Diduga Malas Hadir, PERAK Dukung Kepala SMAN 16 Makassar Mundur

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar – Forum.Makassar.Info.com – Kinerja Kepala SMA Negeri 16 Makassar, Drs. Yusuf, M.Pd., menjadi sorotan LSM PERAK Indonesia. Organisasi tersebut menilai kepemimpinan di sekolah tersebut perlu dievaluasi menyusul adanya informasi yang diterima terkait tingkat kehadiran kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya.

Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kebijakan Publik LSM PERAK Indonesia, Andi Sofyan, SH, mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan dari sumber internal yang menyebut Kepala SMAN 16 Makassar diduga jarang hadir di sekolah dalam beberapa waktu terakhir.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, dalam kurun waktu sekitar tiga minggu terakhir kepala sekolah diduga tidak rutin hadir menjalankan tugasnya di sekolah. Tentu informasi ini perlu menjadi perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk dilakukan evaluasi,” ujar Andi Sofyan.

Ia menjelaskan, salah seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa pada masa-masa awal menjabat, kepala sekolah tersebut dikenal memiliki disiplin yang baik. Namun, seiring bertambahnya usia dan lamanya masa pengabdian sebagai kepala sekolah, kondisi tersebut dinilai mulai mengalami perubahan.

“Informasi yang kami peroleh menyebutkan bahwa dahulu beliau dikenal rajin. Namun, mungkin karena faktor usia yang kini telah di atas 50 tahun serta beban tugas yang cukup panjang, kondisi fisiknya mulai menurun sehingga berdampak terhadap pelaksanaan tugas sehari-hari. Tentu ini menjadi bahan evaluasi, bukan untuk mendiskreditkan pribadi yang bersangkutan,” katanya.

Baca Juga:  Prof DR Sutan Nasomal : UU Perampasan Aset. Presiden RI Harus Berani Bongkar Kekayaan Tidak Wajar Elit Partai Dan Pejabat Negara

Andi Sofyan menambahkan, Kepala SMAN 16 Makassar diketahui telah menjabat sebagai kepala sekolah selama hampir dua dekade. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan hal yang wajar demi menjaga efektivitas tata kelola sekolah.

“Kami menghormati pengabdian beliau selama ini. Namun apabila benar telah hampir 20 tahun menjabat sebagai kepala sekolah, kami menilai sudah saatnya dilakukan regenerasi agar muncul energi dan inovasi baru dalam pengelolaan sekolah,” ujarnya kepada awak media, Kamis (2/7/26).

LSM PERAK Indonesia pun menyatakan mendukung apabila Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah yang dinilai sudah tidak mampu menjalankan tugas secara optimal apabila Kepsek yang ada temua di BPK.

“Apabila Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan meminta sejumlah kepala sekolah untuk mengundurkan diri dalam rangka penyegaran organisasi atau bermasalah hukum, kami menilai langkah tersebut merupakan kebijakan yang patut dipertimbangkan. Menurut penilaian kami, Kepala SMAN 16 Makassar layak menjadi salah satu prioritas evaluasi demi peningkatan kualitas pelayanan pendidikan,” tegas Andi Sofyan.

LSM PERAK berharap evaluasi terhadap kepala sekolah dilakukan secara objektif berdasarkan indikator kinerja, disiplin, dan kemampuan menjalankan tugas, sehingga kualitas layanan pendidikan di Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan atau klarifikasi resmi dari Kepala SMAN 16 Makassar maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terkait pernyataan tersebut. (*)

Editor : (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lewat Safari Jumat, Kapolsek Bontoala Imbau Jaga Kamtibmas
KORAMIL 1408-03/WAJO TURUN TANGAN BERSIHKAN SALURAN AIR JALAN BANDA, GOTONG ROYONG JADI KUNCI CEGAH BANJIR DAN PENYAKIT
VIRAL! Hina Putri Disabilitas Fenny Frans di TikTok, Pria Tak Dikenal Bakal Dipolisikan: Kuharamkan Diriku Hidup Kalau Tidak Bisa Kopenjarakanko!
Diduga Jadi Sarang Mafia Solar, SPBU 74.922.01 Tepo Takalar Disorot: Isi Jerigen Diduga Dipungut Rp10 Ribu
DEKLARASI DAMAI BERUJUNG RICUH, PTKP HMI CABANG MAKASSAR SOROTI KINERJA DIR INTELKAM POLDA SULSEL
Bantah Isu Pungli, Lurah Butung: Retribusi Sampah Resmi Masuk Kasda, Bukan Rekening Pribadi
Diduga Jadi Korban Penipuan Calon CASIS, Seorang Warga Laporkan Oknum Perwira Polda Sulsel Ke SPKT dan Propam 
Gaungkan Perang Terhadap Narkoba dan Tawuran Serta Disiplin Berlalulintas, Kapolsek Bontoala Pimpin Upacara Bendera Di Sekolah Kalam Kudus
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:18 WIB

Lewat Safari Jumat, Kapolsek Bontoala Imbau Jaga Kamtibmas

Selasa, 3 November 2026 - 04:15 WIB

KORAMIL 1408-03/WAJO TURUN TANGAN BERSIHKAN SALURAN AIR JALAN BANDA, GOTONG ROYONG JADI KUNCI CEGAH BANJIR DAN PENYAKIT

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Diduga Jadi Sarang Mafia Solar, SPBU 74.922.01 Tepo Takalar Disorot: Isi Jerigen Diduga Dipungut Rp10 Ribu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:03 WIB

DEKLARASI DAMAI BERUJUNG RICUH, PTKP HMI CABANG MAKASSAR SOROTI KINERJA DIR INTELKAM POLDA SULSEL

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Bantah Isu Pungli, Lurah Butung: Retribusi Sampah Resmi Masuk Kasda, Bukan Rekening Pribadi

Berita Terbaru