Wakil Bupati Pinrang.

Rabu, 1 April 2026 - 13:10 WIB

Warga Mattiro Baji Blokade Jalan, Tuntut Tanggung Jawab RS Thalia Irham Terkait Limbah dan Janji Perbaikan

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:09 WIB

Kabar Duka, Bhabinkamtibmas Polsek Tallo Polrestabes Makassar Meninggal Dunia

Berita Terbaru