Sekdes Tepis Kepala Desa Lecehkan Siswi SMK di Kolaka Sulawesi Tenggara, Dia Hanya Di kasih Uang

- Penulis

Minggu, 28 April 2024 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

i

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

FORUMMAKASSARINFO.COM-Sekretaris desa (sekdes) membantah sang kepala desa lecehkan siswi SMK di Kecamatan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, oknum kades berinisial N itu dilaporkan ibu kandung korban S ke kepolisian atas dugaan kasus pelecehan.

Pihak Kepolisian Resor atau Polres Kolaka menyebut kasus yang dilaporkan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Sekretaris desa IR, Jumat (26/04/2024), membantah kadesnya melakukan pelecehan seperti yang dituduhkan.

Menurutnya, tak mungkin seorang kepala desa melakukan tindakan tak terpuji tersebut kepada siswi sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Tidak, logikanya begini. Satu posisinya kepala desa dan ada saksi yang melihat bahwa ini anak dikasih ji uang,” katanya memberikan klarifikasi.

“Bisanya ko mau dicium-cium sementara hari itu hari kantor, berkantor,” lanjut IR yang mengaku masih kerabat dari kades N.

Namun, sang kades tidak memberikan keterangan lebih lanjut saat kembali dihubungi melalui WhatsApp Messenger.

Sekdes IR menjelaskan kesaksian korban yang mengaku dilecehkan kades tidak benar karena saat kejadian merupakan hari berkantor.

“Kebetulan pada hari itu, si katanya korban itu lewat depan kantor desa dan kebetulan bapak kepala desa ada di depan dia kasih singgah mi ini anak-anak,” jelas Irvan yang mengaku masih kerabat dari N.

“Dari dia antar adeknya ke sekolah dipanggil masuk tepat didepan ruangannya kepala desa sama posisi pintu di luar ini kebetulan ini anak ada posisi di pintu,” ujarnya menambahkan.

Irvan mengatakan sebelumnya ibu korban sempat mengeluh karena tak punya uang.

“Di kasih uang ini anak dengan alasan malam datang bapak kepala desa di rumahnya, di chat di telpon tidak aktif menyahut ini mamaknya si korban bagaimana pak desa tidak ada uang,” katanya.

“Timbul dalam hatinya ini pak desa, mudah-mudahan ini anak ada lewat di depan kantor desa. Kebetulan pada waktu itu hari kantor bulan puasa, dikasih uang ini anak Rp100 ribu,” lanjutnya.

Baca Juga:  Presiden Dan 7 Menteri Dilaporkan Masyarakat Ke Ombudsman RI

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya kepala desa sudah sering memberikan uang kepada korban dan keluarganya

“Sering dikasih memang uang bukan saja anaknya, mamaknya, dan bapaknya sering dikasih uang memang sama kepala desa,” jelasnya.

“Dan sering kesitu memang kepala desa (ke rumahnya) bukan cuman satu kali dikasih uang,” ujarnya menambahkan.

“Iya dikasih uang memang dengan alasan katanya tidak ada uang jadi kepala desa kasih uang di hari kantor,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa tuduhan yang dilontarkan korban tidak berdasar.

Apalagi setelah kejadian yang kini dilaporkan itu, sang kepala desa masih sering ke rumah korban.

“Artinya begini kalau memang dilecehkan waktu itu kenapa tidak kasih kembali itu uang dan setelah enam hari baru muncul itu berita,” katanya.

Maaf pak, saya konfirmasi terlebih dahulu karena korban kalau tidak salah sedang konsul ke psikolog di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau DPPPA Sultra,” katanya.

Kemudian, rencananya digelar perkaranya untuk menetapkan apakah kasusnya dapat dinaikkan ke tahap penyidikan.

Sebelumnya, ibu korban S berinisial M mengaku sudah melaporkan dugaan kasus pelecehan oknum kades N ke kepolisian.

Sementara, korban S menceritakan kronologi pelecehan terjadi saat dirinya lewat depan kantor desa di Kecamatan Iwoimendaa itu.

“Terus saya dipanggil sama kepala desa untuk singgah,” jelasnya pada Rabu (24/4/2024).

N disebutkan langsung memaksa korban masuk ke dalam kantor desa setelah menghentikannya.

“Saya disuruh masuk secara paksa dipeluk, diraba-raba, diremas-remas bagian payudara dan dicium pipiku sebelah kiri satu kali juga sebelah kanan satu kali,” ujarnya.

Usai melakukan aksi tersebut, N lalu memberikan uang Rp100 ribu kepada korban.

“Pak desa masuk dalam ruangan kantor, terus dia panggilki, pak desa suruh saya ambil uang,” kata S.

“Tapi saya tidak mau tapi pak desa memaksa jadi saya ambilmi karena takut,” jelasnya menambahkan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DIDUGA PUNGL1 DI POS TPR MANDAI MAKASSAR DIPERTANYAKAN SOPIR, KADANG DIKASIH KARCIS, KADANG TIDAK
Tak Jalan di Makassar, Nasrul Dg. Tarang Akan Adukan Oknum TNI HK ke Mabes TNI AD Jakarta
Lewat Safari Jumat, Kapolsek Bontoala Imbau Jaga Kamtibmas
Dukung Program Ketahanan Pangang, Ketua Pesidium FPII Bunda Kasihhati Apresiasi Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas Kelas IIB Cianjur
KORAMIL 1408-03/WAJO TURUN TANGAN BERSIHKAN SALURAN AIR JALAN BANDA, GOTONG ROYONG JADI KUNCI CEGAH BANJIR DAN PENYAKIT
Miskomunikasi Selesai! Kepala Unit BRI Bontosunggu Minta Maaf, Nasabah Terima Dengan Lapang Dada
Buset.! Aturan BRI Bontosunggu Kabupaten Gowa: Jika Nasabah Nunggak Angsuran Pihak BRI Berhak Viralkan
VIRAL! Hina Putri Disabilitas Fenny Frans di TikTok, Pria Tak Dikenal Bakal Dipolisikan: Kuharamkan Diriku Hidup Kalau Tidak Bisa Kopenjarakanko!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:40 WIB

DIDUGA PUNGL1 DI POS TPR MANDAI MAKASSAR DIPERTANYAKAN SOPIR, KADANG DIKASIH KARCIS, KADANG TIDAK

Jumat, 6 November 2026 - 13:28 WIB

Tak Jalan di Makassar, Nasrul Dg. Tarang Akan Adukan Oknum TNI HK ke Mabes TNI AD Jakarta

Jumat, 6 November 2026 - 10:18 WIB

Lewat Safari Jumat, Kapolsek Bontoala Imbau Jaga Kamtibmas

Selasa, 3 November 2026 - 06:24 WIB

Dukung Program Ketahanan Pangang, Ketua Pesidium FPII Bunda Kasihhati Apresiasi Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas Kelas IIB Cianjur

Selasa, 3 November 2026 - 04:15 WIB

KORAMIL 1408-03/WAJO TURUN TANGAN BERSIHKAN SALURAN AIR JALAN BANDA, GOTONG ROYONG JADI KUNCI CEGAH BANJIR DAN PENYAKIT

Berita Terbaru