Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..
Alhamdulillah wasyukurillah walahaulawalakuata illa billah…
Allahumma sholli alaa Muhammad wa ala alihi Muhammad wasohbihi ajemaain..
Peran Ayat Part 7; memberi ketenangan.
Sahabat FB yang di Rahmat Allah Swt..
FORUMMAKASSARINFO.COM-Kehidupan tak selama mulus, penuh tantangan dan godaan, kerap datang kapan saja mengetuk hati untuk selalu dibolak balik, rasa cinta dan benci sering beraduh seiring dengan persoalan hidup.
Perjalanan tak seindah angan, dari sorang yang kaya raya pun hidup dalam kebimbangan, harus terus bertahan di puncak kekayaan dan popularitas, menjadikannya “badut” Bertopeng berperan dalam kepura-puraan karena usia dan penyakit tak bersahaja lagi.
Dikehidupan si miskin apatah lagi, jika sabar tak dijadikan obat suara bising dalam rumah tangga hingga ke depan lorong karena dinding bukanlah tembok seperti milik si kaya yg mampu meredam suara walau seribu satu tekanan, dinding si miskin masih terbuat dari tembikar dan papan nyesek dikit aja sudah kedengaran tetangga.
Lalu apa obatnya?,
peran Ayah memberikan ketenangan batin harus mampu meredakan suasana hatinya agar tidak ikut arus permainan romantika godaan hidup dan selalu yakinkan keluarga untuk tetap bersabar juga ikhlas karena Firman Allah SWT surah Al Insyirah ayat 6;
إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Bacaan latin: inna ma’al-‘usri yusra
Artinya: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
Jika ini menjadi keyakinan maka insya Allah Ayah akan selalu menekankan anggota keluarga.
Halanya Ja’far bin Abu Thalib merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Ja’far terkenal sebagai pria yang lemah lembut, penuh kasih sayang, pemurah, serta rendah hati.
Dikisahkan bahwa beliau
Kaum kafir Quraisy bahkan tak segan menghasut Raja Najasyi agar menyerahkan umat Islam ke Makkah. Raja Najasyi lalu memanggil Ja’far dan beberapa orang sahabat.
“Apakah kalian memiliki sesuatu yang dibawa oleh Nabi kalian?” tanyanya.
Ja’far lalu menjawab dengan membaca ayat Al-Qur’an surat Maryam. Raja Najasyi menangis mendengarnya, ia memutuskan untuk tetap melindungi kaum muslimin hingga tiba masa hijrah ke Madinah.
Selain itu, sosok Ja’far bin Abu Thalib juga dikatakan memiliki kemiripan dengan Rasulullah SAW, baik dari segi fisik maupun sifatnya. Dalam sebuah riwayat, Nabi SAW bersabda:
“Engkau wahai Ja’far, wajahmu mirip dengan wajahku dan akhlakmu mirip dengan akhlakku,” (HR Bukhari)
Nabi SAW sendiri memanggil Ja’far dengan sebutan “Bapak orang-orang miskin,” karena beliau selalu menolong dan membantu mereka dengan apa yang dimiliki.
Sahabat Muslim Rahimakumullah..
Kesulitan akan selalu datang dan dia tidak mengenal kasta, namun yakinlah dia akan cepat berlalu jika dibarengi kesabaran..
Dimana dalam Firman Allah SWT.. Surah Ar Raad Ayat 24;
سَلَٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ
Bacaan latin: Salamun ‘alaikum bima sabartum fa ni’ma ‘uqbad-dar
Artinya: “Selamat datang bagi orang-orang yang bersabar”.
Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu , mereka disambut di dalam Surga.
Tetaplah menjadi ayah yang memiliki ketenangan hati, karena akan menjadi contoh bagi istri dan anaknya, Ayah yang mampu bersabar akan selalu punya optimisme yang tinggi bahwa anak-anak merekam jauh lebih penting untuk diberikan kemudahan sehingga cukup lah dirinya kesulitan itu dan menyembunyikannya dari generasi nya agar mereka tetap merasa tenang dalam meraih cita-citanya.
Semoga bermanfaat, khususan keluarga kami, mohon maaf jika, ada khilaf karena Sempurna itu hanya Milik Allah semata..
Wallahi ilamuafiqthoriq.. Wassalamu Alaikum wr wb…
















