Refleksi Idul Fitri 1447 H, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono Serukan Makna Ketulusan dan Harmoni Sosial

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUM MAKASSAR INFO.COM – Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali menjadi titik puncak kebahagiaan bagi umat Muslim setelah menapaki perjalanan spiritual selama bulan Ramadan. Lebaran bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri serta mempererat hubungan kemanusiaan. Dalam suasana yang penuh kehangatan ini, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, PhD. menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri dengan pesan yang sarat nilai moral dan kebersamaan.

Dengan penuh ketulusan, beliau mengungkapkan, “Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.” Ucapan tersebut menjadi pengingat bahwa esensi Idul Fitri terletak pada keikhlasan dalam memaafkan dan kesiapan untuk membuka lembaran baru dalam kehidupan.

Menurut Prof. Eddy Sumartono, Idul Fitri harus dimaknai sebagai proses transformasi diri. Ramadan yang telah dilalui bukan hanya ritual ibadah, melainkan proses pembentukan karakter yang menanamkan nilai kesabaran, kedisiplinan, dan empati. Nilai-nilai inilah yang seharusnya terus hidup dan tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia kerja.

Sebagai figur yang memiliki latar belakang kuat di bidang akademik dan profesional, beliau menyoroti pentingnya membawa semangat Idul Fitri ke dalam aktivitas produktif. Ia menyampaikan bahwa dunia kerja membutuhkan individu yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial. Semangat saling memaafkan dan menghargai yang hadir dalam Idul Fitri dinilai mampu menciptakan suasana kerja yang lebih sehat dan kolaboratif.

Lebih luas lagi, Prof. Eddy mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman yang ada. Ia menilai bahwa Idul Fitri adalah momen strategis untuk mempererat tali persaudaraan lintas latar belakang. Dalam kehidupan berbangsa, sikap saling menghormati dan toleransi menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial.

Baca Juga:  Diduga Suzuki Finance Makassar Abaikan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011

Seruan tersebut mendapatkan perhatian luas karena dianggap relevan dengan kondisi masyarakat modern yang kerap dihadapkan pada berbagai tantangan sosial. Pesan tentang pentingnya menjaga hubungan baik dan membangun solidaritas menjadi energi positif yang dibutuhkan dalam menghadapi dinamika kehidupan saat ini.

Tak hanya itu, Prof. Eddy Sumartono juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia berharap agar kaum muda tidak hanya merayakan Idul Fitri sebagai tradisi tahunan, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan melanjutkan semangat kebersamaan, serta menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.

Idul Fitri pada hakikatnya adalah momentum penyucian diri yang membawa harapan baru. Melalui ucapan yang disampaikan, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, PhD. menegaskan bahwa makna terdalam dari hari kemenangan ini adalah ketulusan hati dalam memaafkan dan komitmen untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik.

Dengan semangat Idul Fitri 1447 Hijriah, masyarakat diharapkan mampu melangkah dengan optimisme, mempererat hubungan sosial, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap aspek kehidupan. Ucapan “mohon maaf lahir dan batin” menjadi simbol kuat untuk menyatukan kembali hati, membangun kedamaian, dan memperkuat harmoni dalam kehidupan bersama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Penutupan Jalan Dipertanyakan, Nomor Wartawan Biro Makassar Dugaan Diblokir Lurah Bunga Eja Beru
Kabar Baik dari Bulukumba Sengketa Tanah Adat Ammatoa Kajang Berakhir Damai
Gelar Kudapil di Pinrang, Capt Unru Baso Sosialisasi Empat Pilar sekaligus Serap Aspirasi Warga, dan Bangkitkan Nelayan Merah Putih
Dugaan Bullying dan Kekerasan di SDI Tetebatu Gowa Berujung Keributan
HMI Cab Makassar Geruduk PT Pertamina Regional sulawesi atas kelangkaan BBM dan LPG
Prof Sutan Nasomal: Pembangunan Bagus, Tapi Jangan Korbankan Warga! Gubernur Sumut Diminta Dorong Penyelesaian Banjir Gambus Laut
Profesor Sutan Nasomal Ajungi Jempol Keberhasilan Kepala Bea Cukai Tangerang Banten Ungkap Kerugian Negara Puluhan Milyar!!!
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Perintahkan Kementrian Gubernur Riau Hadir Bantu Warga Vs Perusahaan!!!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 01:26 WIB

Klarifikasi Penutupan Jalan Dipertanyakan, Nomor Wartawan Biro Makassar Dugaan Diblokir Lurah Bunga Eja Beru

Minggu, 20 September 2026 - 12:30 WIB

Kabar Baik dari Bulukumba Sengketa Tanah Adat Ammatoa Kajang Berakhir Damai

Sabtu, 19 September 2026 - 03:59 WIB

Gelar Kudapil di Pinrang, Capt Unru Baso Sosialisasi Empat Pilar sekaligus Serap Aspirasi Warga, dan Bangkitkan Nelayan Merah Putih

Kamis, 17 September 2026 - 15:20 WIB

Dugaan Bullying dan Kekerasan di SDI Tetebatu Gowa Berujung Keributan

Selasa, 15 September 2026 - 03:02 WIB

HMI Cab Makassar Geruduk PT Pertamina Regional sulawesi atas kelangkaan BBM dan LPG

Berita Terbaru