BBM dan LPG 3 Kg Langka di Makassar, LSM PERAK Desak APH Usut Dugaan Mafia Distribusi

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 03:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar – Forum.Makassar.Info – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah Kota Makassar kembali menuai sorotan. Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah publik.

Wakil Koordinator Divisi Pengawasan dan Monitoring LSM PERAK Indonesia, Mulyadi Karewatang, meminta aparat penegak hukum (APH) tidak sekadar melakukan pengawasan administratif, tetapi turun langsung mengusut dugaan adanya permainan dalam rantai distribusi BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram.

Menurut Mulyadi, kelangkaan yang terjadi perlu ditelusuri secara menyeluruh. Aparat penegak hukum diminta mengungkap apakah kondisi tersebut murni disebabkan persoalan distribusi dan pasokan atau terdapat dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum tertentu.

“Kelangkaan BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Kalau ada pihak yang sengaja bermain, menimbun, mengalihkan, atau menyalahgunakan distribusi untuk kepentingan tertentu, maka harus diusut secara hukum,” tegas Mulyadi saat diwawancarai, Senin (7/9/26).

Ia menilai BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram merupakan komoditas yang memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Karena itu, distribusinya harus benar-benar diawasi agar subsidi pemerintah dapat dinikmati masyarakat yang memang berhak.

Mulyadi juga mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada pemeriksaan di tingkat pengecer atau pangkalan. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, penyelidikan dinilai perlu ditelusuri hingga ke mata rantai distribusi yang lebih tinggi.

“APH harus berani membongkar sampai ke akar persoalannya. Jangan hanya mengambil tindakan terhadap pelaku di lapangan kalau persoalannya ternyata melibatkan jaringan yang lebih besar. Siapa pun yang terbukti bermain dalam distribusi BBM dan LPG subsidi harus diproses sesuai hukum,” ujarnya.

Baca Juga:  54 Tersangka Diamankan dalam 20 Hari, Kapolres Pelabuhan Makassar Paparkan Keberhasilan Operasi Antik 2026

Selain mendesak APH, LSM PERAK Indonesia juga meminta Pertamina Patra Niaga melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram di wilayah Makassar.

Menurut Mulyadi, transparansi mengenai ketersediaan stok, mekanisme distribusi, serta pengawasan terhadap agen, pangkalan maupun titik penyaluran menjadi penting untuk memastikan tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

Ia berharap pemerintah daerah bersama Pertamina dan aparat penegak hukum dapat membangun koordinasi yang lebih kuat dalam mengantisipasi kelangkaan sekaligus menindak tegas setiap dugaan penyimpangan.

“Jangan sampai masyarakat yang akhirnya menjadi korban. Mereka harus mengantre panjang, kesulitan mendapatkan BBM dan LPG, sementara di sisi lain ada pihak yang diduga mengambil keuntungan dari kondisi tersebut. Ini yang harus dibongkar,” kata Mulyadi.

LSM PERAK Indonesia menegaskan akan terus melakukan fungsi pengawasan dan monitoring terhadap persoalan tersebut. Mulyadi berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret untuk memastikan penyebab kelangkaan terungkap secara terang dan tidak menjadi persoalan berulang.

Jika dalam proses penyelidikan ditemukan bukti adanya praktik penimbunan, penyalahgunaan distribusi, permainan kuota, pengalihan subsidi, atau bentuk pelanggaran lainnya, pihak yang bertanggung jawab diminta untuk ditindak tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Intinya, kami meminta APH bergerak. Usut secara serius dan transparan. Kalau memang ada mafia BBM dan LPG 3 kilogram yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan tersebut, tangkap dan proses secara hukum siapa pun yang terlibat,” pungkas Mulyadi. (*)

Editor : (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lewat Safari Jumat, Kapolsek Bontoala Imbau Jaga Kamtibmas
KORAMIL 1408-03/WAJO TURUN TANGAN BERSIHKAN SALURAN AIR JALAN BANDA, GOTONG ROYONG JADI KUNCI CEGAH BANJIR DAN PENYAKIT
VIRAL! Hina Putri Disabilitas Fenny Frans di TikTok, Pria Tak Dikenal Bakal Dipolisikan: Kuharamkan Diriku Hidup Kalau Tidak Bisa Kopenjarakanko!
Diduga Jadi Sarang Mafia Solar, SPBU 74.922.01 Tepo Takalar Disorot: Isi Jerigen Diduga Dipungut Rp10 Ribu
DEKLARASI DAMAI BERUJUNG RICUH, PTKP HMI CABANG MAKASSAR SOROTI KINERJA DIR INTELKAM POLDA SULSEL
Bantah Isu Pungli, Lurah Butung: Retribusi Sampah Resmi Masuk Kasda, Bukan Rekening Pribadi
Diduga Jadi Korban Penipuan Calon CASIS, Seorang Warga Laporkan Oknum Perwira Polda Sulsel Ke SPKT dan Propam 
Gaungkan Perang Terhadap Narkoba dan Tawuran Serta Disiplin Berlalulintas, Kapolsek Bontoala Pimpin Upacara Bendera Di Sekolah Kalam Kudus
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:18 WIB

Lewat Safari Jumat, Kapolsek Bontoala Imbau Jaga Kamtibmas

Selasa, 3 November 2026 - 04:15 WIB

KORAMIL 1408-03/WAJO TURUN TANGAN BERSIHKAN SALURAN AIR JALAN BANDA, GOTONG ROYONG JADI KUNCI CEGAH BANJIR DAN PENYAKIT

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Diduga Jadi Sarang Mafia Solar, SPBU 74.922.01 Tepo Takalar Disorot: Isi Jerigen Diduga Dipungut Rp10 Ribu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:03 WIB

DEKLARASI DAMAI BERUJUNG RICUH, PTKP HMI CABANG MAKASSAR SOROTI KINERJA DIR INTELKAM POLDA SULSEL

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Bantah Isu Pungli, Lurah Butung: Retribusi Sampah Resmi Masuk Kasda, Bukan Rekening Pribadi

Berita Terbaru