Kunjungan Kerja ke Bandung, Bunda Kasihhati Ketua Presidium FPII Apresiasi Inovasi Lapas Sukamiskin 

- Penulis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Forum.Makassar.Info – Jajaran kepemimpinan Forum Pers Independent Indonesia (FPII) melakukan kunjungan kerja resmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung. Dalam agenda ini, Ketua Presidium FPII Dra. Kasihhati hadir langsung didampingi Dewan Pakar FPII Adv. Lilik Adi Gunawan, S.H., guna meninjau program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

 

​Kedatangan Ketua Preaidium FPII Dra Bunda Kasihhati disambut secara hangat oleh Kepala KPLP Lapas Kelas I Sukamiskin, Zaki, yang hadir mewakili Kalapas Dr. Tr. Nanank Syamsudin, A.Md.IP., S.Sos., M.H., pada Kamis 29 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kemitraan strategis antara institusi pers dan pihak pemasyarakatan dalam mengawal publikasi program-program positif.

 

​Di sela-sela peninjauan ke Workshop Giatja bengkel Sukaboat, Ketua Presidium FPII Dra. Kasihhati menyampaikan rasa bangganya terhadap keterampilan para WBP yang mampu memproduksi bermacam jenis kapal. Menurutnya, pengalaman dan keahlian teknis ini akan menjadi bekal berharga bagi para warga binaan setelah selesai menjalani masa hukuman dan kembali ke tengah masyarakat.

 

​Dalam penjelasannya, Kepala KPLP Zaki mengungkapkan bahwa pengembangan merek Sukaboat berada di bawah supervisi pakar ekonomi bertalenta berpengalaman (ES) serta didukung WBP yang memiliki keahlian khusus di bidang perkapalan, desain, dan transportasi. Pola manajerial dan kolaborasi teknis diterapkan secara terstruktur agar hasil produksi memenuhi standar kualitas industri.

 

​Guna memperkuat kecakapan praktis para warga binaan, Lapas Sukamiskin juga menggandeng vendor profesional di bidang fiberglass. Melalui sinergi ini, jajaran manajerial dan WBP bersama-sama mendalami material manufaktur kapal yang bervariasi, mulai dari kayu, aluminium, HDPE, hingga material komposit fiberglass yang kini menjadi fokus utama pelatihan.

 

​Hingga saat ini, workshop Sukaboat telah berhasil mengembangkan berbagai tipe armada, diawali dari varian Dinghy berukuran 4 meter. Tipe perdana ini telah diproduksi sebanyak 20 unit melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN pada tahun 2024 serta 6 unit pesanan perorangan, dengan melibatkan 15 WBP secara produktif setiap harinya.

 

​Pengembangan berlanjut pada armada Duchy Boat sepanjang 8 meter (27 feet) yang awalnya dirancang sebagai kapal fasilitas BTS di daerah kepulauan. Pada tahun 2026, lini ini diperbarui melalui proyek Duchy Reborn untuk memodernisasi desain, repowering mesin, serta difokuskan sebagai ‘kapal internet’ untuk menunjang konektivitas wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

 

​Sukaboat juga memberikan perhatian besar pada sektor maritim rakyat melalui pembuatan kapal nelayan tipe SBF-10. Program ini mengusung konsep modernisasi kapal kayu tradisional menjadi berbahan fiberglass—seperti yang diterapkan pada nelayan rajungan di Cirebon—sehingga bobot kapal lebih ringan, perawatan lebih mudah, serta konsumsi bahan bakar jauh lebih hemat tanpa menghilangkan karakteristik lokalnya.

Baca Juga:  Viral..!! Siswa SMPN 6 Magelang Dipukuli Hampir Tiap Hari Selama Sekitar 2 Bulan Oleh Temannya, Ayah Korban Resmi Laporkan Ke Polisi

 

​Pada lini kecepatan dan rekreasi, Sukaboat menghadirkan Speedboat SB-6 berukuran 6 meter yang dirancang sebagai alternatif jetski berkapasitas lima orang. Produk serbaguna (multi-purpose) ini dapat difungsikan untuk kapal wisata, patroli, pemancingan, hingga armada tim SAR, dan saat ini telah mengantongi pembeli potensial.

 

​Sementara itu, untuk tingkat keterampilan teknis yang lebih kompleks, para warga binaan dilatih memproduksi Speedboat SB-8 sepanjang 8 meter yang dilengkapi kabin tertutup. Pembinaan pada tipe ini mencakup penguasaan instalasi interior, kelistrikan, sistem perpipaan, pemasangan kaca, hingga instalasi mesin dan navigasi kapal secara mendalam.

 

​Inovasi terbaru yang tengah dikembangkan adalah tipe SB-10 dengan panjang 10 meter yang ditargetkan mampu menembus kecepatan hingga 50 knot. Kapal ini dirancang khusus untuk mendukung misi patroli cepat dan tanggap darurat, bahkan direncanakan menggunakan material komposit kuat seperti kevlar dan aramid guna meningkatkan ketahanan fisik armada.

 

​Mengakhiri kunjungan tersebut, Ketua Presidium FPII Kasihhati memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan Lapas Sukamiskin yang telah memproduksi lebih dari 25 unit kapal menembus pasar komersial. Pihak Lapas Sukamiskin pun menyampaikan terima kasih atas dukungan FPII dalam menyebarkan informasi akurat dan positif, sehingga stigma negatif terhadap lembaga pemasyarakatan dapat terkikis melalui pemberitaan yang edukatif.

 

​Kunjungan kerja ini pada hakikatnya bertujuan untuk menyaksikan secara langsung efektivitas pembinaan kemandirian yang diterapkan di lembaga pemasyarakatan. FPII ingin memastikan bahwa fungsi pemasyarakatan tidak sekadar membatasi ruang gerak, tetapi benar-benar membekali warga binaan dengan keahlian teknis bernilai ekonomi tinggi.

 

​Melalui peninjauan langsung ini, Bunda Kasihhati berharap FPII dapat mengambil peran aktif sebagai media pendorong (catalyst) publikasi positif. FPII berkomitmen membantu mengikis stigma negatif masyarakat terhadap mantan warga binaan, sekaligus membuktikan bahwa dari balik tembok pemasyarakatan dapat lahir karya-karya industri maritim bernilai tinggi.

 

​Ke depannya, FPII berharap kemitraan publikasi antara media independen dan instansi pemasyarakatan terus terjalin erat. Sinergi ini diharapkan dapat memotivasi warga binaan untuk terus berkarya, sekaligus menginspirasi Lapas lain di Indonesia dalam mengembangkan program pembinaan yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing komersial, ungkap Kasihati. (*)

Editor : (Tim/Red)

Sumber Berita: (Risal Bakri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Negara Tidak Boleh Kalah! LAKINDO Sulsel Desak Hukuman Berat Pelaku Dugaan Penyadapan Presiden
Dukung Program Ketahanan Pangang, Ketua Pesidium FPII Bunda Kasihhati Apresiasi Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas Kelas IIB Cianjur
KORAMIL 1408-03/WAJO TURUN TANGAN BERSIHKAN SALURAN AIR JALAN BANDA, GOTONG ROYONG JADI KUNCI CEGAH BANJIR DAN PENYAKIT
Miskomunikasi Selesai! Kepala Unit BRI Bontosunggu Minta Maaf, Nasabah Terima Dengan Lapang Dada
Buset.! Aturan BRI Bontosunggu Kabupaten Gowa: Jika Nasabah Nunggak Angsuran Pihak BRI Berhak Viralkan
VIRAL! Hina Putri Disabilitas Fenny Frans di TikTok, Pria Tak Dikenal Bakal Dipolisikan: Kuharamkan Diriku Hidup Kalau Tidak Bisa Kopenjarakanko!
Didukung Penuh Bupati Syaharuddin Alrif, Bunda Paud Sidrap Haslinda Sukseskan Wajib Belajar Prasekolah 
Tambak Garam Jebol Diterjang Ombak, Petani Garam Nasara Jeneponto Harap Uluran Tangan Bupati
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:13 WIB

Negara Tidak Boleh Kalah! LAKINDO Sulsel Desak Hukuman Berat Pelaku Dugaan Penyadapan Presiden

Selasa, 3 November 2026 - 06:24 WIB

Dukung Program Ketahanan Pangang, Ketua Pesidium FPII Bunda Kasihhati Apresiasi Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas Kelas IIB Cianjur

Selasa, 3 November 2026 - 04:15 WIB

KORAMIL 1408-03/WAJO TURUN TANGAN BERSIHKAN SALURAN AIR JALAN BANDA, GOTONG ROYONG JADI KUNCI CEGAH BANJIR DAN PENYAKIT

Senin, 2 November 2026 - 15:21 WIB

Miskomunikasi Selesai! Kepala Unit BRI Bontosunggu Minta Maaf, Nasabah Terima Dengan Lapang Dada

Minggu, 1 November 2026 - 10:27 WIB

Buset.! Aturan BRI Bontosunggu Kabupaten Gowa: Jika Nasabah Nunggak Angsuran Pihak BRI Berhak Viralkan

Berita Terbaru