Makassar – FORUM.MAKASSAR.INFO.COM – Respon Cepat adnya Viral di Medsos Lurah Lembo dan Camat Tallo 3 Kali Teguran Diabaikan, Puluhan PK5 Ditertibkan
Pemerintah Kota Makassar kembali menertibkan Pedagang Kaki Lima (PK5)Kali ini, penertiban dilakukan di sepanjang jalan Lokasi yang berjualan di bahu jalan dan area terlarang dari Bahu Jalan Poros Pannampu Raya,
Kelurahan Lembo Kecamatan Tallo Makassar pada Jum’at (23/01/2026)
Camat Tallo, RAMLI LALLO, S. Pd,. M.Si dan Lurah Lembo, SATU ALI, S.M. menegaskan penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban lalu lintas dan fungsi ruang publik di kawasan tersebut.
“Teguran tertulis sudah kami berikan tiga kali. Kami juga sudah lakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan RT, RW, dan tokoh masyarakat sebelum penertiban dilakukan,
Seorang Awak Media Online langsung menemui Camat Tallo, mengatakan
Penertiban Tim gabungan dipimpin langsung oleh Camat Tallo RAMLI LALLO, S. Pd,.M.Si. Di dampingi oleh Sekertaris Camat Tallo RAHMAT,S.STP.,M.Si. bersama unsur TNI–POLRI, Polsek Tallo—Danramil, Satpol PP BKO Kecamatan dan Mako kota makassar, Satlinmas, serta perangkat Kelurahan Lembo.SATTU ALI, S. M. Selaku Lurah Lembo, Plt. kasi Trantib RUSDI MUKTAR,SE,MM.
Dan di bantu oleh Para Ketua RW dan RT
Tim gabungan langsung mengbongkar tempat jualan lapak (PK5) kayu Triples balok dan sengk,
yang menjual di bahu jalan atau larangan tersebut dan ada dua Pos ikut juga di bongkar adanya penyimpanan barang jualan ,langsung di angkut ke mobil 3 unit mobil truk sampah di geratkan ke lokasi dari kecamatan,
Menurut Ramli lallo, keberadaan lapak PK5 di bahu jalan, trotoar, dan di atas saluran drainase memicu keluhan masyarakat dan pengguna jalan. Aktivitas tersebut dinilai mempersempit badan jalan, mengganggu arus lalu lintas, serta meningkatkan potensi kemacetan, khususnya di kawasan padat kendaraan.
Lanjut
Selain mengganggu lalu lintas, lapak PK5 juga menghambat fungsi kawasan Jalan Pannampu raya sebagai Dua ruang jalan yaitu Untuk Menuju Ke bandara sultan Hasanuddin Makassar dan Jalan menuju ke pelabuhan soekarno hatta atau ke karebosi,” katanya.
Sekitar Puluhan pedagang tercatat terdampak dalam penataan tersebut.
Meski demikian, pemerintah menegaskan penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis. Hasilnya, sekitar 70 persen pedagang membongkar lapaknya secara mandiri sebelum tindakan penertiban dilakukan.
Sekitar 70 persen PK5 sudah membongkar lapaknya sendiri tanpa paksaan. Ini hasil dari pendekatan dialogis yang kami lakukan,” tegas nya Ramli lallo
Ia menambahkan, penertiban tidak dimaksudkan untuk mematikan mata pencaharian warga. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi relokasi agar para pedagang tetap bisa berjualan secara tertib.
Prinsipnya, usaha tetap jalan tapi tidak melanggar ketertiban umum,”Ujarnya
Tambah nya
Sementara itu, Lurah Lembo Sattu Ali menyatakan penataan merupakan langkah berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang rapi, bersih, dan aman bagi masyarakat.
“Kami berharap pedagang memanfaatkan lokasi yang sudah disiapkan dan bersama-sama menjaga ketertiban kawasan ini,
Kemudian pihaknya memastikan pengawasan akan terus dilakukan agar tidak ada lagi lapak PK5 yang kembali menempati bahu jalan, trotoar, maupun area drainase di sepanjang Jalan Poros Pannampu Raya.
Ini akan terus diliat agar tidak ada lagi penjual baru yang menempati bahu jalan,
Alhamdulillah 2 jam kemudian penertiban tim gabungan tidak ada perlawanan dari yang punya lapak,langsung berjalan lancar baik dan aman. “Pungkasnya. (*)
Editor : (Tim/Red)
Sumber Berita: Sadikin Rahmat
















