Tidak Terima Diberitakan, Lurah Tabaringan Kec Ujung Tanah Diduga Ancam Wartawan Melalui Pesan WhatsApp

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

forummakassarinfo.com,-Makassar . Seorang wartawan media online forum-makassar-info.com (FMI), Sadikin Rahmat selaku Kepala Biro Makassar, mengaku menerima dugaan ancaman dan intimidasi melalui pesan WhatsApp setelah menerbitkan pemberitaan terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar.

Pemberitaan yang dimaksud berjudul “Warga Soroti Penertiban PKL Liar di Kelurahan Tabaringan Kec Ujung Tanah, Minta Dilakukan Secara Adil.” Berita tersebut tayang pada Jumat (15/05/2026) dan membahas keluhan warga mengenai penertiban PKL yang dinilai harus dilakukan secara adil dan merata.

Usai berita diterbitkan, Sadikin mengaku dihubungi langsung oleh Lurah Tabaringan, Adiningrat Putra Zainal, S.Pd.I., Lc., Gr., melalui pesan pribadi WhatsApp.

Dalam percakapan tersebut, Sadikin menyebut menerima sejumlah kalimat yang dianggap sebagai bentuk tekanan terhadap profesi wartawan. Salah satu pesan yang diklaim diterimanya berbunyi, “Janga’ki fikir bisa lolos nah.”

Tak hanya itu, Sadikin juga mengaku sempat melakukan komunikasi lanjutan guna menjelaskan bahwa pemberitaan yang dibuat berdasarkan fakta lapangan dan hasil konfirmasi. Namun, menurutnya, balasan yang diterima kembali bernada ancaman.

Baca Juga:  Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintah Tingkat Kelurahan, Lurah Ujung Tanah Aktif melakukan Sosialisasi dan Pendekatan ke Warga.

“Sampai ketemu di Polsek atau di Polda,” demikian isi pesan WhatsApp yang disebut diterima Sadikin dari oknum lurah tersebut.

Sadikin menegaskan bahwa dirinya menjalankan tugas jurnalistik sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta tetap mengedepankan asas konfirmasi dan keberimbangan informasi.

“Kami bekerja berdasarkan fakta lapangan dan menjalankan fungsi kontrol sosial. Kalau ada pihak yang keberatan terhadap isi berita, mekanismenya adalah hak jawab atau klarifikasi, bukan intimidasi terhadap wartawan,” ujarnya.

Ia menilai dugaan ancaman melalui pesan WhatsApp tersebut mencerminkan sikap yang tidak mencerminkan keterbukaan pejabat publik terhadap kritik dan sorotan masyarakat.

Menurutnya, wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik dilindungi undang-undang dan tidak seharusnya mendapat tekanan maupun intervensi dari pihak mana pun, terlebih dari pejabat publik.

“Pers memiliki peran penting dalam demokrasi. Kritik dan kontrol sosial adalah bagian dari tugas jurnalistik yang dijamin undang-undang,” tambahnya.

LAPORAN : KABIRO MAKASSAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel forummakassarinfo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Dipicu Cekcok, Seorang Waria Dianiaya di Teras Kafe Jalan Penghibur
Diduga Demi Membersihkan Namanya, Kapolsek Tamalate Membuat Klarifikasi Di Salah Satu Media Online
Hamzah Ahmad Tempuh Jalur Hukum, Sebut Tuduhan Korupsi Hanya Penggiringan Opini
Wujudkan Khidmat Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih, Personel Polsek Bontoala Gelar Pengamanan Ketat di Sejumlah Gereja
Seorang Pelaku Curanmor Sekaligus Penadah Melarikan Diri Dari Polsek Tamalate, Aktivis Minta Kapolda Copot Kapolsek
Hilang Handphone Saat Dibonceng Sepeda Motor, Rijal Laporkan Ke Polsek Tallo
Respon Cepat Hindari Kecelakaan, Kanit Lantas Polsek Bontoala Taburi Pasir Tumpahan Minyak di Jalan Raya
Di Duga Tambang Ilegal di Bajo Barat, DPD APKAN RI Luwu Resmi Lapor ke Kapolres, Kiswanuddin Minta di Usut dan Tanpa Tebang Pilih
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:25 WIB

Tidak Terima Diberitakan, Lurah Tabaringan Kec Ujung Tanah Diduga Ancam Wartawan Melalui Pesan WhatsApp

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:50 WIB

Diduga Dipicu Cekcok, Seorang Waria Dianiaya di Teras Kafe Jalan Penghibur

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:35 WIB

Diduga Demi Membersihkan Namanya, Kapolsek Tamalate Membuat Klarifikasi Di Salah Satu Media Online

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:31 WIB

Hamzah Ahmad Tempuh Jalur Hukum, Sebut Tuduhan Korupsi Hanya Penggiringan Opini

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:42 WIB

Seorang Pelaku Curanmor Sekaligus Penadah Melarikan Diri Dari Polsek Tamalate, Aktivis Minta Kapolda Copot Kapolsek

Berita Terbaru