KORAMIL 1408-03/WAJO TURUN TANGAN BERSIHKAN SALURAN AIR JALAN BANDA, GOTONG ROYONG JADI KUNCI CEGAH BANJIR DAN PENYAKIT

- Penulis

Selasa, 3 November 2026 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

forummakassarinfo.com,-MAKASSAR — Persoalan kebersihan lingkungan bukan sekadar urusan estetika, melainkan bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat dan pengendalian risiko bencana perkotaan. Menyikapi pentingnya persoalan tersebut, Koramil 1408-03/Wajo kembali menggerakkan aksi karya bakti dengan menyasar pembersihan saluran air di Jalan Banda, Kelurahan Melayu Baru, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA ini melibatkan personel TNI, unsur Tripilar, Ketua RT/RW, masyarakat, serta tim kebersihan Kelurahan Melayu Baru dan Kecamatan Wajo.

Dengan semangat kebersamaan, seluruh unsur bahu-membahu membersihkan saluran drainase yang membentang di sepanjang Jalan Banda. Sampah dan kotoran yang berpotensi menghambat aliran air menjadi sasaran utama kegiatan tersebut.

Aksi ini bukan hanya mencerminkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko genangan air, penyumbatan drainase, dan potensi gangguan kesehatan masyarakat.

DRAINASE TERSUMBAT, ANCAMAN LINGKUNGAN YANG TIDAK BOLEH DIABAIKAN

Dalam perspektif pengelolaan lingkungan perkotaan, saluran drainase memiliki fungsi strategis untuk mengalirkan limpasan air hujan agar tidak menimbulkan genangan di kawasan permukiman dan fasilitas umum.

Penumpukan sampah, sedimentasi, serta pemeliharaan saluran yang tidak optimal dapat mengurangi kapasitas aliran air. Apabila dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko genangan, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

Selain itu, air yang menggenang dan lingkungan yang tidak terawat dapat menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya vektor penyakit, termasuk nyamuk pembawa penyakit tertentu.

Karena itu, pembersihan saluran air harus dipandang sebagai bagian dari upaya mitigasi lingkungan yang membutuhkan konsistensi, bukan sekadar kegiatan seremonial atau respons sesaat.

Karya bakti di Jalan Banda menjadi contoh konkret bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

SERKA TAMSIR: GOTONG ROYONG BUKAN SEKADAR MEMBERSIHKAN SELOKAN

Babinsa Kelurahan Melayu Baru, Serka Tamsir, menegaskan bahwa kegiatan karya bakti tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar membersihkan saluran air.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk pembangunan kesadaran kolektif agar masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini bukan sekadar membersihkan selokan, tetapi membangun komitmen bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. Kepedulian melalui gotong royong seperti ini sangat penting agar kita dapat mencegah timbulnya penyakit dan menciptakan lingkungan yang sehat,” tegas Serka Tamsir.

Ia menilai, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat hanya bergantung pada petugas kebersihan atau pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat merupakan faktor penting agar hasil pembersihan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Acara Hakikah Anak Ketua Umum Group Media Center Muh.Ali (Buri) Sekaligus Ultah Ketua Umum dan Mengenang Satu Tahun Ibunya

KOLABORASI TNI, PEMERINTAH, DAN MASYARAKAT

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat dan unsur pemerintah setempat. Sinergi antara Koramil 1408-03/Wajo, Tripilar, RT/RW, warga, serta petugas kebersihan memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan pendekatan kolaboratif.

Keterlibatan TNI dalam kegiatan karya bakti juga merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya melalui pemberdayaan wilayah dan bantuan dalam mengatasi kesulitan masyarakat.

Salah satu pihak yang memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kolaborasi lintas unsur mampu meningkatkan motivasi warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Kolaborasi ini sangat luar biasa. Warga semakin termotivasi menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Dari perspektif pembangunan sosial, kegiatan semacam ini memiliki nilai penting karena memperkuat modal sosial masyarakat, yakni kepercayaan, solidaritas, partisipasi, dan kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan persoalan bersama.

SERKA TAMSIR: ‘INI HARUS MENJADI BUDAYA’

Serka Tamsir berharap kegiatan karya bakti tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

“Ini harus jadi budaya. Gotong royong atau karya bakti adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa menjaga saluran air merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan serta rutin memperhatikan kondisi drainase di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, pencegahan banjir dan gangguan kesehatan akan lebih efektif apabila dilakukan melalui pemeliharaan lingkungan secara rutin dibandingkan hanya mengandalkan penanganan ketika persoalan sudah terjadi.

KEBERSIHAN LINGKUNGAN MEMBUTUHKAN KONSISTENSI, BUKAN SEKADAR AKSI

Karya bakti di Jalan Banda memberikan pesan bahwa persoalan lingkungan perkotaan tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan pembersihan sesaat. Dibutuhkan pengawasan, pemeliharaan drainase secara berkala, pengelolaan sampah yang baik, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum.

Keberlanjutan kegiatan menjadi indikator penting keberhasilan gerakan kebersihan. Saluran yang telah dibersihkan harus tetap dijaga agar tidak kembali dipenuhi sampah dan endapan.

Sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Makassar untuk membangun budaya peduli lingkungan.

Sebab, lingkungan yang bersih bukan hanya mencerminkan wajah sebuah kota, tetapi juga menjadi salah satu fondasi penting bagi kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup masyarakat.

FORUM MAKASSAR INFO.COM — Mengawal Fakta, Menguji Data, Menjaga Kepentingan Publik.

(03 November 2026)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Negara Tidak Boleh Kalah! LAKINDO Sulsel Desak Hukuman Berat Pelaku Dugaan Penyadapan Presiden
Dukung Program Ketahanan Pangang, Ketua Pesidium FPII Bunda Kasihhati Apresiasi Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas Kelas IIB Cianjur
Miskomunikasi Selesai! Kepala Unit BRI Bontosunggu Minta Maaf, Nasabah Terima Dengan Lapang Dada
Buset.! Aturan BRI Bontosunggu Kabupaten Gowa: Jika Nasabah Nunggak Angsuran Pihak BRI Berhak Viralkan
VIRAL! Hina Putri Disabilitas Fenny Frans di TikTok, Pria Tak Dikenal Bakal Dipolisikan: Kuharamkan Diriku Hidup Kalau Tidak Bisa Kopenjarakanko!
Didukung Penuh Bupati Syaharuddin Alrif, Bunda Paud Sidrap Haslinda Sukseskan Wajib Belajar Prasekolah 
Kunjungan Kerja ke Bandung, Bunda Kasihhati Ketua Presidium FPII Apresiasi Inovasi Lapas Sukamiskin 
Tambak Garam Jebol Diterjang Ombak, Petani Garam Nasara Jeneponto Harap Uluran Tangan Bupati
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:13 WIB

Negara Tidak Boleh Kalah! LAKINDO Sulsel Desak Hukuman Berat Pelaku Dugaan Penyadapan Presiden

Selasa, 3 November 2026 - 06:24 WIB

Dukung Program Ketahanan Pangang, Ketua Pesidium FPII Bunda Kasihhati Apresiasi Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas Kelas IIB Cianjur

Selasa, 3 November 2026 - 04:15 WIB

KORAMIL 1408-03/WAJO TURUN TANGAN BERSIHKAN SALURAN AIR JALAN BANDA, GOTONG ROYONG JADI KUNCI CEGAH BANJIR DAN PENYAKIT

Senin, 2 November 2026 - 15:21 WIB

Miskomunikasi Selesai! Kepala Unit BRI Bontosunggu Minta Maaf, Nasabah Terima Dengan Lapang Dada

Minggu, 1 November 2026 - 10:27 WIB

Buset.! Aturan BRI Bontosunggu Kabupaten Gowa: Jika Nasabah Nunggak Angsuran Pihak BRI Berhak Viralkan

Berita Terbaru