FORUMMAKASSARINFO.COM-Jum’at, 26 Juli 2024 di Masjid Agung Nur Ar-Rahman Kab. Maros. Membawakan khutbah Jum’at kali ini bapak Ustad Muh. Akib S.Ag.
Setelah mengawali khutbah beliau dengan salam, zikir dan Sholat.
Materi di buka dengan kalimat “Anak harapan kita, Anak harapan Masa depan kita, Anak merupakan pelanjut cerita pelipu larah penerus generasi ki. Anak menjadi tumpuan Masa Depan kita, tumpuan harapan Masa depan kita, tumpuan pelanjut cerita pelipulara generasi kita, karena Anak seorang Ayah rela mengorbankan apa saja”
Lalu disambung…”Betapa banyak anak saat ini, harus berada di jalan, berada di emperan jalan berada di persimpangan jalan tanpa terurus yang berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka tidak tahu harus minta perlindungan kepada siapa karena tidak tahu ayahnya, mereka ingin dibelai kasih tapi tidak tahu kemana ibunya, ingin mengaduh dan berkeluh kesah namun tidak mengenal siapa keluarga? ”
Pada kalimat lainnya beliau berucap “Bertapa banyak anak harus menderita karena ditelantarkan oleh orang tua yang bermasalah. Anak yang harusnya menjadi penerus masa depan gemilan yang coba kita besarkan dari kecil hingga dewasa, namun bertapa kita kecewa ketiga pagi-pagi mendapatkan surat dari kepolisian karena perbuatan anak-anak kita, yang terjerat hukum Judi, mabuk-mabukan, Berkelahi, Narkoba. Padahal kita sudah berusaha untuk mendidiknya namun tentu masih ada yang keliru karena terkadang kita sebagai orang tua menganggap dengan membiayai maka lepas tanggungjawab kita, padahal yang terpenting mendidik Agama mereka, akhlak mereka. Bukankah Anak Amanah yang dititipkan kepada kita selaku orang tua.
Melanjutkan khutbah beliau “kiranya karena Anak seorang Ayah rela pergi pagi pulang malam bahkan ada yg pulang pagi, atau tidak sedikit harus meninggalkan rumah nang jauh demi anak dan keluarganya, saya pernah bertemu mereka dan bertanya apakah kalian tidak rindu anak dan keluarga?, apa kata mereka, jangan ditanya soal rindu Ustad itu sudah pasti, tapi siapakah yang akan membiayai anak-anak kami jika kami tidak melakukan ini, siapa yang akan memandang keluarga kami jika kami miskin, jadi jangan ditanya soal rindu dan sebagian dari kita hanya mau menyapa keluarga yang kaya ketimbang miskin, jadi benarlah ungkapan rindu itu berat.
Menutup khutbah beliau dari hikmat Jum’at yang beliau telah sampaikan “jika kita tidak punya nama besar Ayah untuk kita banggakan, maka Cukuplah nama yang diberikan Ayah kita untuk kita jaga agar tidak tercemari karena perbuatan kita”
#sahabatMoeslem (by. R. Karno)
















